Cegah Radikalisme, Kepala BNPT Akan Surati Kapolda dan Danrem

- Periklanan -

KOMPAK : inilah para profesor dan petinggi TNI dan Polri yang dilibatkan dalam kepengurusan BNPT melakukan foto bersama dengan Kepala BNPT Suhardi Alius, di Hotel Sultan Jakarta. (Foto: Murthalib)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bersama pengurus Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) se Indonesia di Jakarta selasa (21/2).

Rakernas yang dibuka langsung Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH dan dihadiri Sestama BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara SE, Deputi I BNPT Mayjen TNI Abd Rahman Kadir,  Deputi II BNPT Irjen M Arief Darmawan serta Brigjend Pol Hamidin dipusatkan di Sultan Hotel, Jakarta. Pada Rakernas 2017, strategi yang dibahas berkaitan dengan kearifan lokal mencegah pahan radikalisme yang melibatkan seluruh FKPT di Indonesia.

Tarian lokal dari Sulawesi  sepertiku, Makassar, Mandar dan Dero Kabupaten Poso menggema di panggung Rakernas yang malam itu dihadiri 288 pengurus FKPT dari 32 provinsi mulai Aceh hingga NTT.  ”FKPT ini ibaratnya miniaturnya Indonesia. Pengurusnya para tokoh masyarakat yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda. Ini yang membanggakan BNPT. Semangatnya satu keterpanggilan membuat masing-masing daerah mencegah paham radikalisme,” tegas Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH.

- Periklanan -

Untuk memudahkan koordinasi antara FKPT dengan pemangku kebijakan di daerah, mantan Kapolda Banten itu, berjanji akan menyurati masing masing Kapolda, Danrem termasuk Gubernur. Mengingat FKPT merupakan kepanjangan dari BNPT di daerah dalam bidang pencegahan paham radikalisme. Kalau untuk penindakan ditangani oleh Densus. ”FKPT lah yang banyak bersentuhan langsung dengan berbagai komunitas masyarakat melakukan pencegahannya,” tegas Suhardi.

Sementara DR Timudin Bowo salah satu pengurus FKPT Sulteng menjelaskan, Pulau Sulawesi yang memiliki bentangan garis pantai panjang dan berhadapan langsung dengan Philipina diperlukan pencegahan sedini mungkin oleh aparat terkait semisal TNI -AL maupun Polairud. Apalagi adanya manusia perahu yang diduga sebagai pemasok logistik persenjataan para radikalisme di Poso. ”Jadi peran aparat terkait perlu ditingkatkan sehingga peran FKPT dalam pencegahan bisa sinergi dan maksimal,” tegas Timudin.

Dihadapan pengurus FKPT, Suhardi Alius juga mengungkapkan wilayah wilayah yang dinilai rawan dan selalu dijadikan jalur transit seperti Sulawesi dan Kalimantan selalu menjadi perhatian aparat terkait. Suhardi juga menjelaskan belum lama ini ada 11 warga dari Jambi diamankan di wilayah Tolitoli, Sulawesi Tengah setelah transit di Palu. ”Mereka ini akan menyeberang ke Philipina melalui pelabuhan kecil di Tolitoli. Saya langsung telepon Kapolda Rudy. Kalau ini lolos akan membahayakan dan jadi ancaman,” tegasnya.

Bukan hanya itu, BNPT dengan berbagai kekuatan yang ada juga berhasil menggagalkan berbagai ancaman aksi teror baik di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Barat. Ini nyata dan ancaman bagi bangsa dan negara.

Olehnya Jenderal bintang tiga itu mengajak semua komponen bangsa termasuk FKPT se Indonesia untuk bersama sama mencegah paham radikalisme yang saat ini sudah menggunakan berbagai macam modus untuk mempengaruhi generasi muda. Ada 10 ahli yang bergelar profesor dilibatkan penanganan paham radikalisme seperti, prof Nazaruddin, prof Hamdan Zulfa, prof Irfan Idris dan Prof Azzumardi.(Lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.