Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Cegah Radikalisme, Tim Mabes Silahturahmi ke Yayasan Husnayain

Sekaligus Halal Bihalal dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 73

PALU – Markas Besar Kepolisian (Mabes) Polri memberikan perhatian khusus untuk wilayah Sulawesi Tengah, terkait penyebaran paham radikalisme. Salah satunya, dengan menjalin silahturahmi bersama lembaga-lembaga pendidikan Islam di daerah ini.

Salah satunya di Yayasan Husnayain, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sabtu (6/7). Tidak sendiri, Tim Mabes Polri yang dipimpin AKBP Reynaldi, SIK ini menggandeng ulama Kota Palu, yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr Zainal Abidin MAg. Silahturahmi sekaligus Halal Bihalal dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73 ini, turut pula dihadiri Wakapolres Palu, Kompol Basrum S SH serta perwakilan dari Kementerian Agama Kota Palu.

Kunjungan Tim Babes Polri ini, diterima langsung Ketua Yayasan Husnayain, Ustad Muchtar Ibnu Mas’ud berserta Pengurus Yayasan Husnayain, Ustad Firmansyah dan pengurus lainnya. Di hadapan para undangan dan pengurus Yayasan Husnayain, Reynaldi mengungkapkan, kegiatan Halal Bihalal ini, murni dilakukan selain dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73, juga untuk membangun tali silahturahim, baik dengan Yayasan maupun masyarakat sekitar. “Saat ini kita ketahui bersama, paham radikalisme dan intoleransi tengah marak. Namun saya yakin dan percaya, jika di Yayasan Husnayain ini, paham-paham tersebut telah dipagari dan dibentengi agar tidak masuk,” sebut Reynaldi.

Sementara itu, Ustad Zainal Abidin, menekankan, jika sikap intoleransi dan radikalisme adalah dua mata rantai yang acap mengantui kesatuan anak bangsa. Ini disebabkan, tidak adanya sikap saling menghormati antar individu dan kelompok. “Makanya kami sangat tidak sepaham dan menolak paham radikalisme,” tutur Ketua MUI Kota Palu ini.
Olehnya kata Prof Dr Zaianal Abidin, perlunya upaya membentengi generasi muda dari paham radikalisme, dengan memberi bekal dan pemahaman mengenai radikalisme dan intoleran serta pemahaman agama yang benar sesuai syariat Islam. “Islam adalah agama rahmatan lill alamin yang mengedepankan toleransi dan persaudaraan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ustad Muchtar Ibnu Mas’ud. Disampaikannya, Yayasan Husnayain sangat komitmen dengan terus membangun generasi qur’ani serta menjadikan alqur’an sebagai pedoman hidup. “Olehnya mari kita jauhi paham-paham radikalisme dan intoleransi, karena ini tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pintanya.
Dia juga mengimbau sebaiknya majelis ta’alim dan pondok-pondok pesantren mengajarkan kepada santrinya tentang pemahaman Islam yang sesungguhnya yakni Islam yang rahmatanlilalamin bagi semua umat manusia di muka bumi. Pihaknya juga tambah Ustad Muchtar Ibnu Mas’ud sangat berterima kasih atas kegiatan Tim Mabes Polri ini. “Semoga saja hubungan dengan Polri ini tetap terjalin dengan baik, termasuk hubungan baik dengan pemerintah mulai dengan Kelurahan, Kecamatan, Kota Palu maupun pemerintah Provinsi Sulteng,” kata Muchtar.

Yayasan Husnayain juga tegasnya, akan mendukung langkah dan kinerja Polri serta Pemerintah dalam upaya menjaga keamanan Sebab baginya keamanan negara dan kesatuan bangsa, merupakan kewajiban yang harus dipertahankan oleh seluruh anak bangsa.“Intinya kami menolak paham radikalisme serta menjaga keutuhan NKRI. Kami juga berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya. (*/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.