Cerita Mahasiswa Asal Banggai yang Sempat Kuliah di Cina

Ayah Asrida Ngaku Panik, Tapi Senang Bisa Dievakuasi

- Periklanan -

INFORMASI adanya virus Corona di Wuhan, China, awal Medio Desember 2019 lalu, sempat membuat hampir seluruh masyarakat di belahan dunia ini, geger.

STEVEN LAGUNI / BANGGAI

MENGAPA tidak, negara yang dijuluki Tirai Bambu itu, merupakan salah satu tempat tujuan wisata mancanegara.

Selain dikenal dengan obyek wisatanya, China diakui perekonomiannya sangat kuat dan sekarang ini negara tersebut dijadikan sebagai tempat untuk belajar bagi para generasi muda dari berbagai negara, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

Itu terbukti, ada ratusan mahasiswa asal Indonesia yang bersekolah di sana dengan pembiayaan beasiswa yang disiapkan oleh negara China. Salahnya adalah Asrida Afriyanti, asal Desa Rantau Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Mahasiswi fakultas kedokteran pada School of International Education Hubei Polytechnic University yang mendapat beasiswa dari ITCC (International Thaionghoa Community Caontry) ini, harus menjalani karantina selama 14 hari di Kepulauan Natuna, sepulang dari Kota Huangshi, Provinsi Hubei, China.

Alhamdulillah, putri pasangan Zaenuri dan Purwati tersebut, dinyatakan oleh tim medis Indonesia negatif Covid-19 atau bebas virus corona.

Meski demikian, pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo berharap kepada Asrida Afriyanti bersama 238 WNI lainnya, agar tetap melakukan pemeriksaan secara berkala (surveillance tracking) di tempat tinggalnya masing-masing guna memastikan kondisi mereka tetap sehat.

Harapan serupa diutarakan oleh orang tua Asrida Afriyanti dalam wawancara santai dengan wartawan koran ini, Minggu (16/2) kemarin.

Pembicaraan dimulai ketika Zaenuri, ayah Asrida mendengar dan menyaksikan siaran berita televisi nasional yang menyatakan bahwa negara China sedang terserang virus corona.

- Periklanan -

Sebagai orang tua yang tahu keberadaan anaknya di sana, dia pun mencoba untuk berkomunikasi melalui jaringan telepon seluler miliknya dengan Asrida. Dan benar, hubungan komunikasi antara ayah dan anak terjalin.

“Alhamdulillah, ketika saya menanyakan kondisi kesehatannya, Asrida menjawab dalam keadaan sehat,” tutur Zaenuri.

Lelaki yang bekerja sehari-hari sebagai wakil rakyat di DPRD Banggai ini menambahkan, dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia yang cepat dan tanggap melakukan evakuasi terhadap seluruh WNI yang ada di negara tersebut. Termasuk salah satu WNI yang dievakuasi adalah anaknya, Asrida Afriyanti.

Kendati rasa panik dan sedih mendengar anaknya harus dikarantina selama 14 hari atau kurang lebih dua minggu di Kepulauan Natuna, tapi dia bersama istrinya dan saudara Asrida merasa senang, karena anak mereka sudah berada di wilayah Indonesia.

Apalagi ketika dia mendengar bahwa Asrida dinyatakan bebas dari virus corona dan pemerintah Indonesia bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkenan memfasilitasi kepulangan anaknya ke Luwuk, dirinya menyatakan sangat senang dan mengucapkan terima kasih.

Ketika ditanyakan, apakah ketika kondisi China sudah membaik dan memperbolehkan Asrida bersama ratusan mahasiswa lain kembali melanjutkan perkuliahan di negara Tirai Bambu itu, Zaenuri mengatakan, semuanya diserahkan kepada pemerintah pusat.

“Kalau masalah kuliah, kan pemerintah pusat bisa memfasilitasi kelangsungan proses kuliah anak saya,” harapnya.

Namun sebagai wakil rakyat, dia menyayangkan keberadaan pemerintah daerah yang kurang peduli dengan masalah yang dihadapi warganya yang notabene adalah anak terkasihnya.

Itu terbukti kata dia, sampai detik ini, pihak pemkab Banggai belum ada konfirmasi terkait rencana fasilitasi kepulangan anak saya dari Jakarta menuju Luwuk.

“Yang baru berkomunikasi adalah pemerintah provinsi Sulteng, kalau pemkab Banggai belum ada informasi,” tambahnya.

Dengan kejadian tersebut, dia berharap agar pemerintah daerah kabupaten Banggai tidak menutup mata. Sebab bagaimana pun juga, Asrida Afriyanti adalah warga Kabupaten Banggai. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.