Dana Minim, Pasukan 45 dan Duta Belia Batal Dilaksanakan di Morut

- Periklanan -

MORUT – Upacara HUT RI Ke-73 di pelataran kantor Bupati Morowali Utara pekan ini, dipastikan tanpa pasukan 45. Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) daerah itu juga tidak akan mengikuti kegiatan Duta Belia.

Para calon Paskibraka Morut 2018 saat berada di karantina, Minggu (12/8). (Foto: Ilham Nusi)

Pembatalan rencana oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Morut itu, dikemukakan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Gatot S. E Budianto di Kolonodale, Minggu (12/8).

Menurutnya, penambahan Pasukan 45 dari unsur TNI dan Polri tidak dapat dilakukan akibat minimnya anggaran. Dengan demikian, formasi pasukan 17-8-45 kembali ke pasukan formasi 17-8 seperti tahun-tahun sebelumnya.

Demikian pula dengan kegiatan Duta Belia yang terpaksa dihilangkan sebab alasan yang sama. Padahal, acara itu sebagai bentuk penghargaan kepada anggota Paskibraka usai melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

“Upacara HUT RI tahun ini kembali tanpa pasukan 45. Bahkan kami juga tidak bisa menyelenggarakan acara Duta Belia yang lazim dilaksanakan,” kata Gatot.

Ketersediaan anggaran sebesar Rp349 juta melalui APBD TA 2018, lanjut Ketua Purna Paskibaka (PPI) Morut itu, belum mencukupi dari seharusnya yakni Rp979 juta.

Selanjutnya dalam usulan APBD Perubahan, dapat ditambahkan sebesar Rp250 juta. Anggaran itu pun diambil dari pergeseran satu kegiatan di OPD tersebut.

- Periklanan -

“Bapelitbangda memangkas usulan kami. Padahal sudah disetuji Bupati. Sementara aspirasi DPRD hamper semua diakomodir. Seperti acara nasional ini tidak begitu penting untuk mereka,” ujar Gatot.

Ia menjelaskan, minimnya anggaran itu berakibat pada pembiayaan makan minum paskibraka dan pelatih selama 48 hari pelatihan. Sementara pengadaan seragam dan karantina dapat dipenuhi.

“Selama 48 hari pelatihan, terpaksa hanya ditanggulangi

28 hari saja. Terpaksa begitu daripada kita mengurangi mutu gizi makannya,” tandasnya.

Gatot berharap, kedepan tidak lagi terjadi kejadian serupa. Sebab masalah yang sama selalu terjadi stiap tahun pelaksanaan kegiatan ini.

“Masa harus begini terus,” pungkasnya.

Kepala Bappelitbangda Morut Basri Makassau, saat dikonfirmasi Radar Sulteng, sore kemarin, menjelaskan pemangkasan usulan Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora itu akibat devisit.

Untuk mengatasinya, kata Basri, Kepala Disparpora Mislihaty Poea mengajukan usulan untuk menggeser satu kegiatan di OPD nya.

“Kita devisit anggaraan. Tapi penambahan anggaran paskibraka sedikit teratasi dengan usulan Kadisnya,” jelas Basri via sambungan telepon. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.