Corona, Jangan Membuat Kita Menjadi Merana

Oleh : Mohamad Rivani, S.IP, M.M Oleh : Mohamad Rivani, S.IP, M.M Oleh : Mohamad Rivani, S.IP., MM.

- Periklanan -

AKHIR-AKHIR ini kita dikejutkan dengan berita mengenai wabah virus Corona, betapa tidak, karena virus ini begitu cepat menyebar ke seantero Dunia dan menjadi pandemi yang paling mematikan di jagat raya saat ini. Virus Corona pertama kali teridentifikasi di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok dan ditemukan menunjukkan gejala pada orang medio 8 Desember 2019.

Penyebaran Virus ini begitu cepat sehingga membuat masyarakat dunia panik luar biasa tak terkecuali di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya terdapat 157.476 kasus di 155 Negara yang ada di dunia yang telah terjangkit Virus ini dengan angka kematian sebanyak 5.845 orang dan 75.953 orang yang dinyatakan sembuh. Sampai dengan saat ini terdapat lebih dari sepuluh (10) Negara di Dunia yang terinfeksi virus Corona memberlakukan penguncian akses keluar masuk negaranya (LockDown) guna mencegah penyebaran secara luas virus Corona dengan nama Medis COVID-19 di negaranya.

Mengapa virus Corona sampai saat ini masih menjadi momok? Karena penularannya tidak berhenti sampai detik ini, kemudian terus memakan korban, tidak pilih orang tua maupun yang muda. Nah bagaimana perkembangan penyebaran virus Corona di Indonesia? Sampai dengan senin 16 Maret 2020 tercatat sebanyak 134 Kasus positif tertular virus Corona, angka ini naik dari hari sebelumnya Minggu, 15 Maret 2020 yang tercatat sebanyak 117 kasus.

Secara khusus, lokasi 17 orang penambahan penderita Corona berada di Jawa Barat (1 pasien), Jawa Tengah (1 pasien), Banten (1 pasien), dan DKI Jakarta (14 pasien). Virus ini tidak hanya menyerang rakyat biasa tetapi kalangan pejabat Negara pun menjadi sasarannya, sebagai contoh menteri perhubungan Republik Indonesia Bpk Budi Karya Sumadi yang positif Corona beberapa hari yang lalu. Begitu massifnya serangan Virus ini sampai-sampai pemerintah Pusat, DKI Jakarta dan Pemerintah Daerah lainnya di Indonesia mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah-sekolah dan kampus serta memberlakukan jam kerja dari rumah (Work From Home) bagi para Aparatur Sipil Negara guna mencegah penyebaran virus ini lebih luas.

Corona saat ini seolah-olah membuat masyarakat dilanda kepanikan akut, pikiran masyarakat saat ini seakan-akan dihantui ketakutan yang berlebihan akibat berita-berita yang terkadang ada hoaks didalamnya. Masyarakat seringkali memposting suatu berita di grup-grup WA tanpa konfirmasi kebenarannya, begitupun di Facebook maupun sosial media lainnya, padahal kita wajib saring sebelum sharing sehingga apa yang kita bagikan dapat terverifikasi kebenarannya bukan malah sebaliknya, kita juga sebaiknya membagikan pesan-pesan edukasi mengenai penyebaran, pencegahan serta berita positif para pasien yang sembuh dari serangan virus Corona sehingga masyarakat dapat tahu dan waspada dengan virus Corona bukan malah membuat ketakutan dengan memposting hal-hal buruk tanpa disertai penjelasan yang cukup tentang postingan tersebut.

- Periklanan -

Contoh kepanikan masyarakat Indonesia akan Corona adalah di DKI Jakarta dan beberapa kota besar lainnya termasuk Kota Palu, yaitu banyaknya pusat-pusat perbelanjaan yang diserbu oleh masyarakat untuk berbelanja karena takut akan kehabisan stok bahan makanan dan lainnya, ataupun Apotek yang kehabisan stok masker dan Alkohol karena banyaknya orang yang memborong masker dan alkohol, ataupun toko kosmetik yang menjual Aloe Vera, yaitu bahan yang bisa dibuat pembersih tangan yang dicampur dengan Alkohol buat pencegahan akibat bersentuhan dengan benda maupun orang ketika beraktivitas yang dikhawatirkan akan membawa virus Corona.

Berbagai hal di atas tidak akan terjadi jika kita mendapatkan pengetahuan yang baik tentang Virus Corona, mulai bagaimana virus ini dapat masuk dan menginfeksi manusia, penyebarannya serta bagaimana pencegahannya, hingga bagaimana cara penyembuhan bagi pasien yang tertular Virus ini.

Sebagai salah satu warga Negara di Republik ini saya sangat yakin jika masyarakat mengetahui banyak, bahkan detail mengenai virus ini, tentu tidak akan takut berlebihan seperti saat ini, tetapi lebih pada waspada yang berujung pada penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang selama ini mungkin sering kita acuhkan, sebagai contoh mencuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum/setelah makan atau setelah beraktivitas padat. Dan banyak menkonsumsi makanan bergizi terutama buah yang kaya akan serat, serta (maaf) bagi umat Islam baiknya mengkonsumsi Sari Kurma Ajwa dan Habbatussaudah karena merupakan suplemen/obat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk semua penyakit.

Dibalik semua kejadian akan virus Corona ini, ada satu hikmah yang bisa kita petik yaitu, kita harus meyakinkan diri bahwa semua yang terjadi dimuka bumi ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, kita tidak boleh takut pada virus ini melebihi takut kita pada Tuhan, karena sesungguhnya Tuhan lah yang patut ditakuti bukan selainnya. Jangan biarkan Corona merusak sendi-sendi kehidupan kita terutama ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena kita harus percaya bahwa setiap penyakit ada penawarnya!!. Sekali lagi saya katakan bahwa “Corona, Jangan Membuat Kita Menjadi Merana”.

*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Ekonomi Tanah Air.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.