Buka Muswil PPP Sulteng, Suharso Manoarfa Ingatkan Kadernya Kawal Pembangunan Sulteng

- Periklanan -

PALU – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke IX (sembilan) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Tengah usai digelar. Muswil kali ini terasa spesial karena dihadiri langsung Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfa, yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Muswil ke IX yang dibuka Suharso Manoarfa itu, di salah satu ball room hotel, bilangan Jalan Dewi Sartika, Minggu (23/5), menandai berakhirnya masa jabatan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Sulteng, yang dipimpin Abdul Rahman H Budding, periode 2016-2021. Dalam amanatnya, Suharso berpesan, seluruh Kader maupun pengurus terpilih PPP Sulteng nantinya, benar-benar ikut mengawal pembangunan.

Sebab menurut dia, saat ini, cek and balance kebijakan pemerintah belum terjadi sempurna. Hal ini, karena antara eksekutif dan legislatif yang memiliki kursi terbanyak di berbagai daerah, berasal dari partai yang sama. “Program antara pusat dan daerah pun, kadang tidak bisa sejalan. Contohnya, ketika kami di pusat memprogramkan penurunan stunting, namun di daerah menjabarkannya lain dengan malah menganggarkan program untuk membuat pagar Puskesmas,” tutur Suharso.

Untuk itu lah, kata dia, para kader PPP di daerah harus benar-benar terlibat mengawal pembangun. PPP sendiri kata dia, masih menjadi salah satu partai yang dikenal di Indonesia. Jumlah pemilih PPP di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa masih seimbang. “PPP juga merupakan parta yang mengalami fragmentasi sejak reformasi, dan memiliki kader terbanyak yang melahirkan sejumlah partai. Sehingga, saya yakin PPP tidak akan kehabisan kader yang benar-benar mewujudkan persatuan dan pembangunan,” sebutnya.

Khusus Sulawesi Tengah, Suharso pun memaparkan, kondisi perkembangan Sulawesi Tengah, dilihat dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) perkapita. Disampaikan Kepala Bappenas ini, PDRB Sulteng terbesar masih disumbangkan dari Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai. “Sebenarnya, PDRB kabupaten lain, selain Morowali dan Banggai masih bisa ditingkatkan, apalagi nanti di Morowali akan dibangun pabrik baterai,” ungkap Manoarfa.

Seluruh Kader PPP di Sulteng, juga diminta ikut terlibat membantu pemerintah, salah satunya mengampanyekan zero emisi. Di mana nantinya, bila pabrik baterai terbangun, otomatis kendaraan-kendaraan listrik, juga sudah bisa digunakan di daerah ini. “Kabupaten lain bisa mencari PAD lewat station charging, atau pengisian baterai (semacam SPBU),” jelasnya.

- Periklanan -

Apa yang dilakukan kedepan itu kata dia, sejalan dengan misi PPP, yakni merawat persatuan dengan pembangunan. Karena, menurut dia, jika tidak ada lapangan pekerjaan, sulit masyarakat diajak untuk bersatu. Dia pun tidak menginginkan ada Kader PPP yang menganggur. “Jika ada kepala daerah yang merawat persatuan dengan pembangunan dan mau menurunkan kemiskinan itu adalah patner kita,” tegasnya.

Lebih lanjut Suharso menyampaikan, mengaku siapa pun nantinya akan terpilih di Muswil ini, harus bisa membuat PPP Sulteng bisa lebih besar lagi. Dia juga berharap perolehan suara PPP di Sulteng bisa bertambah dibandingkan saat Pemilu 2019. “Kerja-kerja elektoral itu penting karena muaranya untuk kerja pembangunan. Mari kita merawat persatuan dengan pembangunan,” tandas Ketua Umum PPP di hadapan sejumlah kader PPP serta Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Dg Palabi serta Gubernur Sulteng Terpilih Rusdi Mastura yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Pemilihan Ketua DPW Diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat

SERAHKAN CINDERAMATA : Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi PPP, Fairus Husen Maskati menyerahkan cinderamata kepada anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Nurhayati yang juga istri Ketua Umum PPP.

Dikonfirmasi terpisah, Usai Muswil yang digelar hingga Senin (24/5) kemarin, Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi PPP, Fairus Husen Maskati, yang juga memprakarsai Muswil ini digelar, menyampaikan bahwa, banyak pemahaman dan pertanyaan keliru dari sejumlah kader, terkait siapakah Ketua Wilayah terpilih. Dia menegaskan, bahwa dari Muswil ini, memang belum ada Ketua Wilayah terpilih. “Karena Muswil Hanya Memilih anggota Formatur yang bertugas membantu DPP untuk menyusun komposisi pengurus PH DPW ke depan,” terang Fairus.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa Ketua Formatur pun, bukan berasal dari suara terbanyak, tapi ketua formatur itu secara otomatis adalah DPP PPP (ex. Officio). Dijelaskan Fairus, hal ini sesuai dengan petunjuk teknis tata cara pemilihan. “Jadi mari kita sama-sama berdoa, semoga DPP PPP dapat memilih Ketua DPW PPP Sulteng yang terbaik, dan membawa perubahan PPP kedepan. Pemimpin yang santun, bukan yang mempertontonkan sikap arogansinya. Pemimpin yang pandai-pandai berkaca diri,” paparnya.

Perlu juga dipahami kata dia, dalam Musyawarah Wilayah itu, merupakan demokrasi terpimpin. Mengapa seperti itu? Karena demokrasinya adalah pemilihan formatur. Sedangkan terpimpinnya, karena Ketua Formatur adalah DPP yang nantinya akan menyusun kepengurusan DPW. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.