alexametrics Bukti Petunjuk Akan Menjadi “Senjata” Maryani, Mengkerangkeng AB dan OA – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Bukti Petunjuk Akan Menjadi “Senjata” Maryani, Mengkerangkeng AB dan OA

Siapkan Pengacara dari Sebuah Pertolongan Tuhan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOUNA-Dugaan perselingkuhan serta nikah siri AB dan OA kian hari semakin menunjukan perkembangan yang signifikan dalam hal penanganan kasus pidana yang kini tengah ditangani oleh Polres Touna melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim).

Indikasi itu dapat dilihat pada progres laporan perkembangan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) 10 Agustus 2021 yang sebelumnya menyatakan belum menemukan keterangan saksi yang mendukung. Seharusnya dan semestinya penyelidik mengacu kepada yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) Nomor 854.k/Pid/1983 yang dapat menjadikan foto dan video kejadian penggerebekan dugaan perselingkuhan sebagai bukti petunjuk.

Olehnya, setelah pihak Polres Touna melakukan koordinasi dan konsultasi ke kejaksaan, maka pihak kejaksaan memberikan petunjuk kepada pihak Polres Touna untuk melakukan penambahan pemeriksaan saksi-saksi yang mendukung dugaan perbuatan perselingkuhan dan perzinahan tersebut, untuk selanjutnya dilimpahkan ke kejaksaan.

Adapun penambahan saksi-saksi dimaksud, dapat diprediksi adalah mereka yang selama ini patut diduga untuk diminta keterangannya namun belum pernah dipanggil. Tidak etis bila disebutkan di sini, biarlah itu menjadi kerja dari kuasa hukum Maryani Y.Rani, diyakin mereka (kuasa hukum) lebih paham.

Gerak cepat dari pihak Reskrim Touna (sekalipun menurut hitungan dari waktu kejadian 20 Mei 2021 sudah sangat terlambat), nanti setelah ada pemberitaan mengenai kasus ini di media massa pada 28 Juni 2021 baru kemudian pihak Polres Touna bergerak.

Namun menurut kalimat orang bijak bahwa lebih baik terlambat daripada tidak samasekali. Maka berselang tepat 10 hari berikutnya, terbit Surat Polres Touna Nomor : SP2HP/174/VIII/2021/Reskrim tanggal 20 Agustus 2021 yang pada intinya melaporkan kepada Maryani Y.Rani selaku pihak pelapor. Surat laporan tersebut juga memberikan gambaran dan informasi kepada publik bahwa kasus ini sedang dalam proses melengkapi/menyempurnakan menuju kepada pelimpahan ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diproses secara hukum lebih lanjut.

Dengan adanya bukti petunjuk (video penggerebekan AB dan OA) yang akan diangkat kubu Maryani, diprediksi, bahwa AB dan OA-pun tidak pernah menyangka kejadian penggerebekan tersebut akan menjadi seperti ini. Selain penggerebekan tersebut dari sisi waktu terjadi menjelang tengah malam serta tidak banyak warga yang mengetahui peristiwa penggerebekan itu, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan OA yang mengatakan biasa saja lea, ini bukan kasus korupsi atau narkoba.

Begitupun dengan AB yang awalnya menganggap kasus ini nantinya seiring dengan perjalanan waktu akan reda juga sebagaimana kejadian pada medio September 2019, sehingga AB sempat berkata kepada isterinya bahwa “siapa juga yang akan tolong kau”, dan perkataan AB itu diceritakan kembali oleh isteri AB Maryani Y.Rani ketika dilakukan konfirmasi terkait beberapa hal.

Belakangan AB dan OA terlihat gelisah dan panik untuk mencari strategi penyelamatan diri, kondisi tersebut dapat dibuktikan dengan usaha AB yang sangat terpaksa mencari dan memohon bantuan kuasa hukum, padahal yang dia lawan adalah isterinya sendiri, seorang ibu rumahtangga dengan latar pendidikan pas-pasan dan belum pula menggunakan/didampingi kuasa hukum. Berbanding terbalik dengan AB dan OA yang bergelar master (S2), dan tampil dipublik setelah didampingi kuasa hukumnya. Sungguh suatu pemandangan yang sangat kontras.

Jika melihat progres kerja Reskrim Polres Touna seperti itu, maka pemeriksaan tambahan saksi-saksi sesuai petunjuk JPU kepada penyelidik Polres Touna tidaklah membutuhkan waktu yang cukup lama, maka diprakirakan bulan depan sudah dapat disidangkan. Mudah-mudahan bisa secepatnya, karena diyakin pihak Polres Touna juga tidak ingin terbebani dengan masalah ini. Apalagi Kapolda Sulteng yang baru Rudy Sufahriadi sangat tidak suka bila ada jajaran dan bawahannya bekerja tidak professional, terlebih untuk hal-hal yang menyangkut ketidakadilan dan kedzoliman.

