Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Catatan Keberhasilan Polda Sulteng di Momen 73 Tahun Bhayangkara

Menjadi hari yang membanggakan bagi setiap personel Polri pada setiap tanggal 1 Juli yang diperingati sebagai Hari Bhayangkara. 1 Juli memang bukan lah hari lahir Kepolisian, tetapi hari Kepolisian Nasional berdasarkan Peraturan PresidenNomor 11Tahun 1946, pada tanggal 1 juli 1946. Sebelum itu, Kepolisian memang masih terpecah-pecahkarenater diri dar ikepolisian daerah-daerah.

Oleh : Ipda Moh Fikri, SSos dan Kompol Sugeng Lestari

TAHUN ini, upacara peringatan Hari Bhayangkara akan dilaksanakan serentak pada hari ini, 10 Juli 2019 dikarenakan perkembangan situasi paska putusan sidang Mahkamah Konsitusi tentang Perselisihan Hasil Pemungutan Suara (PHPU) yang dibacakan tanggal 28 Juni 2019 dan penetapan KPU tentang hasil Pemilihan Presiden / Wakil Presiden 2019-2024.
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-73 tahun ini sangatlah istimewa di banding tahun-tahun sebelumnya karena seluruh personel Polri baru saja menyelesaikan tugas besar yaitu pengamanan Pemilu 2019, meski penuh dinamika sejak tahapan awal, masa kampanye, masa pemungutan dan penghitungan suara, sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK), hingga penetapan presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum, namun semuanya akhirnya bias dilalui dengan baik dan sukses. Momentum Hari Bhayangkara tahun ini akhirnya jugamenjadi momentum merayakan keberhasilan menjamin situasi keamanan dan ketertiban selama pesta demokrasi.
Langkah-langkah pre emtif dan preventif telah dilakukan dalam rangka mendinginkan suasana persaingan politik guna mendukung perhelatan demokrasi lima tahunan tersebut agar dapat berlangsung dengan aman, damai dan demokratis, dengan sasaran seluruh elemen masyarakat.
Antara lain dengan melakukan kegiatan anjangsana, pembinaan dan penyuluhan, forum silaturahmi kamtibmas, ceramah, focus grup discussion, bakti social dan kesehatan, safari ibadah, tablig akbar, lomba-lomba kamtibmas, olahraga bersama, pembuatan konten-konten perdamaian, pembinaan netizen, deklarasi pemilu damai, serta kegiatan sinergitas Polri dengan TNI, Penyelenggara Pemilu dan Pemerintah.
Terhadap tindakan pelanggaran hokum selama proses Pemilu, Polri telah menangani dan menindak tegas sejumlah kasus penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, isu suku, agama, ras dan antargolongan, serta penanganan tindak pidana Pemilu bersama unsur Sentra Penegakkan Hukum Terpadu.
Masih dalam rangkaian Hari Bhayangkara Ke-73 Tahun 2019 Polda Sulawesi Tengah, telah merelease beberapa kegiatan Operasional maupun pembinaan baik yang dilakukan oleh Polda Sulteng maupun jajaran dalam kurun waktu selama enam bulan terakhir atau satu semester tahun 2019 yang menjadi kinerja Polda Sulteng sebagai wujud pertanggung jawaban kepada publik.
Sebagaimana Undang-Undang No.2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Mempunyai Tugas Dan Tanggung Jawab sebagai Pelindung, Pengayom, Pelayan Masyarakat, Harkamtibmas dan Penegakkan Hukum, oleh karena itu berikut kami sampaikan hasil kegiatan kepolisian diawali dari bidang operasional, adalah sbb :
Terhadap perkara Kejahatan Konvensional Atau Tindak Pidana Umum pada semester I-2018 terjadi 5.814 Kasus, Sedangkan tahun 2019 terjadi 3.897kasus atau mengalami penurunan 1.917kasus atau 67 %, sedangkan untuk penyelesaian perkara semester i-2018 sebanyak 3.095 kasus, tahun 2019 sebanyak 2.133 kasus atau mengalami penurunan 962 kasus atau 68 %.
