Dana Zakat di Kabupaten Parimo Terbukti Dikorupsi

- Periklanan -

Ilustrasi (@muslimedianews.com)

PALU – Mantan Bendahara Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Tamsul J Soda dinyatakan bersalah dan dihukum pidana penjara selama 4 tahun. Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Tamsul J Soda itu berlangsung pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (12/7) kemarin.

Vonis itu dibacakan Djamaluddin Ismail SH MH selaku hakim ketua. Pidana akhir yang dijatuhkan kepada terdakwa Tamsul J Soda, yang terlibat kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bazda Parimo tahun 2011-2015 hanya berkurang setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya JPU, Farhan SH jaksa dari Kejaksaan Negeri Parimo menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun. Dalam amar putusan Majelis Hakim, disebutkan kalau perbuatan terdakwa Tamsul J Soda telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana Bazda Parimo.

- Periklanan -

“Menyatakan perbuatan terdakwa Tamsul J Soda, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana surat dakwaan dalam dakwaan primer. Menjatuhkan pidana 4 tahun penjara kepada terdakwa,” kata Djamaluddi Ismail membacakan putusan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana uraian pertimbangan putusan Majelis Hakim, terbukti merugikan keuangan negara khususnya dana zakat pada Bazda Parimo, sehingga terdakwa juga dijatuhi pidana denda serta pidana tambahan membayar ganti kerugian negara yang timbul. “Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp200 juta, apabila denda tidak dibayar diganti pidana 2 bulan kurungan,” sebutnya Djamaluddin lagi.

Pertimbangan putusan itu, karena perbuatan terdakwa telah sangat bertentangan dengan program pemerintah, yang dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi. Bahkan berdasarkan fakta persidangan perbuatannya yang dilakukan secara berlanjut tersebut mengakibatkan Bazda Parimo tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

“Perbuatan terdakwa Tamsul J Soda terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana ketentuan Pasal  2 Ayat (1),  jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia  Nomor. 20 Tahun 2001  Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP,” terang Majelis Hakim.

Sementara uang pengganti yang dijatuhkan kepada terdakwa Tamsul J Soda, sebesar Rp250 juta subsider 6 bulan penjara. Atas putusan, terdakwa bersama kuasa hukumnya, serta JPU, masih menyatakan pikir-pikir.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.