Mengenai pemeriksaan tambahan saksi-saksi sebagaimana petunjuk JPU kepada pihak Polres Touna, menurut Maryani Y.Rani ketika wartawan koran ini mengkonfirmasi kepadanya menyatakan bahwa hal itu akan diurus oleh Kuasa Hukum. Untuk diketahui bahwa pada 27 Agustus 2021 pukul16.30 Wita Maryani Y.Rani telah menandatangani Surat Kuasa untuk PH-nya, dan ketika wartawan ini melakukan konfirmasi lanjutan kepada kuasa hukum Maryani Y.Rani tentang hal itu, kuasa hukum tersebut menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini kami akan mempertanyakan langsung ke Kasat Reskrim Polres Touna. Menariknya lagi, Maryani mendapatkan bantuan jasa hukum dari tim Pengacara, berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya kami tanyakan pula kenapa kuasa hukum Mariani Y.Rani ini terkesan sangat tertutup, dijawab oleh kuasa hukum tersebut bahwa kami ini adalah bekerja untuk kepentingan klien. Kami ini bukan publik figur yang selalu tampil dihadapan publik agar dikenal oleh masyarakat. Kami bekerja dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak hukum klien.

Ketika ditanya lagi tentang materi apa saja yang akan dipersiapkan untuk memperjuangkan hak-hak hukum dimaksud, dijelaskan oleh kuasa hukum tersebut bahwa dalam waktu dekat ini selain mendampingi klien kami dipersidangan Pengadilan Agama Touna yang kedua 1 September 2021 nanti, kami juga tengah mempersiapkan beberapa gugatan terkait maladministrasi yang dilakukan oleh Pj. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Touna Syarif Lasawedi, yang terlalu banyak mengandung kesalahan mulai dari mekanisme tata cara sampai dengan substansi muatan Keputusan Bupati Touna Nomor : 848/171/BKPSDMDM/2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Pemberian Izin Melakukan Perceraian, serta beberapa pihak jika kami melihat ada indikasi yang tidak semestinya dilakukan yang pada akhirnya dapat merugikan kepentingan hukum klien kami.

Sebagaimana telah diberitakan oleh koran ini bahwa pada Rabu 25 Agustus 2021 kemarin, telah berlangsung sidang gugatan cerai talak di Pengadilan Agama Ampana Kabupaten Touna antara AB selaku penggugat dengan isterinya Maryani selaku tergugat.

Dalam sidang mediasi tersebut Hakim Ketua juga sempat mempertanyakan beberapa hal yang dianggap janggal, mulai dari telah habisnya masa berlaku kartu anggota advokat milik Ishak Adam sampai dengan mempertanyakan kepada AB ada apa yang dilakukan oleh dirinya dengan OA (berdua saja) di dalam rumah tersebut, sementara mereka berdua bukan pasangan suami-isteri yang sah.

Dari pertanyaan Hakim Ketua ini saja sudah terlihat jelas bahwa gugatan cerai talak yang diajukan oleh AB bernuansa “penyelamatan darurat”. Akan tetapi dia lupa bahwa pengaturan tentang perkawinan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), selain tunduk kepada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, juga harus mematuhi ketentuan perkawinan yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Secara tersirat di dalam Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil memperbolehkan seorang suami (berstatus PNS) pada keadaan tertentu boleh menikah lebih dari satu.

Namun pada Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil, khususnya di dalam Pasal 4 ayat (2), melarang seorang wanita Pegawai Negeri Sipil untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat, yang mana ketentuan itu tidak tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Selanjutnya diperoleh informasi bahwa pada hari sidang itu juga, tepatnya menjelang sore hari terlihat ada orang tak dikenal menggunakan mobil Avanza hitam memotret rumah yang ditempati oleh isteri AB Maryani Y.Rani bersama anak-anaknya, ada kemungkinan untuk mempersiapkan materi gugatan harta gono-gini diantara mereka.

Sepertinya, ada yang mungkin tidak dijelaskan secara detil oleh AB kepada kuasa hukumnya bahwa ada sebagian asset mereka berdua sudah dihibahkan kepada anak-anaknya, dan ingat aturan harta gono-gini ini sudah ada rumusan ketentuan penetapannya, AB bisa berharap apa dari harta gono-gini yang setelah dibagi ke isteri dan ketiga anaknya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.