Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Buku yang Terabadikan secara Terhormat di 16 Perpustakaan Kelas Dunia

Sebuah Spirit, Kebanggaan dan Kehormatan untuk Tidak Berhenti Menulis) Dr. Syarif Makmur, M.Si *)

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TIGA karya tulis berupa buku yang terbit di tahun 2003, tahun 2004 dan tahun 2008 masing-masing, pertama Gagasan Pemberdayaan dan Partisipasi, sebuah konsep dan aplikasi untuk masyarakat lokal terbit tahun 2003. Kedua, Tolitoli di Awal Reformasi, catatan singkat seorang Bupati di era otonomi daerah, terbit tahun 2004. dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Efektivitas Organisasi, Fokus Kajian Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, terbit tahun 2008.

Buku yang pertama dan kedua diterbitkan oleh sebuah percetakan buku yang tidak punya reputasi dan sangat tidak terkenal bernama PT. Wahyu Press Jakarta, dan buku yang ketiga diterbitkan oleh penerbit yang sudah terkenal dan populer yaitu PT. Rajagrafindo Persada Jakarta. Kedua percetakan buku itu pun sekarang ini tidak memiliki arsip terkait buku-buku di atas.

Penulis tercengang, kaget dan ada perasaan bangga, karena ketiga buku di atas ternyata terabadikan secara terhormat di 16 (enam belas) perpustakaan ternama dunia, yaitu di Perpustakaan ISEAS Yosuf Ishak Institut Singapura, Perpustakaan Nasional Australia.

Selanjutnya berada di perpustakaan Amerika Serikat, yaitu Perpustakaan Manoa Hamilton Universitas Hawai Honolulu, Perpustakaan Universitas Washington, Perpustkaan Universitas UC Berkeley, dan Perpustakaan Universitas California Los Angeles. Perpustakaan Universitas Negeri Arizona, Perpustakaan Universitas Wisconsin Madison, Perpustakaan Universitas Cornell, dan Perpustakaan Universitas Ohio. Kemudian, Perpustakaan Universitas Leiden Belanda.

Yang sangat menarik, ternyata ke 16 perpustakaan ini mempublish dengan sangat detail tentang nama buku, nama penulis, nama penerbit, tahun kelahiran penulis, jenis buku dan kategorinya, jumlah halaman, dan seterusnya hingga info dan tanggapan publik atau mahasiswa di universitas ternama itu terkait buku tersebut.

Penghargaan intelektual, hak cipta dan kedudukan hukum intelektual sangat dihargai dan dihormati di negara Paman Sam itu. Bukan hanya penghargaan intelektual yang diberikan oleh mereka, tetapi di negara-negara yang maju dan modern itu mampu memposisikan seorang penulis buku secara terhormat dengan penuh kejujuran.

Penulis belum mendapatkan info dan data yang akurat apakah di lembaga-lembaga riset di Indonesia, perpustakaan-perpustakaan universitas ternama di Indonesia memiliki kemampuan secara detail untuk dapat mengabadikan hasil-hasil karya ilmiah dari putera-puteri terbaik bangsa dengan judul skripsi, tesis dan disertasi yang sudah sekian ribu bahkan ratusan ribu banyaknya seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Bahkan penulis sendiri merasa kecewa sewaktu meminta tesis penulis di perpustakaan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung untuk di fotocopy, karena penulis tidak lagi memiliki arsip tesis tersebut. Ternyata jawaban spontan dari petugas perpustakaan Pascasarjana Unpad Bandung itu cukup mencengangkan bahwa fisik tesis itu sudah dibakar karena terlalu banyak, kalau disertasi mah tetap ada, demikian ungkapan lugu petugas perpustakaan itu.

Penulis meyakini bahwa kondisi dan situasi seperti ini bukan hanya di Unpad Bandung tetapi hampir merata di perguruan tinggi lainnya di tanah air. Belum atau tidak adanya self of belonging, penghargaan terhadap karya ilmiah seseorang membuat Indonesia terus berada di urutan terbawah dari sejumlah negara di dunia dalam masalah riset dan penulisan buku.

Harus ada perubahan mindset dari semua penanggungjawab karya tulis ilmiah, terumata di kampus-kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dosen, mahasiswa, pembimbing dan para promotor untuk memberikan posisi terhormat terhadap hasil karya ilmiah para mahasiswa apapun hasilnya. Apalagi yang hasilnya memuaskan, sangat memuaskan hingga summa cumlaude. Penulis pun berterimakasih kepada google yang dapat mempublish karya-karya seseorang dengan dukungan data dan informasi yang akurat. Dengan fasilitas dan aplikasi yang sangat canggih, google dapat memunculkan dan memberi informasi berharga kepada para pengguna aplikasi google apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan.

Penulis terdorong dan termotivasi untuk menulis secara lebih baik dengan tema-tema yang berkaitan dengan kompetensi penulis di bidang ilmu pemerintahan, kebijakan publik, manajemen SDM, dan sosiologi pemerintahan. Karena google melalui websitenya telah memberikan kemudahan-kemudahan dalam proses penulisan hingga publikasi secara online dengan hasil dan kualitas terbaik dan secara cepat dapat dilihat oleh publik Indonesia bahkan dunia.

Publikasi secara online oleh 16 perpustakaan ternama dunia itu terhadap buku-buku saya terutama di perpustakaan Universitas Berkeley Amerika Serikat dan Universitas Leiden Belanda semakin mendorong dan memotivasi untuk selalu menulis apapun yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan.

You see you remember, you hear you forget dan you do you master. Demikian kata-kata bijak orang-orang yang sukses dan berhasil, yang bermakna bahwa lebih baik kita melakukan atau bertindak, hal itu jauh lebih baik dari pada tidak berbuat sama sekali. Tidak ada yang sempurna, malaikat sekalipun masih belajar matematika kepada manusia (Gus Baha, 2020), apalagi seorang penulis yang tentu memiliki keterbatasan ilmu pengetahuan, keterbatasan pengalaman, dan keterbatasan penalaran terhadap sebuah fenomena.

Menurut sahabat saya, Prof. Dr. Inu Kencana Safei, bahwa jika ide dan gagasan muncul dalam waktu kapan pun, segera bangkit dan tulis ide dan gagasan itu, karena jika dibiarkan akan hilang seketika dan membutuhkan waktu yang lama untuk ide itu datang kembali.

Hargai dan hormatilah orang-orang yang memiliki ilmu apalagi ilmunya itu telah disajikan dan dipublikasi melalui buku, media cetak atau media online.

Prof. Dr. Qurais Sihab pun membenarkan hal itu bahwa ide dan gagasan ataupun kreasi dan inovasi yang muncul dalam otak manusia adalah anugerah yang harus direspons secara cepat dengan MENULIS nya.

Menulis adalah sebuah kemampuan, kompetensi dan kapasitas yang diberikan oleh Allah SWT kepada seseorang dan harus dipergunakan secara benar dan baik. Banyak orang-orang cerdas dan hebat dalam bahasa lisan, tetapi tidak bisa mengakomodir kehebatannya itu dengan bahasa tulisan. Tetapi sedikit sekali orang-orang yang pandai menulis dengan baik dan benar, kemudian tidak dapat mengutarakan hasil tulisannya itu. CINTAI APA YANG KAMU LAKUKAN, DAN LAKUKAN APA YANG KAMU CINTAI.

*) Penulis adalah alumni Institut Sains dan Teknologi Akprind Jogyakarta.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.