Camat Parigi Akui Bawa Makanan di Pengungsian Kabonena

- Periklanan -

PARIMO – Kasus keracunan makanan yang terjadi di posko pengungsian Kabonena dan Tipo mendapatkan penjelasan dari pihak Camat Parigi, Idam Baho.
Dikonfirmasi Radar Sulteng, Idam Baho, mengakui memang pada saat itu pihaknya membawa bantuan berupa nasi bungkus di posko induk Kabonena.

Kata Idham, bantuan tersebut dimasak di Parigi, kemudian diserahkan kepada relawan yang ada di Posko Kabonena. Ia mengaku hanya sebatas membawa makanan tersebut sampai di Posko. Setelah itu penanganannya oleh relawan, bukan staf kecamatan.

Makanan tersebut didroping pada pukul 9.00 Wita. Sementara, informasi tentang adanya korban keracunan makanan, diterimanya sekitar pukul 14.00 Wita, dari koordinator posko Kabupaten Parimo yang ada di Kabonena.

“Kalau makanan siang itu berarti bukan dari Kecamatan Parigi. Karena makanan yang kita bawa itu jam 9.00 Wita. Sedangkan informasi keracunan pada pukul 13.00 Wita,”ujarnya.

Artinya, apabila makanan tersebut dikonsumsi pada pagi hari, minimal setengah jam setelah dikonsumsi sudah bereaksi. Idham juga mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Palu.

“Saya baru kemarin ditanya penyidik. Saya jelaskan seperti itu. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan kepada Renaldi (koordinator posko),”jelasnya.

- Periklanan -

Renaldi yang belakang diketahui sebagai pihak yang mengkoordinir bantuan dari Parimo di posko Kabonena, ketika dikonfirmasi mengakui memang sudah biasa mengantarkan bantuan ke Kabonena dan Tipo.

Terkait dengan insiden tersebut pihaknya mengaku bahwa bantuan itu bukan atas nama pemerintah melainkan pribadi yang kebetulan berasal dari kecamatan Parigi. Karena itu dari Parigi, sehingga dibawa ke Kabonena, sebab posko Parigi berada di Kabonena.

“Bantuan itu dibagikan oleh relawan,”kata dia.

Menurut Renaldi, makanan yang berjumlah kurang lebih 200 bungkus tersebut dibagikan pada pukul 9.00 wita. Tapi sebelum dibagikan, makanan tersebut dicicipi terlebih dahulu.

Setelah dikonsumsi, tidak ada yang mengalami keracunan. Sementara korban keracunan diperkirakan sekitar pukul 14.00 Wita, sesuai informasi yang ia terima.

“Sebelum dibagi-dibagi dimakan dulu. Tidak ada apa-apa, bahkan ada anak-anak yang sempat makan,”ungkap Renaldi.

Sementara itu, menyikapi insiden tersebut Sekkab Parimo, H Ardi Kadir Spd MM, bahwa penanganan pengungsi yang dilakukan oleh Pemkab Parimo sebenarnya sudah sejak lama pindah dari Kabonena ke wilayah Salua, kemudian pindah lagi Desa Bangga, Kabupaten Sigi. (Iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.