Calon Jamaah Umrah Abu Tours Datangi Kemenag Sulteng

- Periklanan -

PALU – Calon Jamaah Umrah Abu Tours mendatangi  Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam rangka mengkoordinasikan dan memediasi kembali mengenai tuntutan mereka ke Travel Umrah dan Haji Abu Tours Cabang Palu yang diduga telah melakukan penipuan.

Jamaah Umroh yang merasa dirugikan oleh Abutours hadiri pertemuan di kantor Perwakilan Kemenag Sulteng, Selasa (20/2). (Foto: Wahono)

Hingga saat ini jamaah Umrah belum mendapatkan kepastian untuk berangkat umrah yang dijanjikan berangkat di tahun 2018. Puluhan Jamaah itu diterima di aula Kanwil Kemenag Sulteng, Selasa (20/2) kemarin.

Kepala Seksi Informasi Haji, Arifin menjelaskan kepada wartawan, hasil dari pertemuan tersebut memberikan dua opsi kepada calon jemaaah. Ada pun opsi yang sudah disepakati, yaitu calon jamaah apabila ada biaya penambahan secara proporsional dan untuk alokasi dana tambahan harus dilakukan secara transparan dan untuk opsi yang kedua calon jamaah meminta agar uang yang mereka setorkan itu kembali seratus persen.

“Apabila tidak dikembalikan maka jalur hukum adalah satu-satunya jalan,” tuturnya kepada media.

Lanjut, Arifin pihaknya akan menyusun draft surat yang akan dikirimkan ke Abu Tours sesuai hasil dari pertemuan hari ini dan para calon jamaah akan bertanda tangan.

- Periklanan -

Sementara itu informasi yang diterima Arifin dari salah satu rekannya yang ada di Makassar mengatakan bahwa kantor Abu Tours sudah diberi garis polisi.

Kemenag Sulteng melalui Arifin mengimbau agar semua masyarakat khususnya di Sulteng apabila ingin daftar Umrah atau haji mohon kiranya tidak memalui perantara, langsung saja datang ke kantor kementerian agama. “Minimal menanyakan kepada kami, travel mana yang menjadi rekomendasi,” tutupnya.

Salah satu calon jamaah, Amiruddin mengatakan sudah ada beberapa persiapan untuk melaksanakan ibadah umrah seperti pemeriksaan kesehatan dan persiapan lainnya. “Ada teman-teman yang sudah ambil cuti karena ada yang dijanji akan berangkat pada tanggal 17 Januari 2018, bahkan ada juga teman-teman kopernya sudah dititip di Abu Tours,” tandasnya.

Amiruddin juga membenarkan, ada dua opsi yang akan ditempuh para calon jamaah dan akan dibuat secara tertulis kemudian dikirim ke pihak Abu Tours. Memberikan waktu tertentu untuk menjawab surat yang dikirimkan, apabila surat tidak dijawab maka pihaknya akan melakukan gugatan Perdata kepada pihak Abu Tours.

“Uang saya satu tahun sudah disana, karena dijanji berangkat pada awal tahun ini. Sementara saya bayar untuk 4 orang keluarga,” tegasnya.

Draft surat yang memuat hasil pertemuan, dua opsi yang diberikan calon jamaah ke Abu Tours, akan ditandatangani perwakilan calon jamaah dan disampaikan ke Abu Tours dengan tembusan ke Kemenag RI, DPR RI, DPRD Sulteng dan Polda Sulteng. (cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.