Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

BWSS III Terkesan Masa Bodoh

Jalur Kulawi Terputus Lagi, Bina Marga Minta BWSS III Segera Merespons

SIGI – Banjir bandang untuk ketiga kalinya, Sejak April lalu kembali menerjang wilayah bagian selatan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak Minggu malam, 26 Mei 2019, air bah merendam permukiman warga di Desa Tuva. Terjangan banjir itu juga memutus jalur transportasi Palu – Kulawi di Desa Omu.

Jalur ini merupakan urat nadi satu-satunya untuk transportasi barang dan jasa di empat kecamatan di wilayah bagian selatan Kabupaten Sigi. Jalur ini menghubungkan wilayah Kota Palu, Ibukota Provinsi, wilayah bagian Utara Sigi dengan Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro.

Wilayah ini boleh disebut sebagai daerah langganan banjir. Saban tahun terjangan air bah menghantam permukiman, merendam kebun-kebun warga setempat dan memutus jalur transportasi. Pasca gempabumi bermagnitudo 7.4 Skala Richter pada 28 September 2018 lalu pun jalur ini terputus hampir sepekan. Setelah itu disapu oleh banjir bandang berkali-kali.
Pihak terkait yang seharusnya menangani normalisasi sungai Balai Wilayah Sungai Sulawesi III terkesan masa bodoh dengan kondisi banjir yang terus menggerus jalan dan pemukiman warga.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar kepada Radar Sulteng menyebutkan tim kerjanya akan mulai bekerja besok untuk kembali membuat jalan baru di jalur Omu – Tuva – Salua. Dinas Marga mengfokuskan kerja mereka untuk pembenahan jalur itu sejak pasca gempabumi 28 September 2018 sampai dengan hari ini.

Namun, Syaifullah menyayangkan kurangnya perhatian dan belum ada respons dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III untuk penanganan Wilayah Sungai Palu – Lariang yang hampir segaris dengan jalur Omu – Tuva – Salua.

“BWS sepertinya tidak ada kepedulian sama sekali atas penanganan banjir itu. Kita sudah berulang-ulang membenahi jalan, dan terus menerus pula dihantam banjir sepanjang Omu – Tuva – Salua. Tapi BWS tidak menangani sungainya, ya, percuma saja kerja kita,” sebut Syaifullah.

Menurut dia, penanganan Wilayah Sungai Palu – Lariang adalah kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam hal ini BWSS III.

“Jadi, Selasa (28/05) jalur Omu yang terputus kita lebarkan lagi. Tapi kalau Sungai tidak ditangani, datang hujan putus lagi jalan itu,” kata dia sedikit kesal.

Sesuai penyampaian Syaifullah, ia sudah melaporkan kondisi setempat namun tidak ada respon dari BWSS III.

Sementara itu, Kepala BWSS III, Yusuf Tambing menjawab soal penanganan Wilayah Sungai Palu – Lariang mengatakan timnya sedang menginventarisir. “Tim kami sudah menginventarisir yang prioritas harus didahulukan karena memang sungainya panjang yang harus ditangani termasuk juga di Sungai Ore, Bangga,” katanya.

Terkait penanganan sungai di sepanjang Omu – Tuva – Salua, menurutnya dilakukan per titik.
Dari pantauan media dan berdasar penyampaian Syaifullah, di jalur tersebut utamanya di Omu belum ada penanganan yang dilakukan oleh pihak BWSS III. (*/awl)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.