Cuaca Semakin Panas, Jamaah Diminta Jaga Kondisi

Tim Kesehatan Haji Beri Penyuluhan Hadapi Wukuf

- Periklanan -

MAKKAH – Panasnya cuaca di Makkah memakan korban jamaah Indonesia. Jamaah asal Mojokerto yang tergabung dalam kloter SUB-63 (embarkasi Surabaya) meninggal dunia setelah pingsan di puncak Jabal Rahmah Rabu (31/7). Kepala Daerah Kerja (Daker) Subhan Cholid kembali mengingatkan jamaah mengurangi aktivitas di luar hotel kemarin (1/8).

Jamaah yang meninggal dunia setelah berkunjung ke Jabal Rahmah adalah Siti Aminah Takrip Abu. Jamaah 69 tahun sempat digendong personel Media Center Haji (MCH) 2019 menuruni Jabal Rahmah yang berbatu. Anggota MCH Fajar Hernanto menuturkan ada jamaah yang juga dokter memberikan pertolongan pertama. Caranya dengan pompa jantung serta nafas buatan. Ibu tersebut sempat bernafas, tetapi kembali tidak sadarkan diri.

Setelah sampai di bawah, jamaah tadi langsung dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Karena kondisinya dinilai kritis, jamaah itu langsung dibawa ke RS Arab Saudi. Penanggung Jawab Medis KKHI Makkah dr Meity Ardiana menuturkan jamaah atas nama Siti Aminah dinyatakan meninggal di RS Arab Saudi.

Meity menuturkan jamaah berusia lanjut itu diduga mengalami kelelahan dan dehidrasi. Kelelahan karena mendaki bukit Jabal Rahmah di Arafah. Kemudian dehidrasi karena cuaca yang sangat panas. ’’Kondisinya apnea (gagal nafas, Red). Nafas tersengal. Istrik jantungnya masih terdeteksi, tapi nadinya tidak ada. Pasien tidak tertolong dan meninggal di RSAS An Nur,’’ jelasnya.

Ziarah ke Jabal Rahmah bukan bagian dari proses ibadah haji. Suhu saat kejadian yang menimpa Siti Aminah mencapai 40 derajat Celcius. Meskipun bukan bagian dari proses ibadah haji, banyak jamaah Indonesia yang berkunjung bersama kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) ke tempat bertemunya Nabi Adam dengan Siti Hawa itu.

Sementara itu TKHI Kloter 07/BPN, H Antoni melaporkan bahwa kemarin (1/8) sehabis salat dzuhur para jamaah dikumpulkan di musala Safa Hotel 911 area Ray Bazksy. Sekira 400 an jamaah mendapat materi tentang tips haji sehat yang bawakan oleh tim promotif dan preventif TPP pusat kesehatan haji Indonesia dipimpin oleh ibu Hj Hesni.

- Periklanan -

‘’Tanggal 8 Agustus 2019 jamaah kloter 07/BPN asal Sulteng menuju Arafah untuk wukuf. Selanjutnya menuju Muzdalifah dan Mina,’’ jelas H Antoni seraya menyebut saat penyuluhan juga dihadiri TPHD Asri, TKHI dr Sabria Nasser Djibran dan KBIH  Mustamin Umar.

Adapun Tips sehat menuju Armina kata Antoni, jamaah diimbau,  Minum air sesering mungkin dan tidak menunggu haus.  Hindari aktivitas di luar tenda. Selalu memakai alat pelindung diri (APD) termasuk jika mengantri di toilet. ‘’Jika mengalami gangguan kesehatan segera menemui petugas kesehatan,’’ demikian imbau TKHI Antoni.

Data dari sistem jamaah haji di Arab Saudi Kementerian Agama (Kemenag) sampai kemarin pukul 17.00 WIB menyebutkan jumlah jamaah meninggal berjumlah 46 orang. Sementara itu jamaah yang sudah tiba di Makkah mencapai 184.730 orang. Embarkasi Bekasi (JKS) menjadi embarkasi yang terbanyak jamaahnya di Makkah dengan jumlah 33.762 orang. Disusul embarkasi Surabaya (SUB) dengan jumlah jamaah 33.131 orang.

Lebih lanjut Subhan menjelaskan saat ini cuaca di Makkah masih cukup panas. ’’Kami berharap jamaah dapat bijak mengukur aktivitas di luar ruangan,’’ katanya. Bagi jamaah yang merasa kesehatannya lemah, sebaiknya jangan melakukan aktivitas di bawah paparan matahari langsung.

Dia juga mengatakan jamaah untuk mencukupi nutrisi jelang puncak haji. ’’Hemat tenaga. Sementara jangan lakukan umrah sunah berulang, ziarah, dan sebagainya,’’ katanya. Jamaah juga diminta untuk menjaga pola istirahat dan makan.

Subhan menegaskan puncak haji adalah wukuf di Padang Arafah. Hingga kemarin sore pemerintah Arab Saudi belum menetapkan hasil isbat sebagai patokan penyelenggaraan wukuf di padang Arafah. Biasanya hasil sidang isbat diumumkan setelah salat maghrib atau pukul 20.00 waktu Arab Saudi atau 24.00 WIB. (*/hilmi/lib/jpg)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.