Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah; Rokok adalah Bom Waktu

- Periklanan -

PENGUKUHAN: Pelantikan dan pengukuhan pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tavanjuka, dalam rangkaian Coffee Morning di Masjid Al-Muhajirin, Minggu kemarin (5/2). (Foto: Hanif)

PALU – Menyoal kenapa sampai rokok diharamkan, merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan rutin Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Coffee Morning, Minggu kemarin (5/2). Kali ini, kegiatan ba’da subuh yang telah digelar secara rutin sejak 8 tahun silam, dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin, kompleks perumahan Tavanjuka Mas.

Dua orang dihadirkan sebagai narasumber, yakni Direktur Poltekkes Kemenkes Palu, Nasrul SKM, MKes yang menguraikan dari sisi kesehatan, serta Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PW Muhammadiyah Sulteng, Ustadz Jamaluddin Hadi yang menguraikan dari sisi pandangan agama.

Dalam paparannya, Nasrul, mengatakan bahwa merokok dapat dikategorikan pada perbuatan yang cenderung mengarah ke perbuatan bunuh diri secara perlahan. Sebab katanya, setelah rokok diisap, nikotin yang merupakan zat beracun dalam rokok, beberapa detik kemudian langsung masuk ke paru-paru.

“Kita yang di sekitar orang merokok dan menghirup asapnya, termasuk yang dirugikan, karena kita menghirup karbondioksida. Orang yang merokok itu, bisa dilihat pada gigi dan kukunya yang kuning dan nafas tidak sedap,”katanya.

Menurut Nasrul, perokok umumnya akan mengalami gangguan psikologis. Kenapa sampai perokok itu merasa berat untuk berhenti, karena di dalam rokok ada zat yang membuat kita nyaman dan ketagihan.

“Perokok itu, akan mudah tersinggung, tidak sabar, tidak enak makan, susah fokus dan tidak konsentrasi, ketagihan dan memiliki ketergantungan,”paparnya lagi.

- Periklanan -

Menurut Nasrul, bahwa rokok adalah bom waktu. Memang tidak ada orang yang begitu selesai merokok, akan langsung meninggal atau terkena kanker. Namun umumnya, penderita berbagai kanker, khususnya paru-paru, memiliki riwayat sebagai perokok. Menurut Nasrul, bahwa di dalam sebatang sebatang rokok itu, terdapat ribuan zat berbahaya yang terkandung. 60 di antaranya bisa menyebabkan kanker.

Bagi yang akan berhenti merokok, kata Nasrul ada kabar gembira, sebab tekanan darah akan membaik. 12 jam setelah tidak merokok, nikotin kembali normal. Dua hari setelah tidak merokok, nikotin akan dikeluarkan dari tubuh dan dan indera pengecapan kembali normal.

“Namun untuk benar-benar berhenti merokok, harus ada niat atau komitmen, lalu atasi adiksi, motivasi diri, tatalaksana medis adiksi dan dukungan keluarga. Satu hal yang penting untuk kita perhatikan, bahwa hasil studi Pak Dadang Hawari, bahwa semua penyalahgunaan obat dan Narkoba, semua pintu masuknya dari rokok. Dan semua anak yang merokok, hampir dipastikan karena bapaknya adalah perokok,”demikian Nasrul.

Dalam paparannya, Jamaluddin Hadi, mengatakan bahwa dalam hadist dan Alqur’an, memang tidak ada tekstual yang secara tegas melarang merokok. Namun dalam beberapa ayat Alqur’an, banyak yang secara tersirat, memberikan penegasan kepada manusia untuk meninggalkan rokok, karena dianggap sebagai perbuatan yang menzalimi diri sendiri, merugikan orang lain, serta perbuatan sia-sia dan mubazir.

Coffee morning yang harusnya berakhir pukul 07.00, sedikit molor hingga pukul 07.30. Di akhir kegiatan, dilakukan pengukuhan pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tavanjuka. Dalam susunan kepengurusan, ditetapkan H.M Husni Djuwahir BE sebagai ketua, Nasar Al-Batati, sebagai sekretaris dan drg Herry Mulyadi, MKes sebagai bendahara. Juga ditetapkan, Moh Rizal SE, Yusran, S.Sos, Faiz, ST, M.Si, dan Drs Syaifuddin Hamit, Apt sebagai anggota.

Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery SSos MSi mengatakan, tahun ini merupakan tahun ke-8 perjalanan Coffee Morning yang digagas oleh pengurus Pemuda Muhammadiyah Sulteng, sejak 2009 silam. Kegiatan itu terus digilir dari masjid ke masjid yang ada di Kota Palu yang diawali dengan salat subuh berjamaah.

Setiap bulannya, lanjut Fery, tema atau topik yang didiskusikan juga berganti-ganti berdasarkan momentum yang ada saat kegiatan berlangsung, dengan narasumber yang kompeten. “Kali ini sengaja kita angkat topik tentang rokok, guna menggugah hati umat Islam Indonesia, khususnya warga perserikatan untuk menjauhkan diri dari rokok, karena PP Muhammadiyah telah mengharamkan rokok,” tandasnya.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.