Cukai Palsu Diduga Kembali Marak Beredar di Palu

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU-Pita cukai rokok yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, disinyalir kembali banyak beredar di masyarakat. Di antaranya, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai yang tidak sesuai dan pita cukai bekas.

Informasi yang didapatkan koran ini peredaran pita cukai yang tidak sesuai ketentuan ini banyak beredar di kios dan toko yang ada di pinggiran Kota Palu. Bahkan rokok yang dijual tanpa memiliki pita cukai. Kembali maraknya beredar produk rokok dengan pita cukai tidak sesuai ketentuan ini diduga karena lemahnya pengawasan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Palu, Amiruddin mengakui bahwa pengawasan terhadap cukai ini merupakan salah satu tupoksi dari Disperindag. Ia juga mengakui, lebih dari setahun terakhir ini pihaknya tidak lagi melakukan pengawasan terhadap peredaran pita cukai rokok yang tidak sesuai ketentuan tersebut.

- Periklanan -

“Sudah ada juga beberapa laporan yang masuk dengan kami peredaran pita cukai palsu itu, karena terakhir pengawasan yang kami lakukan 2015 lalu. Tahun 2016 tidak ada lagi pengawasan lapangan yang kami lakukan,” ujar Amiruddin di kantornya, Jumat (17/2).

Ia mengungkapkan, pengawasan lapangan terhadap peredaran pita cukai yang tidak sesuai ketentuan membutuhkan anggaran operasional karena melibatkan instansi terkait lain. Yakni, seperti  Kantor Bea Cukai dan Kepolisian yang lainnya. Selama ini pembiayaannya berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) cukai di Pemerintah Provinsi.

“Beberapa tahun sebelumnya kita selalu dapat DBH cukai itu, makanya pengawasan lapangan selalu kita lakukan. Tapi tahun 2016 itu, kita tidak dapat lagi DBH itu. Karena anggarannya tidak ada, makanya pengawasan lapangan tidak kita lakukan lagi,” jelas Amiruddin.

Amiruddin menambahkan, modus dari pelaku usaha untuk menghindari kewajibannya dalam pembayaran cukai ada beberapa macam. Yakni, penggunaan pita cukai yang tidak sesuai isi kemasan, penggunaan pita cukai palsu dan penggunaan pita cukai yang sudah digunakan sebelumnya alias pita cukai bekas.

“Pita cukai yang tidak sesuai itu contohnya, rokok dengan isi kemasan 16 batang tapi ditempel pita cukai 12 batang,” pungkasnya. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.