Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Daerah Rawan Narkoba Mulai Dirazia

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Mohamad Aris Purnomo menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari salah seorang pengedar narkoba pada Januari 2017 lalu. (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Aparat kepolisian nampaknya mulai berani untuk masuk ke wilayah yang dianggap sebagai “kantong-kantong” peredaran Narkoba. Salah satu wilayah rawan peredaran Narkoba, yakni Tavanjuka. Di daerah tersebut, selama ini terkesan sulit untuk tersentuh oleh aparat, baik BNN maupun Polda.

Namun beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat (21/7) sekitar pukul 16.30 wita, dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Hari Sarwono, petugas berhasil menggrebek salah satu rumah di Jalan Jati, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga.

Di rumah, yang dihuni salah satu bandar Narkoba itu, petugas berhasil mengamankan 38 paket sabu-sabu.

Dari penggrebekan tersebut, turut pula diamankan tiga orang pemuda, masing-masing berinisial R, RH serta E. Ketiganya pun dibawa ke Mapolda Sulteng, dan kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulteng. Disampaikan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, bahwa wilayah-wilayah yang dikenal sebagai daerah rawan peredaran Narkoba, telah dipetakan Polda Sulteng. Hal ini menindaklanjuti perintah dari Kapolda Sulteng, yang meminta razia-razia di daerah-daerah rawan tersebut untuk ditingkatkan. “Razia semacam ini akan dilakukan lagi, tidak menutup kemungkinan di wilayah lain, yang memang kami anggap rawan penyalahgunaan narkotika,” sebut Hari Suprapto.

Dengan makin gencarnya razia-razia di “kantong-kantong” peredaran Narkoba ini, diharapkan dapat member efek jera bagi para pelaku. Masyarakat pun diminta, proaktif memberikan informasi, bila mendengar maupun melihat adanya peredaran Narkoba di sekitar lingkungannya. “Segera laporkan, informasi sekecil apapun, pasti akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Para tersangka yang diamankan ini, diduga kuat bukan hanya sebagai pengguna, namun juga sebagai bandar. Hal ini dibuktikan, dari sejumlah barang bukti yang diamankan petugas, berupa 1 pack plastik bening yang belum terpakai dan sejumlah kartu ATM dari berbagai Bank. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.