Butuh Sebuah Solusi untuk Pemberdayaan Petani Sekitaran Danau Poso

- Periklanan -

PALU-Anggota DPRD Sulteng, Ir. Sonny Tandra, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Poso, Tojo Unauna (Touna), Morowali, dan Morowali Utara (Morut), mengatakan mengenai penanganan tergenangnya sawah di sekitar Danau Poso dirinya harus meluruskan sebuah pernyataan dari warga Poso, bernama Pendeta (Pdt) Yombu Wuri, yang ditayangkan di media social (medsos) Facebook, edisi 9 September 2021.

Dalam klarifikasinya Sonny Tandra mengatakan, sejak awal tergenangnya sawah di sekitar danau, yang menyebabkan masyarakat tidak dapat mengolah sawah serta adanya hewan ternak yang mati karena areal penggembalaan tergenang, saya mulai berpikir pasti ada yang salah dan perlu solusi.

“ Oleh sebab itu saya mulai mengumpulkan data dan informasi, maupun regulasi terkait danau, baik pemanfaatannya, maupun upaya penyelamatannya. Bukti kesungguhan saya mencari solusi, saya telah mengalokasikan dana aspirasi tahun 2021 untuk kajian penyebab kenaikan air danau yang tidak surut dalam jangka panjang, agar saya bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat berdasarkan kajian ilmiah/scientific sekaligus mendapatkan rekomendasi langkah-langkah solusi (sayangnya OPD tidak dapat melaksanakan karena berbagai kendala teknis), “ papar Sonny.

Dikatakannya, bahkan dirinya pernah berkunjung ke kediaman Pdt. Wuri pada 14 Mei 2021 dalam rangka minta data, saran/masukan. Pdt. Wuri mengirimkan informasi narasi sekitar 3 lembar. Walaupun narasi dari Pdt. Wuri tidak mencantumkan data apapun, namun tetap memperkaya saya dari segi historis Danau Poso sangat penting nilainya.

“ Saya sebagai bagian orang Poso yang lahir dan besar di Poso juga merasakan apa yang menjadi keresahan Pdt. Wuri dan saudara-saudara saya masyarakat di sekitar Danau Poso. Namun saya harus melihat permasalahan dari semua sisi, baik dari sisi masyarakat, pemerintah, maupun dari sisi Poso Energi, “ ujarnya.

“ Saya tidak ada kepentingan pribadi dengan pihak Poso Energi. Masyarakat Poso termasuk Poso Energi merupakan pihak yang sama-sama saya wakili (baik yang memilih saya ataupun yang tidak memilih saya). Saya bekerja berdasarkan aturan, dan itu adalah kewajiban saya, “ tegas Sonny.

Dijelaskannya, jika Pdt. Wuri atau siapa saja memiliki data adanya pelanggaran Poso Energy di wilayah Danau Poso, harap siberikan kepada Ketua Komisi III DPRD Sulteng ini, agar dirinya dapat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulteng secara terbuka.

Menurutnya, dengan data yang jelas akan membantu terjadinya komunikasi dan diskusi yang dapat dipertanggungjawabkan, demi mencari solusi yang nyata.

“ Tujuan dari kunjungan saya adalah untuk berdiskusi, sekalian mencari solusi. Semua orang bebas memberikan pendapat, tetapi alangkah bijaknya jika kita tidak menghakimi. Berikanlah contoh yang baik bagi generasi yang lebih muda dari kita untuk lebih santun dalam berkata-kata dan berkomentar. Marilah kita memanfaatkan media sosial secara bijak untuk saling membangun untuk kebaikan bersama. Pdt. Wuri saya sudah kenal baik sejak lama, dan saya sangat menghormati beliau, yang pernah menjabat Gembala Jemaat GKST Imanuel Palu, “ ujar Sonny.

Karena itu, Sonny Tandra menghargai perjuangan Pdt. Wuri atas keprihatinan terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat seputar Danau Poso. Sonny pun setuju jika masalah ini harus mendapatkan solusi, karena itu juga yang menjadi perjuangannya.

- Periklanan -

“ Saya tegaskan bahwa perjuangan kita sama. Kita sama-sama terbeban dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar danau. Semua pihak termasuk saya dan Pdt.Wuri bertanggung-jawab untuk menyelesaikan dan mendapatkan solusi melalui mekanisme yang tepat, tanpa provokasi apalagi menggiring opini, “ tambahnya lagi.

