Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Curang, SPBU Soekarno Hatta Disegel

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kondisi SPBU di Jalan Soekarno Hatta yang masih terpasang police line karena diduga melakukan kecurangan pengisian BBM. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Petugas Tera Disperindag Kota Palu kemarin (29/8) melakukan uji tera terhadap SPBU di jalan Sukarno Hatta. Hasilnya cukup mencengangkan. Tim juga melibatkan unsur kepolisian dari Polda Sulteng tersebut terjadinya kecurangan takaran yang dilakukan pihak SPBU tersebut.

Sesuai aturan yang ada, batas kesalahan yang dizinkan 0,5 persen atau 100 mililiter untuk setiap 20 liter. Untuk SPBU ‘Pasti Pas’ aturannya lebih ketat lagi, batas kesalahan 0,3 persen atau 60 mililiter untuk setiap pengujian 20 liter.

“Temuan kami tadi pada SPBU Sukarno Hatta setelah kami lakukan pengujian terjadi minus (kekurangan takaran, red) hingga mencapai 700 militer untuk takaran 20 liter atau terjadi kesalahan sekitar 3,5 persen,” jelas Novian, petugas Tera dari Disperindag Kota Palu, kemarin.

Ia mengatakan, pengujian dilakukan pada semua pompa yang ada di SPBU tersebut. Hasilnya, kata dia, kesalahan alias kecurangan terjadi pada semua pompa yang ada di SPBU tersebut. Temuan ini pun langsung ditindaklanjuti.

“Kami sudah koordinasi dengan kepolisian Polda Sulteng,” ujarnya singkat.

Sementara Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menjelaskan bahwa dengan adanya temuan ambang batas kesalahan yang di izinkan dari metrologi apabila 1000 liter itu tidak lebih dari 5 liter. ‘’Ditemukan oleh tim metrologi adalah 36 liter sehingga sangat jauh perbandingannya dengan abang batas maksimalnya,” ungkapnya saat dimintai keterangan melalui telepon.

Dengan langkah dilakukannya Police line untuk tahap penyelidikan yang dilakukan, Polda Sulteng juga akan mendatangkan ahli metrologi dari Makasar yang paham soal hal tersebut. ‘’Karena seperti peralatan alat ukur yang tentunya harus didatangkan dari sana,” katanya.

Langkah lain, kenapa dilakukan police line agar SPBU tersebut tidak merugikan konsumen, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. ‘’Saat sudah ditemukan dua alat bukti maka kami akan lanjutkan di tahap penyidikan,” jelasnya.

Sedangkan pihak Pertamina, melalui Sales Eksekutif (SE) Retail Pertamina Sulteng, Fandy Ivan Nugroho dihubungi tadi malam, menjelaskan pihaknya masih menunggu proses yang sedang berlangsung terhadap SPBU milik PT Triocelebes Media Energi tersebut.

“Kami masih menunggu proses di SPBU dari Disperindag dan pihak terkait,” tandasnya. (who/ars/saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.