Bunda Wiwik Bilang Negara Harus Hadir di Tengah Pandemik

- Periklanan -

PALU-Di acara penyerahan sembako DPW PKS kemarin, di momen peringatan HUT kemerdekaan RI yang ke 76, Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengatakan negara harus hadir untuk rakyatnya, karena sekarang lagi membutuhkan negara hadir.

“ Tidak dibutuhkan negarapun, negara harus hadir hari ini, “ kata Wiwik di sela-sela pembagian sembako di kantor DPW PKS Sulteng, Selasa (17/8).

Negara harus menyiapkan pangan kepada rakyat, karena mereka harus mengalami PPKM sekarang. Tidak harus meminta ke negara. Negara hadir menemui rakyat untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Apalagi bagi yang sudah terpapar. Ini harus menjadi perhatian.

Kemudian Satgas Covid-19 dari nasional, provinsi, daerah, harus selalu siap siaga. Rumah-rumah sakit yang harus memperhatikan kesehatan rakyatnya yang kemudian rakyatnya datang ke rumah sakit. Dan rumah sakit harus siap menerima mereka.

“ Obat-oabatan harus tersedia, dan mereka harus digratiskan, “ tegasnya.

Dijelaskan Wiwik, kemarin ada sudah disampaikan harus tersedia juga tempat-tempat isolasi terpusat. Seluruh daerah, bukan hanya Kota Palu. Alhamdulillah sudah berjalan. Tabung mulai seimbang antara kebutuhan rumah sakit sama kebutuhan yang diperlukan. Antara oksigen yang disiapkan dengan kebutuhan rumah sakit.

“ Saya selaku tim Pansus Pengawas penanganan Covid-19 Sulteng saya harus memantau di lapangan. Saya harus tau kondisi rumah sakit seluruh Sulawesi Tengah. Terutanma rumah sakit yang dikelola oleh provinsi, baik itu di RS Anutapura, dan RS Madani. Saya selalu menyampaikan pastikan oksigen tersedia, tetapi ada jawabannya ibu sebenarnya oksigennya tersedia, tetapi pengangkutannya yang kurang. Sekarang pengangkutannya sudah ada ditambah transportasinya, sudah siap semuanya, “ paparnya.

Bunda Wiwik juga mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. “ Alhamdulillah semua sudah teratasi dengan baik, sudah seimbang antara rumah sakit dengan oksigen yang tersedia, “ ungkapnya.

- Periklanan -

Wiwik berharap, kedepan tidak bertambah lagi kasus positif Covid-19. Karena setiap rumah sakit ruang ICU-nya terbatas, karena itu dia mengimbau kepada masyarakat jangan nanti setelah parah baru masuk rumah sakit.

“ Ini yang bahaya lho. Karena biasanya dengar berita rumah sakit kurang memadai akhirnya dia tidak mau masuk rumah sakit. Maunya isoman mandiri, akhirnya ketika masuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi terpapar dan parah, “ tandasnya.

Bunda Wiwik akhirnya menilai, kerja-kerja dari tim Satgas Pansus Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah belum 100 persen on the track, tetapi mulai ada koordinasi.

“ Belum 100 persen sih, tetapi mulai ada koordinasi. Tetapi kalau strategi bersama sampai hari ini belum ada. Sudah mulai terbangun koordinasi antara provinsi dan kabupaten kota. Sudah ada WA grup dari Satgas, Pansus, maupun kabupaten dan kota untuk saling berkoordinasi, “ sebutnya.

Hasilnya dari koordinasi itu sudah bisa menjawab kebutuhan soal gas oksigen dan ada penambahan alat portable untuk membuat oksigen konsentrat, yang harus dimiliki oleh rumah sakit. Walaupun itu tidak banyak tetapi ini bisa membantu.

Dikatakannya, pihaknya juga berharap anggaran yang sudah direfocusing itu benar-benar digunakan jangan “dinganggurkan” ini tidak bisa. Kemudian juga pangan sudah mulai dari Kementerian (ini juga refocusing), yaitu untuk 100 ton disetiap kabupaten dan kota. Dan 200 ton yang dikelola oleh provinsi yakni Dinas Sosial, itu dari Kementerian Sosial.

“Tentunya banyak BLT-BLT yang tidak lewat pemerintah, yang langsung ke masyarakat. Tetapi yang lewat pemerintah adalah bantuan pangan. Itu salah satunya. Ini harus dimaksimalkan, “ ucapnya.

“ Kami juga telah meminta laporan di setiap daerah, mana proses distribusi pangannya. Setiap satu orang itu 10 kg, mudah-mudahan ini maksimal. Tetapi masyarakat juga harus proaktif. Mengingat Satgas di kelurahan sangat terbatas. Harus melapor, karena masyarakat harus diberi edukasi terus menerus. Kita harus merdeka. Merdeka dari semua keluhan itu, “ tandasnya.

Menurutnya masih ada setitik harapan, mimpi yang kita jaga. Masih ada cita-cita yang bisa kita bagikan. Kemerdekaan bukan sekadar ritual belaka, tetapi ajang membangun bangsa.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.