Dandim 1311 Morowali “Marah”, Hentikan Aktivitas Galian C Ilegal

- Periklanan -

Dandim 1311 Morowali Letkol Arhanud Sabariyandu Kristian Saragih memberhentikan aktivitas galian C di Desa Matansala, Morowali, Senin (30/4). Foto: Moh. Faisal)

MOROWALI– Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Dandim 1311 Morowali Letkol Arhanud Sabariyandu Kristian Saragih memberhentikan aktivitas galian C yang selama ini membuat warga Desa Matansala gelisah.

Dari pantauan Radar Sulteng disekitar lokasi galian C pada Senin kemarin (30/4), terlihat puluhan kendaraan dump truck diberhentikan oleh Dandim 1311 Morowali. Tindakan pemberhentian aktivitas galian C ini dilakukan, karena masyarakat Desa Matansala mengeluh setiap hari harus berurusan dengan debu.

- Periklanan -

Dari hasil konsultasi antara Dandim 1311 Morowali dan kontraktor dari proyek galian C tersebut, Dandim 1311 Morowali meminta pihak kontraktor untuk melakukan musyawarah bersama warga sekitar dan kepala Desa Matansala guna mendapat kesepakatan terkait penggunaan Jalan oleh pihak kontraktor yang mana membuat warga resah akibat banyaknga debu yang berterbangan.

Pasalnya, dari mulainya aktivitas galian C hingga sekarang ternyata Kepala Desa Matansala belum mengetahui adanya kegiatan tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh Dandim 1311 Morowali, usai mengonfirmasi Kades Matansala.

Selain tidak melapor kepada kepala Desa Matansala, pihak kontraktor pelaksana juga tidak mempunyai Ijin Galian C, Amdal dan Ijin Melintas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng. Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu kontraktor pelaksana bernama Imu. (fcb)

Berita selengkapnya dapat dibaca di Koran Harian Umum Radar Sulteng edisi Selasa (30 April 2018).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.