Cucu Kalah Berkelahi, Kakek Turun Tangan

- Periklanan -

POSO – Seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso berinisial RYN (8) diduga telah di aniaya oleh Yames Talimba (63), Selasa (17/10). Informasi yang di peroleh, akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka memar pada bagian wajah.

Penganiayaan terjadi setelah Yames mendapatkan laporan jika cucunya, berinisial ALF (8), kalah berkelahi dengan  korban RYN. “Jadi ALF dengan RYN ini berkelahi dan ALF kalah. Kemudian ada beberapa teman ALF melaporkan perkelahian itu ke Om Yames. Mungkin karena tidak terima cucunya kalah berkelahi, dicarilah RYN ini di sekolah dan dipukul hingga mengalami memar,” ungkap sumber menginformasikan.

Menurutnya, ALF merupakan anak dari seorang anggota polisi yang bertugas di Kabupaten Morowali. “Bapaknya ALF itu polisi. Tapi sejak kecil tinggal sama kakeknya,” sebut warga memberitahu.

Meski ada upaya mediasi damai yang di lakukan oleh pihak pelaku, keluarga korban tetap meminta polisi memproses secara hukum yang berlaku. “Ada pihak yang coba memediasi kami untuk berdamai secara kekeluargaan dengan pelaku. Tapi kami menolak dan sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pamona Selatan di Pendolo,” kata paman korban, Anton Purasongka, pada wartawan, kemarin (18/10).

- Periklanan -

Kapolsek Pamona Selatan, Iptu I Wayan Swadana membenarkan, adanya laporan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Yames Talimba terhadap RYN. Kasus tersebut telah dalam proses penanganan penyidik. “Benar kasus itu ada, dan sedang kami tangani,” jelasnya via ponsel.

Menurut Wayan siapa pun korban dan pelakunya, jika kasusnya sudah di laporkan ke polisi, pasti akan di proses. “Tidak ada diskriminasi. Semua laporan polisi yang masuk kita tindaklanjuti,” tandas dia.

Diceritakan Kapolsek Wayan, kasus penganiayaan terhadap korban RYN bermula ketidak puasan pelaku, yang mendengar laporan bahwa cucunya, ALF, dipukul oleh RYN. Dugaan pemukulan RYN terhadap ALF terjadi di sekolah. “Karena tidak terima, si pelaku Yames lalu pergi ke sekolah dan mencari RYN. Begitu ditemukan pelaku memukul korban,” sebut Kapolsek.

Akibat pemukulan tersebut membuat hidung korban mengeluarkan darah. Saat membuat laporan di kantor Polsek, korban membawa serta hasil visum dokter Puskesmas Pendolo. Terkait ALF yang menjadi lawan berkelahi RYN merupakan anak oknum polisi, Wayan belum mengetahuinya persis. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.