Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Cuaca Buruk, Dua Pesawat Kesulitan Mendarat di Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pesawat Maskapai Lion Air saat berada di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu belum lama ini. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Palu pada Jumat (14/7) malam. Puncaknya terjadi sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Akibat kondisi itu membuat sejumlah penerbangan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu terganggu.

Buruknya cuaca sempat membuat jarak pandang hanya sampai 2 kilometer. Akibatnya dua pesawat berbadan lebar, jenis Boieng 737-900ER dan Boieng 737-800 milik Maskapai Lion Air tujuan Palu, terpaksa melakukan holding area atau berputar-putar di udara dulu sebelum akhirnya mendarat.

“Jarak pandang malam itu hanya 2.000 meter. Pesawat bisa mendarat dengan jarak pandang 4.000 meter. Makanya pesawat terpaksa melakukan holding,” kata Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Palu, M Fathan, Sabtu (15/7) kemarin.

Dihubungi terpisah, Manager Lion Air Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Mardianto, membenarkan dua pesawat milik perusahaannya sempat berputar-putar untuk mencari celah, baru bisa mendarat dengan aman di landasan pacu bandara.

Cuaca yang sangat tidak bersahabat malam itu, kata Mardianto, mengakibatkan pesawat dengan nomor penerbangan JT 780 dengan penumpang jumlah 220 orang berangkat dari Makassar-Palu sekitar pukul 23.00 Wita, sempat tertunda pendaratannya. Satunya lagi pesawat JT 858, berangkat dari Balikpapan-Palu dengan penumpang 188 orang sekitar pukul 22.45 Wita. Kedua pilot pesawat harus menunggu sampai jarak pandang kembali normal, baru mendaratkan si burung besi.

Mardianto tak mengetahui pasti, berapa putaran yang dilakukan kedua pesawat sampai mendapat celah. “Kalau tiba di Bandara Mutiara, kurang lebih sekitar pukul 00.20 Wita secara bergantian,” ujarnya.

Menurutnya, dalam waktu normal, pesawat tersebut seharusnya berangkat dari Makassar dan Balikpapan sekitar pukul 21.00 Wita. “Saya kurang tahu kenapa bisa terlambat berangkat,” lanjutnya.

Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Benyamin Noach Apituley menambahkan, kedua pesawat itu kurang lebih berselang lima sampai sepuluh menit mendarat. Didahului pesawat dari Balikpapan kemudian yang dari Makassar. Kondisi ini menurut Benyamin, hal yang biasa terjadi ketika cuaca buruk di sekitar Bandara Mutiara.

Pilot pun memutuskan berputar mencari celah jika bahan bakar masih mencukupi. Tetapi jika sebaliknya, maka kadang pesawat mencari Bandara terdekat untuk mendarat.

“Bandara setiap saat pasti menunggu maskapai pukul berapapun ingin mendarat. Kami selalu siap dalam kondisi darurat,” demikian Benyamin. (cr2)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.