PERISTIWASULTENG

Cabor Tenis Meja Terancam Batal Ikut Porprov

Calvin Tawil (FOTO: ISTIMEWA)
Dilihat

PALU-Cabang olahraga (Cabor) tenis meja, yang merupakan salah satu cabor andalan Kota Palu dalam meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang akan dihelat di kota Luwuk Kabupaten Banggai pada medio November 2022, terancam batal berpartisipasi pada even tingkat provinsi tersebut.

“Bila kisruh ketiadaan kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sulteng terus terjadi, maka peluang cabor tenis meja Kota Palu terancam batal untuk mengikuti Porprov Sulteng tahun 2022 yang tuan rumahnya adalah kota Luwuk Kabupaten Banggai,” tegas Sekretaris Umum KONI Kota Palu, Calvin Tawil, kepada media ini di ruang kerjanya, Minggu (10/07/2022).

Menurut dia, bila kisruh PTMSI Sulteng yang sudah berlangsung cukup lama ini tidak segera diselesaikan induk olahraga tenis meja yaitu PB PTMSI melalui Tim Careteker PTMSI Sulteng yang telah dibentuk dan telah dibuatkan Surat Keputusan (SK) dan ditandatangani oleh Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi, maka peluang pencoretan cabor tenis meja ke Porprov di Luwuk besar kemungkinannya akan terjadi.

“Bila Tim Careteker PTMSi Sulteng yang beranggotakan tujuh orang dan diketuai Pak Mansyur Lakoro tidak mampu melaksanakan Musprov secepatnya, maka Cabor tenis meja saya usulkan dicoret dan saya selaku Sekum (Sekretaris Umum, red) KONI Palu berhak melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Seraya menambahkan, pencoretan itu semata-mata untuk menghindari keributan di kalangan atlet karena belum ada pengurus provinsi yang devinitif.

“Sikap tersebut akan kami lakukan, “ tegas Calvin Tawil, juga semata-mata melaksanakan arahan KONI Sulteng, yang menyebutkan bila ada cabor yang tidak mempunyai kepengurusan devinitif di tingkat provinsi maka cabang tersebut dapat dicoret keikutsertaannya ke Porprov Luwuk.

Oleh karena itu, Calvin Tawil yang sudah menjadi pengurus KONI Kota Palu lebih lima tahun tersebut, mengatakan pencoretan tidak akan dilakukan, bila kepengurusan PTMSI Provinsi cepat terbentuk.

“Artinya, Tim Careteker yang beranggotakan tujuh orang segera mempersiapkan Musprov dan waktunya sebelum pertengahan Agustus 2022 ini,” ucapnya.

” Bila Musprov lewat bulan Agustus baru terlaksana, maka dengan terpaksa saya akan mencoret Cabor tenis meja Kota Palu menuju Poprov Luwuk, ” tandasnya.

Ketujuh nama careteker PTMSI Sulteng yang ditunjuk langsung ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi dalam bentuk SK Nomor: 14 Tahun 2022 yang ditetapkan di Jakarta 20 April 2022, yakni Mansyur Alfianto Lakoro (ketua careteker), Zulkarnaen Ottoluwa, SH., M.Si (Sekretaris), Machmud (Bendahara), Anton Azis Nuhu, SE, (anggota), Mulham Alwy, S.Si (anggota), Antasari Hoting (anggota) dan Moh. Randhy Ramadhan (anggota).

Dalam SK tersebut, dijabarkan secara jelas bahwa tugas utama Tim Careteker hanyalah melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) Sulteng PTMSI untuk memilih Ketua Umum Pengprov Sulteng masa bakti 2002–2026. Pada SK tersebut, Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay hanya memberi tugas kepada tujuh orang careteker untuk melaksanakan Musprov PTMSI Sulteng selama enam bulan mulai sejak ditetapkan yaitu 20 April 2022 hingga 20 Oktober 2022.

Disebut Calvin, batas waktu yang diberikan pihak KONI Kota Palu terhadap Tim Careteker melaksanakan Musprov paling lambat pertengahan Agustus 2022 ini dengan alasan karena pada bulan tersebut sudah masuk pada Rapat Kedua kepanitiaan Porprov di Luwuk.