Selama kurun waktu semester I-2019 terdapat sepuluh kasus menonjol antara lain pencurian biasa 933 kasus, curanmor 528 kasus, penganiayaan 494 kasus, penipuan 261 kasus, penggelapan 234 kasus, diikuti kasus lain seperti Curat, KDRT, pengrusakan, pengancaman dan curas.
Untuk penanganan terhadap tindak pidana khusus, tercatat semester i-2018 sebanyak 140 kasus dan tahun 2019 sebanyak 132 kasus atau turun 8 kasus / 5,71 %, dengan keberhasilan penyelesaian semester I-2018 sebanyak 90 kasus dan tahun 2019 sebanyak 52 kasus atau turun 38 kasus / 42,22 %.
Tahun 2019 terdapat 3 (tiga) kasus menonjol dari segi kwantitas yaitu tindak pidana penipuan (ITE) sebanyak 43 kasus, tindak pidana pencemaran nama baik (ITE) 40 kasus dan Tindak pidanaKorupsi 3 (tiga) kasus
Terhadap penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba, Ditnarkoba Polda Sulteng dan Jajaran pada semester I tahun 2018 berhasil mengungkap 260 kasus dan tahun 2019 sebanyak 236 kasus atau turun 24 kasus atau 9.23 %, dengan jumlah tersangka yang berhasil diamankan tahun 2018 sebanyak 341 org dan tahun 2019 sebanyak 321 orang atau turun 20 orang atau 5.8 %.
Sementara Itu barang bukti yang berhasil diamankan selama tahun 2019, barang bukti berupa ganja 2,239 gram, sabu seberat 2.969,8499 gram atau bila dibandingkan tahun 2018 mengalami penurunan 596,5413 gram, sedangkan untuk barang bukti tindak pidana psikotropika tahun 2019 berhasil mengamankan 5.262 butir pil diazepam.
Polres Jajaran yang Aktif Melakukan Pengungkapan Terhadap Peredaran Gelap Narkoba Selama Semester I-2019 Adalah Rangking I Polres Palu Sebanyak 41 Kasus, Polres Banggai 30 Kasus Dan Polres Morowali 23 Kasus.
Selama tahun 2019 Polda Sulteng dan jajaran berupaya untuk menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas dengan menggelar operasi keselamatan 2019, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, operasi ketupat tinombala 2019 sehingga angka kecelakaan lalu lintas tahun 2019 mengalami penurunan. Jumlah laka tahun 2019 744 kasus sedangkan tahun 2018 terjadi 955 kasus atau turun 211 kasus / 22 %, korban meninggal dunia juga turun dari tahun 2018 sebanyak 207 jiwa, tahun 2019 sebanyak 167 jiwa atau turun 19 %, demikian juga dengan luka berat, luka ringan dan kerugian materiil juga mengalami penurunan, hal ini perlu dipertahankan dan dihimbau kepada masyarakat agar terus menjadi pelopor tertib berlalu lintas.
Penegakkan hukum juga dilakukan oleh pengawal perairan laut dan pantai Sulawesi Tengah yaitu Direktorat Polisi Perairan Polda Sulteng dimana selama semester I-2018 mampu menangani 19 kasus dan tahun 2019 sebanyak 9 kasus atau turun 10 kasus atau 47 % dengan jenis kasus yang ditangani adalah illegal fishing, tindak pidana terhadap binatang yg dilindungi (BKSDA), laka laut, pemalsuan dan penadahan kendaraan.
Dalam Rangka Harkamtibmas, Selama Semester I Tahun 2019 Polda Sulteng Telah Menggelar Beberapa Operasi Kepolisian Antara Lain : Untuk menciptakan dan mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Wilayah Kabupaten Poso Provinsi Sulteng, Polda Sulteng Menggelar Operasi Tinombala I-2019, Operasi Tinombala II-2019 Dengan Wilayah Operasi Meliputi Poso, Parimo Dan Sigi guna mengejar sisa DPO Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora Dan 9 DPOyg Lain.
