Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Camat Akan Undang Seluruh Warga Terdampak Banjir

//Bicarakan Relokasi dan Sampaikan Hasilnya ke Bupati

PALU – Camat Dolo Selatan, Jalil, SP, mengaku sedang berupaya untuk mengumpulkan warga yang terdampak bencana banjir bandang. Agenda pertemuan, untuk membicarakan rencana relokasi warga ke tempat yang lebih aman.
“Saya dengar, warga tidak mau pindah. Mereka tidak mau jauh dari rumahnya. Sementara pemerintah, inginkan agar warga direlokasi. Makanya perlu ada pertemuan dengan seluruh warga,”kata Jalil, ditemui di Posko Induk Penanggulangan Banjir di Desa Bangga, Rabu kemarin (1/5).
Termasuk yang akan dibicarakan kata Jalil, jika warga sudah mau direlokasi, maka pemerintah sudah harus berpikir lokasi yang akan dijadikan tempat hunian warga. Termasuk konsekuensinya lainnya, jika memang warga ingin pindah.
“Insya Allah hasil pertemuan dengan warga, akan saya sampaikan ke Pak Bupati secepatnya,”tambah Jalil.
Sementara itu, terkait penanganan pascabencana, menurut Jalil bahwa sampai dengan sore kemarin, bantuan, baik Sembako, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan lainnya, terus mengalir ke Desa Bangga. Bantuan tersebut, ada yang berasal dari Ormas, Komunitas, instansi, jamaah, hingga bantuan yang sifatnya personal.
“Alhamdulillah, bantuan sudah banyak. Yang masih sangat dibutuhkan oleh warga, air bersih untuk keperluan sehari-hari. Baik mandi, mencuci, maupun untuk keperluan lainnya. Kalau air minum, sudah cukup,”katanya lagi.
Jalil bersama instansi terkait lainnya, kemarin tampak sibuk mengatur lalulintas bantuan yang datang ke Bangga. Katanya, bantuan perlu diatur, agar dalam proses pendistribusiannya bisa merata dan tidak tumpang tindih.
“Kami berharap pengertian dari para donatur, bagusnya bantuan disalurkan ke Posko Induk, nanti kami yang distribusikan. Kalau langsung ke pengungsi, nantinya khawatir ada yang dapat double, ada yang tidak kebagian,”tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, Roland Franklin, SSTP, MSi, mengatakan bahwa sampai dengan Rabu kemarin (1/5), belum banyak keluhan dari para pengungsi. Namun diperkirakan, lima hari atau enam hari pascagempa, mulai ada pengungsi yang mengeluh sakit.
“Untuk mengantisipasi, stok obat yang ada pada kami, sampai saat ini masih mencukupi,”katanya.
Selain antisipasi stok obat, juga diatur soal Sumber Daya Manusia, baik tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang stand by di lokasi bencana. SDM kata Roland, diambil dari seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Sigi, yang daerahnya tidak terdampak bencana. Para Nakes dan tenaga dokter, secara bergantian bertugas di Posko Kesehatan yang ada di Desa Bangga.
“Hasil pendataan sementara yang kami lakukan. Di antara para pengungsi itu, terdapat 26 ibu hamil, bayi 57 orang dan 152 Balita,”sebutnya.

Sementara itu, hujan lebat yang mengguyur Desa Bulili, dari pukul 06.30 Wita, dan pukul 16.00, pada Selasa (30/4), menyebabkan Sungai Bulili pun meluap, yang mengakibatkan enam rumah terendam air, di Desa Bulili, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Dari hasil assesment yang dilakukan Tim Muhammadiyah Disaster Managemen Centre (MDMC) Sulteng,
dari enam rumah yang tertimbun material banjir, satu rumah yang paling parah, material lumpur dan pasir, merendam rumah, sekitar 40 cm, yakni rumah milik Ruslan, yang paling dekat dengan lokasi sungai.
“Sebelumnya, kami sering kebanjiran, tapi hanya sampai di depan rumah. Namun, banjir yang datang hari Selasa, lebih parah,” ujar Ruslan, salah satu warga di Bulili, sebagaimana dikutip Ketua MDMC Sulteng, Muhammad Misbahuddin SPd.
Ruslan, menambahkan, saat ini, dia dan keluarganya kehilangan kasur, selimut dan beberapa pakaian. Dan juga sangat membutuhkan pasokan air bersih, karena fasilitas air bersih, terendam lumpur dan airnya keruh, meskipun banjirnya sudah agak surut.
Saat ini, warga Desa Bulili melakukan kerja bakti, untuk membersihkan selokan desa, dan badan jalan desa, yang tertimbun pasir dan lumpur, agar kendaraan bisa lewat, dan saat luapan air datang, kondisi selokan tidak mengalami pendangkalan lagi.(hnf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.