Buol Ekspor Perdana 23 Ton Jagung

- Periklanan -

Pengiriman jagung dari gudang penampungan di Buol menuju kapal kontainer di Tolitoli. (foto: Rustam Baculu)

BUOL-Untuk mengatasi gejolak harga komoditi jagung di pasaran yang akhir-akhir ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol merekomdasi Perusahaan Daerah (Perusda) untuk turun melakukan pembelian jagung ke desa-desa, agar petani tetap semangat untuk mengembangkan tanaman yang menjadi primadona menuju  kesejahteraan.

”Kami dari Perusda sekarang sudah mulai melakukan pembelian semua hasil produksi tanaman petani, utamanya jagung, ” ungkap Dirut Perusda Buol, Mahmud Laopo,  Jumat (21/4).

- Periklanan -

Permintaan pasar di Surabaya untuk komoditi ini cukup tinggi, di sisi lain petani di daerah diperhadapkan dengan regulasi murahnya harga beli di pasar bayangan. Karena itu Pemkab Buol dengan program pengembangan tanaman jagung besar-besaran terus berupaya agar petani tidak resah dan merugi.

Patokan harga dasar yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 3.150 tahun 2017 belum diberlakukan secara menyeluruh ke petani, sehingga kesempatan itu menjadi peluang besar bagi para tengkulak untuk mengocok harga seenaknya demi meraup keuntungan yang lebih besar.

”Kurang lebih 160 ton terkumpul selama dua minggu, kami melakukan intervensi pembelian jagung petani di desa-desa, ” ujar Mahmud.

Dia mengatakan sesuai MoU dengan Kementerian Pertanian RI target pertama Perusda tahun ini bisa menggenjot 2.000 ton untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Sebanyak 23 ton pengiriman perdana ke Surabaya, dan itu sudah masuk kapal kontener dalam perjalanan laut, melalui pelabuhan Dede Tolitoli.

”Harga beli jagung yang kami berlakukan lebih tinggi dari pembelian tengkulak di pasar. Intervensi ini dilakukan agar petani dapat menikmati hasil panennya dengan baik, ”tandas Mahmud.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.