Daging Ayam Dipompa dan Disuntik agar Kelihatan Besar

- Periklanan -

Dinas Perdagangan Kota Palu bersama instansi dan dinas terkait lainnya saat melakukan sidak di Pasar Masomba dan Pasar Manonda, Kota Palu, Kamis (22/6). (Foto: kartika Mentang)

PALU- Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kota Palu, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional di Kota Palu Kamis (22/6) kemarin. Kedua pasar yang disidak jelang lebaran Idul Fitri kali ini yaitu Pasar Masomba dan Pasar Inpres Manonda.

Yang pertama didatangi adalah Pasar Masomba yang terletak di Kecamatan Palu Selatan. Sidak hari itu dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi, Burhan H Hamading. Juga ikut dalam tim sidak antara lain personel Dinas Kesehatan, Balai POM Sulteng, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta beberapa personel Satpol PP.

Sejumlah kebutuhan pokok yang dipantau dalam sidak tersebut antara lain daging sapi dan daging ayam. Pada kesempatan itu, banyak ditemukan aksi curang para pedagang. Seperti daging ayam potong yang sengaja dipompa angin dan disuntikan air ke dalam tubuh ayam. Itu bertujuan supaya daging ayam kelihatan lebih besar dan beratnya bertambah. Untuk daging sapi masih aman, tidak ditemukan hal serupa.

Temuan itu jadi perhatian serius Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kota Palu bersama tim sidak lainnya. Mereka sepakat untuk menindaklanjutinya. Menurut Burhan Hamading, praktik curang itu tidak boleh dibiarkan. Sebab, dapat mengancam kesehatan masyarakat sebagai konsumen yang membeli daging yang telah dipompa angin maupun disuntik air. “Tim ini bukan hanya hari ini saja turun ke pasar-pasar. Tapi sampai Jumat besok (hari ini,red),”kata Burhan.

Atas temuan tindakan curang pedagang ayam di Pasar Masomba, Burhan langsung memberi peringatan hari itu juga. Di hadapan para pedagang, kadis mengingatkan seluruh pedagang di pasar itu supaya tidak lagi berbuat demikian. “Kami berharap, ini kali terakhir dilakukan. Jika masih ada ditemukan pada Jumat dan Sabtu nanti, maka seluruh dagangannya disita. Yang bersangkutan juga kami dorong diproses hukum,”warning Burhan yang mendapat anggukan dari para pedagang.

- Periklanan -

Setelah berkeliling dan melihat kualitas daging sapi maupun daging ayam di Pasar Masomba, tim sidak bergeser ke Pasar Manonda di Kecamatan Palu Barat.

Di pasar tradisional yang sudah beberapa kali terbakar itu, tim sidak memantau sejumlah komoditi yang dijual, sama seperti yang dilakukan di Pasar Masomba.

Burhan mengatakan, pada umumnya, stok kebutuhan pangan dan kebutuhan jelang lebaran di dua pasar tradisional yang dikunjungi, masih cukup memadai. Termasuk kebutuhan konsumsi daging juga mencukupi. Untuk harga daging sapi hingga kemarin, berkisar Rp100-120 ribu/kilogram. Sementara daging ayam berkisar Rp45-60 ribu/ekornya.

Dan lagi-lagi temuan daging ayam dipompa angin serta disuntikkan air, juga ada ditemukan di Pasar Manonda. “Ternyata di Pasar Manonda sama dengan Pasar Masomba. Daging ayam yang dijual rata-rata dipompa angin. Kami juga memberi peringatan keras kepada para pedagang ayam pedaging di Pasar Manonda,”ujarnya.

Karena temuan ini terjadi di Pasar Masomba dan Manonda, Dinas Perdagangan mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati membeli daging ayam. Pintar-pintarlah dalam memilih dan memilah mana daging yang aman dan tidak aman.

Ketika para pedagang diinterogasi tim sidak kenapa berbuat demikian, mereka kompak menjawab bahwa pembeli sangat tergoda membeli daging ayam yang terlihat besar. “Kami sebenarnya tidak mau juga bikin begini. Karena capek, mesti kerja dua kali. Tapi apa boleh buat, pembeli rata-rata seleranya daging ayam yang terlihat besar,”kata Hasni dan beberapa pedagang ayam lainnya kepada petugas sidak. (cr1)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.