Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Cuaca Buruk, Banyak “Burung Besi” Gagal Mendarat di Palu

PALU – Pesawat Lion Air Makassar-Palu harus holding atau berputar-putar di udara 45 menit menunggu cuaca membaik untuk mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Senin (3/6). Pesawat dengan nomor penerbangan JT852 PK-LHL dengan membawa total 87 penumpang ini dijadwalkan mendarat 14.15 wita, namun baru bisa mendarat sekitar pukul 14.58 wita.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Palu menyebutkan saat pesawat beberapa saat lagi ingin mendarat visibility atau jarak pandang hanya 3 km. “Untuk sekarang 3 km. Pesawat itu baru bisa mendarat saat visibility sudah 4 km,” kata Forecaster Stasiun BMKG Meteorologi Klas II Mutiara Palu, Eka Trimas Widyamoko S Tr dikonfirmasi Radar Sulteng, Senin (3/6).

Menurut Eka, sejak Senin pagi cuaca yang kurang bersahabat di Kota Palu mengakibatkan jarak pandang berubah-ubah. Pagi hari misalnya jarak pandang maksimal itu 5 km, tetapi saat masuk siang sudah turun berkisar dari 2 sampai 4 km. “Hingga sore hari diperkirahkan jarak pandang masih berkisar disitu. Semoga saja secepatnya membaik,” lanjutnya.

Batas jarak pandang yang aman untuk penerbangan kata Eka Trimas ialah 3,9 km. Jika kurang dari itu bisa berbahaya bagi pesawat. “Kalau BMKG sendiri menyiapkan data, lalu kita serahkan ke ATC, nanti ATC koordinasi ke maskapai. Maskapai yang tentukan mau mendarat atau tidak,” jelasnya.

Jarak pandang di Kota Palu sendiri sebut Eka bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh topografi di wilayah sekitar. Misalnya jika terjadi hujan di daerah yang dekat dengan perbukitan, maka akan sangat minim terutama wilayah di sekitar Bandara karena berdampingan dengan bukit.

“Jarak pandang bisa hanya 1 km di sekitar Bandara, sedangkan di Teluk Palu 2 km. Biasanya semakin malam itu juga semakin membaik cuacanya,” sebutnya.

Pihak Bandara Mutiara Sis Aljufri juga membenarkan adanya delay Pesawat Lion Air tersebut. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bandara Mutiara Palu, Nima menuturkan pesawat itu membawa 78 penumpang.
Sementara di malam hari, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ230 PK-CMO Balikpapan-Palu juga gagal mendarat dikarenakan jarak pandang hanya 2 km.

Pesawat Sriwijaya Air dijadwalkan tiba pukul 19.10 wita di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Namun setelah beberapa saat melakukan holding pesawat ini kembali ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Pesawat ini kembali lepas landas dari Balikpapan, dan dijadwalkan tiba pukul 21.15 wita. “Iya Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara semula. Sriwijaya Air dengan 196 penumpang,” ungkap Nima.

Pada Jumat (31/5) lalu, Nima juga menambahkan dua pesawat Lion Air gagal mendarat di Bandara Mutiara Palu. Pertama Lion Air JT 820 Cengkareng – Palu yang dijadwalkan tiba 21.25 harus dialihkan ke Makassar. Dan mendarat ulang di Palu pukul 01.41 wita. Kedua, Lion Air JT 780 Makassar – Palu juga gagal mendarat, dan kembali ulang ke Makassar. Pesawat Lion Air ini mendarat ulang di Palu pukul 01.52 wita. “Pelayanan bandara akan tetap menunggu sampai penerbangan terakhir,” tutup Nima. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.