Operasi Keselamatan Tinombala 2019 digelar selama 14 hari untuk meningkatkan Simpati Masyarakat terhadap Polisi Lalu Lintas guna mendukung Kebijakan Promoter Kapolri dalam rangka terciptanya Kamseltibcarlantas di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Operasi Mantap Brata Tinombala 2019 yang baru saja berlangsung yaitu operasi pengamanan pelaksanaan Pemilu serentak tgl 17 April 2019 untuk memilih anggota legislatif dan memilih Presiden/Wakil Presiden, syukur alhamdullilah di Provinsi Sulteng tahapan demi tahapan berhasil diamankan oleh kepolisian dibantu tni dan stakeholder lain sehingga secara umum wilayah provinsi sulawesi tengah tetap dalam kondisi aman dan kondusif,
Belum lepas dari kepadatan tugas pengamanan Pemilu 2019, kepolisian kembali dituntut untuk melaksanakan tugas kemanusiaan, memberikan jaminan rasa aman kepada warga yang mudik untuk berkumpul bersama keluarga merayakan hari raya Idul fitri 1440 H dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2019 selama 13 (tigas belas) Hari, tugas inipun dapat dilaksanakan dengan baik berkat sinergitas Polri, TNI dan dinas instansi terkait sehingga masyarakat dapat mudik dan balik paska libur idul fitri dapat berjalan lancar, aman dan kondusif.
Di bidang pembinaan, Polda Sulteng terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan sumber daya manusia, walaupun masih kurangnya personil baik dipolda maupun polres jajaran, jumlah personel Polri seluruh Sulteng saat ini adalah 9.037 personel yang seharusnya sesuai DSP Adalah 14.346 Pers atau kurang 5.309 personel atau 37 %.
Dalam rangka pembinaan personil juga diterapkan sistem reward dan punishment, reward yang diberikan dapat berupa mengikuti pendidikan, kenaikan pangkat dan penghargaan lain sesuai kebijakan pimpinan sebagai mana aturan dilingkungan kepolisian. Personel yang memperoleh reward berupa kenaikan pangkat selama tahun 2019 untuk kenaikan pangkat TMT 1 januari sebanyak 897 personel dan TMT 1 juli sebanyak 709 personel.
Sementara personel yang melakukan pelanggaran tentunya akan diproses sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, selama semester i tahun 2019 kasus pelanggaran yg dilakukan anggota polri sebanyak 90 kasus, tahun 2019 sebanyak 122 kasus atau naik 32 kasus (35%) dengan komposisi diproses secara disiplin tahun 2018 sebanyak 71 kasus, tahun 2019 sebanyak 101 kasus, diproses sesuai kode etik profesi polri tahun 2018 sebanyak 19 kasus, tahun 2019 sebanyak 21 kasus.
Dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara Ke-73 Tahun 2019 Polda Sulteng dan Jajaran secara serentak telah melaksanakan berbagai kegiatan yang terdiri dari : Pembinaan Tradisi, Meliputi : Upacara Ziarah Di TMP, Tgl 2 Juli 2019, Upacara Tabur Bunga Laut, Tgl 2 Juli 2019 di Ditpolair. Upacara Pencucian Pataka “Wira Dharma Brata” Tgl 28 Juni 2019, Upacara Hari Bhayangkara Ke-73 Pada Hari Rabu 10 Juli 2019, Syukuran Hari Bhayangkara Ke-73, Rabu Tgl 10 Juli 2019, Wisuda Purna Bhakti, Senin 1 Juli 2019
Pengabdian Polri Kepada Masyarakat, Meliputi : Bakti Kesehatan, Yaitu ; Operasi Bibir Sumbing, Tgl 17-19 Juni 2019, Donor Darah, Tgl 27 Juni 2019, Bakti Lingkungan, Yaitu : Kerja Bakti Ditempat Ibadah Baik Masjid, Gereja, Vihara, Pura dan tempat lainyang dimulai tanggal 21 Juni 2019, Bakti Sosial di Lokasi Banjir Kab. Morowali, Dengan Kegiatan Kerja Bakti, Pengobatan Gratis dan memberikan Bantuan Sosial, Tanggal 21 Juni 2019. Bazaar Sembako Murah, Tgl 29 Juni 2019
Anjang Sana Ke Lokasi Panti Asuhan, Kediaman Tokoh Masyarakat, Kediaman Sesepuh Polri Dan Kediaman Pers Polri Korban Teroris di Parigi, tanggal 24 Juni 2019, Bedah Rumah, Tgl 17 Juni 2019 Pemeriksaan dan pemberian Kacamata kir gratis kepada 200 masyarakat yang membutuhkan, tanggal 24 Juni 2019, Sarasehan Tanggal 8 Juli 2019
Lomba-Lomba, Meliputi : Lomba Fotografi, tanggal 15 Juni sampai dengan 3 Juli 2019, Olah Raga Bersama yaitu Sepeda Santai, Jalan Santai, Senam Aerobic, Bazaar, Pembagian Doorprice dan Hiburan, Tgl 29 Juni 2019. Lomba panjat pinang dan tarik tambang, Tgl 30 Juni 2019. Kegiatan Pendukung : Melaksanakan Konferensi Pers dan Publikasi Hari Bhayangkara Ke-73 Tahun 2019, dilaksanakan Tanggal 8 Juli 2019.
Diharapkan momentum HUT ke 73, banyak harapan dan doa yang dipanjatkan. Salah satunya menciptakan Sulawesi Tengah tanpa kerusuhan, tanpa kekerasan, tetapi Sulawesi Tengah yang Cinta Damai. Budayakan Tertib Berlalu Lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, jangan biarkan dirimu mati sia-siadijalanan. Bersama kita perangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah, jangan takut untuk melapor Bijak bermedia sosial, tidak membuat dan menyebar hoax, saring sebelum share
Dengan selesainya pelaksanaan Pemilu 2019 tahap penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh KPU, marilah kita rajut kembali persatuan, mari kita bangun kembali Provinsi Sulawesi Tengah setelah terpuruk karena dampak bencana dan terpecah karena Pemilu 2019, salam tiga jari “Persatuan Indonesia“ Sulteng kuat Sulteng Bangkit,“isemapa maipi apa mompaka sangu rara kita”.
Setelah selesainya tahapan Pemilu 2019 oleh KPU dengan menetapkan Presiden / Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Polri kembali memiliki tugas untuk menggaungkan silaturahmi dan perdamaian, membangun dan merekatkan kembali ikatan persaudaraan di masyarakat agar semuanya dapat bersatu untuk bersama-sama membangun Indonesia, sebab polisi tidak hanya melindungi kekuasaannegara, tetapijugahadiruntukmelindungiseluruhmasyarakat.
Selain penanganan residu paska pemilu, ancaman keamanan nasional yang semakin luas, kompleks dan beragam akibat perubahan cepat global terus menuntut perhatian besar institusi Polri. Selain kejahatan siber, juga ada kejahatan trans nasional, kejahatan terorisme dan radikalisme, penyebarannarkoba, premanisme, pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas, kejahatan pada perempuan dan anak, penyelundupan danpencurian terhadap sumberdaya alam dan kerusakan lingkungan hidup, pengamanan pulau terluar dan wilayah perbatasan serta masih banyak lagi ancaman lainnya.
Selain itu, terus dilakukan percepatan penguasaan teknologi digital untuk mampu menjaga keamanan dari sisi siber, termasuk pengembangan teknologi digital forensik, teknologi berbasis IT dalam penegakan hukum dan penyelenggaraan pelayanan publik. Dengan pendekatan profesionalisme dan modernisasi tersebut, kedepan tentunya kepercayaan masyarakat akan semakin besar dan bersimpati kepada Polri. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.