Sonny Tandra juga menjelaskan kronologis kunjungan dan pertemuan dengan Pdt Wuri pada Kamis (3/9) di Tentena Poso, untuk kegiatan sosialisasi Perda No.04 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Danau. Sonny kemudian diminta untuk meninjau langsung ke lokasi. Pada 5 September Sonny meninjau lokasi di Toinasa, Salukaia, dan Meko. Mengajak Poso Energi dalam kunjungan tersebut, agar bisa mendengarkan langsung keluhan dari masyakat dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Sehingga pihak Poso Energi dapat membantu memikirkan solusi terbaik (jika pihak Poso Energi bersedia).

“ Saat melihat lokasi ada pemikiran saya bahwa salah satu solusi adalah membangun kolam untuk budidaya ikan pada lahan sawah yang tergenang. Dasar pemikiran saya adalah bahwa usaha budidaya ikan bisa lebih menguntungkan dari usaha padi sawah. Hal ini berangkat dari data Nilai Tukar Petani (NTP Perikanan) lebih tinggi dari Nilai Tukar Petani (NTP Pertanian). Desa Toinasa dan Desa Salukaia akan menggelar rapat untuk membahas saran saya. Sementara untuk Desa Meko saya tidak memberikan saran, karena mereka sudah menempuh jalur hukum menggugat Poso Energi. Saya menghargai apapun pendapat masyarakat, saya hanya bisa menyampaikan apa yang menurut saya baik, pilihan ada pada masyarakat, “ paparnya.

Selanjutnya kata Sonny, setelah membaca berbagai referensi tentang Danau Poso, agar memahami dan dapat menyimpulkan dengan benar (ada baiknya juga jika semua pihak mengetahui agar paham duduk persoalannya), beberapa referensi, sebagai berikut, Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) yang disusun oleh KLH tahun 2013 Menguraikan tentang kondisi eksisting danau dan permasalahannya antara lain, berdasarkan hasil survey dan analisis Peta Citra Lansad 7 ETM ban 542 diketahui bahwa telah terjadi kerusakan sempadan Danau Poso yang mengakibatkan danau mengalami pendangkalan. Hal ini terjadi akibat degradasi lahan pada hampir seluruh bagian sisi tepi
Danau Poso, terutama pada DAS-DAS yang kondisinya telah rusak (DAS Kondina-Boe, Bancea/Panja, Meko dan DAS Saluopa-Mayakeli).

Pendangkalan yang terjadi cukup serius, dan diperkirakan telah mencapai luas 7.072,64 helktare (19,28 persen) dari luas Danau Poso atau sekitar 36.677 hektare dengan kategori dangkal ataupun agak dangkal. Pendangkalan ini telah membuat kapasitas tampung air pada Sungai dan danau Poso menjadi berkurang, sehingga airnya mudah meluap pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan waktu yang lama. Data Germadan menyebutkan bahwa kerusakan sudah terjadi secara berkelanjutan sejak lama. Bukankah ini merupakan hal yang perlu kita pedulikan juga?

Sonny lalu memaparkan pula beberapa regulasi dalam klarifikasinya, yaitu Perda Provinsi Sulawesi Tengah No 04 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Danau: Pasal 22 (1) Setiap orang dilarang menguasai wadah air danau dalam bentuk apapun.

Perpres No. 60 Tahun 2021 Tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional
Pasal 1 : Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan Poin 5. Penyelamatan Danau Prioritas Nasional adalah upaya untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi dan fungsi
badan air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau sehingga
bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No 28 Tahun 2015
Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau:
Pasal 12: (1) Garis sempadan danau ditentukan mengelilingi danau paling sedikit berjarak 50 meter dari tepi muka air tertinggi yang pernah terjadi. (2) Muka air tertinggi yang pernah terjadi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi batas badan danau. (3) Badan danau sebagaimana dimaksud pada ayat (2), merupakan ruang yang berfungsi sebagai wadah air.

Pasal 20 ayat (1) Dalam hal berdasarkan hasil kajian sebagaimana dimaksud pada Pasal 18 ayat (1), menunjukkan terdapat bangunan dalam sempadan danau maka bangunan tersebut dinyatakan dalam status quo dan secara bertahap harus ditertibkan untuk mengembalikan fungsi sempadan danau. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak berlaku bagi bangunan yang terdapat dalam sempadan danau untuk fasilitas kepentingan tertentu yang meliputi: e. prasarana pariwisata, olahraga, dan keagamaan;
g. bangunan ketenagalistrikan.

“ Setelah membaca regulasi di atas, pertanyaannya adalah apakah persawahan dan tempat penggembalaan ternak yang telah tergenang air sekarang berada di luar area badan danau, atau malah berada di dalam badan danau? Demikian klarifikasi saya, semoga semua kontroversi terkait Danau Poso dan Poso Energi bisa terselesaikan, dan semua pihak dapat diuntungkan, “ pungkas Sonny Tandra.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.