“Sesuai agenda Porprov Luwuk bahwa tahapan pertama yang kami sebut Rapat pertama yaitu Technical Deligate/TD dan Chef Demention/CD Porprov ke-19 Sulteng tahun 2022 yang dilaksanakan di Hotel Santika kota Luwuk tanggal 25-26 Juni 2022,” tuturnya.

Menurutnya, pada tahapan ini salah satu agendanya adalah semua cabor menyampaikan secara teknis tentang kesiapan dan kegiatan apa yang akan dilakukan pada saat pertandingan/perlombaan dari 24 cabor tersebut dan dibuat dalam bentuk pedoman yang kita sebut handbook masing-masing cabor.

Untuk kepastian keikusertaan cabor pada Porprov di Luwuk, kata dia, dipastikan pada saat tahan Rapat kedua yang direncanakan akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2022.

“Tahapan pada tanggal 22 Agustus mendatang adalah memasukan nama cabor yang akan ikut berpartisipasi dalam Poprov dan pada tahapan itu biasa kami sebut entry by number dan dilakukan melalui sistim,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan, Calvin mengatakan, para atlet tenis meja di Kota Palu tidak perlu resah adanya sikap KONI Palu yang menyiapkan sanksi kepada cabor tenis meja untuk batal diikutsertakan ke Luwuk.

“Rekan atlet tenis meja tetap saja berlatih, sebab saya secara tidak sengaja sudah ketemu dengan Ketua careteker PTMSI Sulteng Pak Mansyur Lakoro di kantor PB PTMSI di Jakarta. Bahwa janji Pak Mansyur Lakoro, Musprov di Sulteng akan dilaksanakan pada bulan Juli ini, setelah Musprov Gorontalo selesai dilakukan,” bebernya, Senin (04/07/2022).

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari kantor KONI Sulteng menyebutkan bahwa belum ada surat resmi dari careteker PTMSI Sulteng yang meminta jadwal pelaksanaan Musprov pada Juli 2022.

“Sampai sekarang belum ada info yang masuk ke KONI Sulteng tentang pelaksanaan Musprov PTMSI,” demikian sumber dari KONI Sulteng yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, kalangan atlet tenis meja Kota Palu juga mendesak agar pelaksanaan Musprov segera dilaksanakan agar pemain tenis meja di daerah ini tidak rugi karena batal berpartisipasi di ajang Porprov Luwuk.

“Permintaan kami hanyalah sederhana, bahwa amanah yang telah diberikan Pak Ketua Umum PB PTMSI yaitu Pak Peter Layardi Lay kepada tujuh rekan-rekan kami, silakan dilaksanakan,” ujar Husen, salah satu atlet tenis meja Kota Palu.

Dia mengatakan, sanksi yang akan diberikan KONI Kota Palu untuk melakukan pencoretan cabor tenis meja tidaklah segampang membuat coretan di atas kertas. Sebab Sekum KONI Kota Palu, Calvin Tawil, sudah memberikan kunci jawabannya.

“Pelaksanaan Musprov terselenggara cepat di bulan Juli ini, sesuai janji Pak Mansyur Lakoro (ketua caretaker, red) dan kepengurusan PTMSI periode 2022-2026 terbentuk sebelum 22 Agustus 2022, tahapan memasukan nama cabor di ajang Poprov. Apakah Sekum KONI Palu, ada alasan mencoret. Kan, jawabannya tidak,” ucap Husen, sembari mengatakan,” kan kunci jawabannya sudah jelas, semua tergantung niat dan itikad baik dari careteker yang berjumlah tujuh orang.

Apakah mau menyediakan jawaban yang ditunggu KONI Palu atau memang dengan terpaksa KONI Kota Palu mencoret keikutsertaan cabor tenis meja di Porprov Luwuk sebagai akibat tim careteker tidak segera melaksanakan Musprov.

“Semuanya kita serahkan ke tim tujuh Careteker, karena disana ada perwakilan teman-teman sesama atlet tenis meja Sulteng,” demikian Husen.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.