Cawagub Sulteng Hanya Berkutat di Soal Nama

- Periklanan -

PALU – Setelah menunggu dua bulan lamanya pasca diserahkannya urusan penggodokan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Januari 2018 lalu, kini nasib Cawagub memasuki babak baru dengan diusulkannya tiga nama Cawagub, yakni Moh Novan Saleh, Drs H Anwar Hafid, dan Ir Faizal Mang MM ke masing-masing Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai pengusung.

Ilustrasi

Ketua DPD I Partai Gerindra Sulteng, Drs H Longki Djanggola MSi, yang dikonfirmasi Radar Sulteng, Selasa (20/3) kemarin, menjelaskan soal pengiriman tiga nama ke DPP partai pengusung guna mendapatkan rekomendasi dari DPP. ”Yang benar masing-masing partai pengusung meminta rekomendasi DPP masing-masing untuk membuat rekomendasi dua nama saja,” jelasnya.

Keterangan Longki Djanggola tersebut sekaligus mengklarifikasi  berkembangnya isu yang menyebutkan bahwa tiga nama Cawagub di atas bukan disodorkan ke Mendagri tetapi ke DPP masing-masing partai pengusung.

- Periklanan -

Dikatakannya, saat digelarnya rapat di internal partai pengusung di rumah jabatan Gubernur Siranindi Palu baru-baru ini, yang terdiri dari Partai Gerindra, PKB, PAN dan PBB tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk mendapatkan dan diserahkannya rekomendasi DPP.  “Batas waktu tergantung DPP masing-masing. Tetapi paling tidak kesempatan yang pertama ditunggu adalah rekomendasi DPP tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, masyarakat Sulteng sudah lama menunggu perkembangan pemilihan Cawagub yang akan dilakukan di DPRD Sulteng nantinya. Namun setelah digulirkan sekira delapan bulan sejak meninggalnya Wakil Gubernur Sulteng periode 2016-2021, Cawagub menemui jalan buntu. Pasalnya, Cawagub yang disebut-sebut putera mahkota Longki Djanggola Drs Moh Hidayat Lamakarate MSi gagal bertarung, disebabkan ‘hadangan’ salah satu partai pengusung Partai Amanat Nasional (PAN)  yang ngotot memasang kader sekaligus Ketua DPW PAN Sulteng Oscar Paudi sebagai Cawagub. Selain dua nama lainnya yaitu Zainal Daud dan Moh Hidayat Lamakarate sendiri.

Penggodokan dari awal berjalan penuh dinamika, demikian pula DPRD Sulteng telah membentuk Pansus untuk melahirkan Tata Tertib Pemilihan (Tatib) Cawagub yang akan dilakukan oleh anggota DPRD Sulteng, namun tiga nama yang diusulkan tersebut tidak ada yang mau mengalah, sementara dalam aturan tatib yang bisa dipilih oleh DPRD hanya dua nama saja. Tetapi hingga akhir penggodokan tiga calon enggan mengundurkan diri sebagai Cawagub.

Hingga Cawagub kuat yang disebut putera mahkota Gubernur,  untuk dielus sebagai Cawagub Sulteng Moh Hidayat Lamakarate ditawari jabatan menggiurkan untuk ASN yaitu jabatan yang tidak kalah gengsinya Sekretaris Provinsi (Sekprov). Tak sulit bagi Moh Hidayat mengikuti ujian assesment ASN untuk lolos dan menduduki jabatan Sekprov Sulteng. Setelah Hidayat menduduki jabatan Sekprov, gaung Cawagub pun meredup.

Nanti di awal tahun 2018, rencana pemilihan Cawagub pun mulai bergulir kembali dengan lahirnya tiga nama baru, yakni Faizal Mang, Anshayari Arsyad, dan Saifullah Djafar. Empat partai pengusung saat itu mulai mengambil langkah strategis baru mempercepat pemilihan Cawagub, dengan membentuk tim advance Cawagub, diantaranya Dr Alimuddin Paada (Gerindra), H Rusli Dg Palabbi SSos MH (PAN), H Mansyur Pasande (PBB). Tim ini diberi tugas untuk mencari dua nama Cawagub guna dibawa ke DPRD dan selanjutnya dipilih.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.