Cegah Corona, Karyawan PT. Poso Energy Wajib Tinggal di Mess

- Periklanan -

POSO – Mengantisipasi peredara virus Corona atau Covid-19, sejumlah karyawan PT. Poso Energy diwajibkan untuk tinggal di Mess yang ada di dalam kawasan PT. Poso Energy.

Pemberlakuan karyawan wajid tinggal di Mess sampai pada batas waktu yang ditentukan manajemen setelah merebaknya virus Corona hingga di Sulteng dan Kota Palu.

Sumber Radar Sulteng menuturkan, karyawan PT. Poso Energy yang sebelumnya usai bekerja bisa langsung pulang ke rumah di sejumlah desa di daerah Kabupaten Poso, sudah hampir sepekan terakhir tidak boleh lagi keluar dari lokasi PT. Poso Energi.
“Karyawan wajib tinggal di mess yang disiapkan perusahaan,” kata sumber yang minta tidak menyebutkan namanya.

Menurut sumber, selama berada di mess bisa menghubungi keluarga dan menggunakan fasilitas internet dan fasilitas yang ada di mess yang disiapkan. “Pokoknya dijamin. Makan, seperti di penginapanlah. Cuma tidak bisa pulang dulu ke rumah. Semua tetap harus di mess,” ujarnya.

- Periklanan -

Dihubung terpisah melalui pesan WhastApp, Humas PT. Poso Energy, Christian Gundo membenarkan jika sejumlah karyawan untuk sementara tidak boleh dulu kembali ke rumah dan tinggal di mess sampai batas waktu yang ditentukan manajemen. “Inisiatif management pusat pak,” katanya.

Christian Gundo membatah, jika karyawan dilakukan isolasi atau semacam karantina mandiri. “Sampai saat ini tdk ada karyawan yg di karantina di camp Poso Energy pak,” tulisnya.

Pemberlakuan karyawan untuk tinggal di mess, kata Christian, sehubungan meningkatnya penyebaran Covid-19 management PT. Poso Enegy mengeluarkan kebijakan antara lain, karyawan yang sedang cuti tidak dibolehkan kembali masuk setelah masa cutinya selesai dan karyawan di site untuk sementara tidak dibolehkan mengambil cuti.

Khusus Operator O dan M yang pulang pergi tugas untuk sementara juga diharuskan tinggal di mess. “Tapi bukan camp khusus isolasi ya pak,” jelasnya.

Jumlah pastinya karyawan yang wajib tinggal di mess sementara waktu, Christian mengaku tidak tahu pasti jumlahnya. Karyawan yang diwajibkan tinggal di perumahan atau mess, tidak seperti di barak. “Karyawan yang tinggal di perumahan tsb layaknya org yg tinggal di rmh pribadi,” tulisnya via WhatsApp.(ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.