Cegah Warga Mudik, Dirlantas Ingatkan Anggotanya Tetap Humanis

- Periklanan -

PALU – Upaya pencegahan warga yang hendak melakukan mudik lebaran terus dilakukan jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulteng. Pendekatan secara persuasif dan humanis juga menjadi penekanan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulteng kepada anggotanya di lapangan.

Selama digelarnya Operasi Ketupat Tinombala mulai 24 April yang lalu, hingga Sabtu (23/5/2020), pihak Ditlantas Polda Sulteng telah menghalau 1.048 kendaraan yang hendak mudik. Kendaraan roda dua menjadi yang paling banyak dihalau untuk mudik.

“Rinciannya, ada sekitar 657 roda dua dan 355 roda empat serta 36 bus yang membawa penumpang untuk mudik. Semuanya kami putar balik ke daerah asalnya,” terang Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Kingkin Winisuda SH SIK.

Kingkin yang juga Kepala Satuan Tugas Daerah (Kasatgasda) Operasi Ketupat Tinombala menyampaikan, apa yang dilakukan pihaknya ini, semata-mata ikut membantu mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini. Dia pun menyampaikan, bahwa anggotanya yang bertugas di pintu-pintu masuk kabuaten/kota serta pintu masuk Sulawesi Tengah, telah diingatkan untuk bertindak secara persuasif dan humanis selama Operasi Ketupat Tinombala, yang bakal berakhir 30 Mei mendatang.

- Periklanan -

“Di lapangan tentunya anggota harus bisa bijak melihat, mana yang benar-benar mudik dan mana orang yang memang punya keperluan lain, seperti tugas dari kantor yang dikuatkan surat tugas dari instansinya,” sebut alumni Akpol 1996 ini.

Lebih jauh Dirlantas mengatakan, jika memang masyarakat sadar akan bahaya wabah Covid-19 ini, maka niat untuk mudik tidak akam ada. Namun, sebaliknya, meski petugas terus melakukan upaya pencegahan, bila masyarakat sendiri tidak sadar, maka sulit untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ditanya terkait sejumlah kabupaten/kota yang menerapkan penutupan total jalur masuk ke daerah masing-masing, Kingkin mengaku hingga saat ini belum ada daerah di Sulteng yang menerapkan penutupan total jalur masuk 1×24 jam. Jika pun ada hal itu harus dikoordinasikan dan sepengetahuan pihak Ditlantas Polda Sulteng.

“Sampai sekarang baru daerah yang menerapkan jam malam saja, belum ada yang tutup total 1×24 jam,” tandasnya. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.