alexametrics Cegah Penularan Covid-19, Brimob Lakukan Disinfeksi Gereja – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Cegah Penularan Covid-19, Brimob Lakukan Disinfeksi Gereja

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Tak kenal henti, Unit Kimia Biologi dan Radio Aktif (KBR) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulteng, kembali melakukan disinfeksi ke sejumlah tempat di Kota Palu. Kali ini, menjelang Natal dan Tahun Baru, giliran gereja yang mendapat perhatiann untuk diseprotkan disinfektan.

Hal ini menyusul terbitnya panduan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19, lewat surat edara menteri agama per 30 November silam. Di mana ibadah Natal di gereja diperbolehkan, dengan ketentuan menaati protokol kesehatan.

Guna mendukung kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan ibadah, Unit KBR Detasemen Gegana meningkatkan kegiatan penyemprotan disinfektan di area tempat ibadah atau gereja di wilayah kota Palu.

Kepala Tim Disinfeksi Unit KBR, Iptu Umar Ali Sayfudin menjelaskan, dalam beberapa hari ini pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah yaitu gereja-gereja yang berada di Kota Palu.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah perayaan natal dan tahun Baru 2021. Yang tentunya setiap kegiatan ibadah yang dilakukan harus mematuhi protokol
kesehatan yang berlaku,” jelas Umar.

Seperti yang terlihat Rabu (23/12/2020), Unit KBR melakukan disinfeksi di Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Tangkasi, Birobuli Selatan, Palu Selatan. Seluruh area gereja mulai halaman, tempat ibadah dan Rumah Pendeta tak luput dari semprotan disinfektan. Anggota yang bertugas juga dilengkapi dengan APD lengkap dengan masker supaya tidak terkontaminasi dari cairan disinfektan.

Dalam kesempatan ini, salah satu anggota Detasemen Gegana, Bripka Hendra Sipayung, meminta kepada pengurus pendeta, untuk tetap mematuhi surat edaran Menteri agama tentang panduan perayaan natal saat pandemi Covid-19.

Di mana pertama pihak gereja dapat memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat (Tidak menunjukkan gejala penyakit), mematuhi 3M : Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Menghindari berlama-lama di area rumah ibadah (kecuali untuk ibadah wajib), jemaat anak-anak, Lansia dan orang berisiko tinggi disarankan mengikuti ibadah daring. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tutup Hendra. (*/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.