Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Cemburu, Wanita di Luwuk Dibunuh Sang Pacar

BANGGAI – Tak mampu menahan rasa cemburu terhadap kekasih yang diduga telah memiliki pria lain, Nomen, tega habisi nyawa Heliana Boe alias Ati, (19) dengan cara ditikam di bagian leher.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di salah satu kos-kosan yang terletak di Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin (10/6) malam, sekira jam 22.00 Wita.
Usai menghabisi nyawa pujaan hatinya, pemuda asal Desa Sosom, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan itu, langsung melarikan diri menuju arah Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan dan membiarkan Ati Boe, sang kekasih, terkapar di lantai kamar kos dengan berlumuran darah.
Untung saja, suara teriakan korban terdengar oleh sang kakak, Hemianti Boe (21), yang pada malam itu juga sedang tidur di kamar sebelah.
Saking terkejutnya dia, Hemianti pun langsung bangun dari tempat tidur dan berdiri sambil berjalan menuju kamar sang adik. Lumuran darah segar keluar dari leher sang adik. Melihat hal tersebut, sang kakak langsung mengambil selimut dan menutupi lubang pada leher bagian kanan yang terkena benda tajam milik pelaku.
Sambil memeluk sang adik dan meminta tolong kepada penghuni kos lainnya, gadis berusia 19 tahun itu langsung dilarikan ke Puskesmas Kampung Baru, Kelurahan Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayang, kelengkapan peralatan medis di puskesmas tidak memadai, sehingga Ati pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk, yang jarak tempuh dari puskesmas kurang lebih 3 kilometer.
Karena kondisi korban terus mengeluarkan darah, akhirnya nyawa Heliana Boe alias Ati tidak bisa tertolong. Setiba di Inap Gawat Darurat (IGD) RSUD Luwuk, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Mendengar terjadi kasus pembunuhan di wilayah hukum Polres Banggai, AKBP Moch Sholeh selaku orang nomor satu di jajaran institusi kepolisian tersebut, langsung memerintahkan kepada Kasat Reserse dan Kriminal Polres Banggai, AKP Pino Ary bersama beberapa personelnya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Setelah kurang lebih 6 jam melakukan pencarian akhirnya Nomen, berhasil dilumpuhkan, karena saat akan ditangkap pelaku mencoba kabur. Tiga butir peluru bersarang di kedua betis kakinya.
Menurut Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh dan Kasat Reskrim, AKP Pino Ary di IGD RSUD Luwuk, Selasa (11/6), Nomen yang merupakan residivis kasus 351 KUHP saat akan ditangkap melarikan diri.
“Itu sudah sesuai SOP,” terang keduanya.
Meski demikian, Moch Sholeh dan Pino Ary, masih memiliki hati nurani. Itu terbukti dengan keduanya ikut mengantar Nomen ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Atas perbuatannya itu, lanjut Moch Sholeh dan Pino Ary, Nomen dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara diatas 5 tahun.
Dalam kesempatan itu juga, Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh, memberikan kesempatan kepada pelaku untuk meminta maaf kepada keluarga korban atas tindak pidana yang dilakukannya terhadap keluarga mereka.
“Saya menyesal dan meminta maaf kepada seluruh keluarga pacar saya. Saya terpaksa lakukan itu karena saya sayang kepada Ati dan tidak mau pisah dengan dia. Jujur saya cemburu dengan perilaku Ati yang sudah lain dengan saya,” tuturnya.
Usai menjalani perawatan, Nomen pun langsung digelandang ke rumah tahanan Mapolres Banggai yang terletak di Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan. Sementara korban Heliana Boe alias Ati sudah siap dijemput oleh keluarga dan akan dikebumikan setelah dilakukan otopsi oleh tim medis Polres Banggai. (stv)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.