Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Brigadir Kusairi, Brimob yang Sudah 10 Tahun Jadi Guru Mengaji

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Brigadir Kusairi, ketika mengajar mengaji ratusan santri yang dibinanya di TPA, miliknya, beberapa waktu lalu. (Foto: Brimobda Polda Sulteng)

TUGAS sebagai seorang anggota Polri, bukan hambatan bagi Brigadir Kusairi SSosI, MPdI mendedikasikan diri menjadi seorang guru mengaji. Ilmu agama dari Pondok Pesantren yang didapatnya, menjadi bekal dirinya mengajarkan ilmu agama bagi ratusan santri yang dibinanya.

Laporan : Agung Sumandjaya

BANGUNAN berukuran 7X12 meter di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, nampak dipenuhi anak-anak usia sekolah dasar. Dari jauh keriuhan suara anak-anak membaca alquran sudah terdengar. Di tengah anak-anak yang duduk melantai sambil belajar membaca alquran, berdiri sesosok pria berbadan tegap. Dia lah sang guru mengaji di Taman Pendidikan Alquraan (TPA) tersebut.

Sepintas tidak akan ada yang menyangka, jika pria tersebut seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah. Sudah 10 tahun lamanya, Kusairi yang berpangkat Brigadir ini, menjadi guru mengaji. Tidak hanya mengajar mengaji untuk anak-anak anggota Brimob saja, Kusairi juga mengajar anak-anak di sekitar tempat tinggalnya, di luar asrama Brimob. “Santri yang saya ajar mengaji sekarang ada sekitar 130 orang. Jika dihitung dari sepuluh tahun yang lalu saya mengajar ngaji, sudah banyak lulusan TPA saya ini. Dan banyak juga yang sudah berhasil,” kata Kusairi membuka obrolan dengan wartawan Radar Sulteng.

Pria asal Pamekasan ini, mengungkapkan, dirinya memberanikan diri untuk membuka TPA, didasari oleh keprihatinannya. Pasalnya, di sekitar tempat tinggal Brigadir Kusairi, tidak ada TPA yang aktif mengajarkan anak-anak untuk mengaji. “Saya pun berinisiatif membuka TPA di rumah saya, ada lahan sedikit. Sedangkan untuk bangunannya saya dibantu secara swadaya oleh orang tua santri,” sebut ayah dua anak ini.

TPA yang dibuka oleh Kusairi, semata-mata khusus untuk mendidik ilmu agama bagi anak-anak, tanpa memungut biaya sepeserpun dari orang tua santri alias gratis. Tidak hanya di rumahnya, Kusairi juga tetap aktif mengajar mengaji anak-anak yang ada di dalam asrama Brimob, Mamboro di Masjid Mako Brimob. “Mengajar mengaji sekaligus jadi guru agama bagi anak-anak ini, tidak ada motivasi lain bagi saya, selain ingin melihat anak-anak ini selamat dunia akhirat dengan ilmu agama yang mereka dapatkan,” tutur Kusairi, yang Maret lalu genap berusia 40 tahun.

Tidak sedikit anak-anak didiknya yang berprestasi di bidang agama. Salah satunya juara lomba baca alquran tingkat Kecamatan Palu Utara, kelompok umur 12 tahun. Satu cita-cita pria yang akrab disapa ustad oleh santrinya ini, yakni bagaimana menjadikan TPA-nya, menjadi salah satu TPA Moderen, dengan menyelipkan pendidikan bahasa Inggris selain ilmu agama Islam. “Ini untuk menambah wawasan anak-anak, dan mempersiapkan mereka menyongsong masa depan,” tuturnya.

Selain aktif sebagai guru mengaji, oleh masyarakat sekitar Kusairi juga dipercayakan sebagai Imam Masjid An Nur, BTN 1 Mamboro. Aktifitas Kusairi di luar kedinasannya sebagai anggota Brimob ini pun, kata dia, sangat mendapat apresiasi dan dukungan dari pimpinannya, dalam hal ini Kepala Satuan Brimob (Kasat Brimob) Polda Sulteng, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan. “Pimpinan mendukung, karena aktifitas saya ini juga sejalan dengan tugas Polri, bagaimana mengayomi masyarakat, salah satunya lewat ilmu agama,” sebut suami dari Nurhayati ini.

Terpisah, secara khusus Kasat Brimob mengungkapkan rasa bangganya terhadap Brigadir Kusairi. Karena di tengah kesibukan bertugas sebagai Staf Brimob Polda Sulteng, masih bisa menyempatkan waktu memberikan ilmu agama kepada anak didiknya, baik di dalam asrama maupun di luar asrama. “Semoga hal semacam ini membawa kebaikan bagi sesama,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan Guruh, sejak pertama bertugas memimpin Brimob Polda Sulteng, dirinya berkomitmen terhadap masalah pendidikan agama bagi anggota maupun keluarganya. Bukan hanya untuk muslim saja, namun juga untuk agama lain, seperti Kristen serta Hindu. “Pendidikan agama ini penting, untuk membentengi pengaruh negative yang saat ini sangat mengkhawatirkan seperti paham radikal, Narkoba dan pornografi,” jelasnya.

Ternyata tidak hanya Kusairi, Brimob Polda Sulteng sebut mantan Kapolres Donggala ini, juga ada beberapa anggotanya yang saat ini terlibat Operasi Tinombala, yang turut menjadi guru mengaji di daerah operasi. Dia pun berharap, semakin banyak lagi anggota Polri, khususnya Brimob Polda Sulteng, yang bisa berbuat lebih untuk masyarakat dan menjadi panutan, seperti menjadi guru mengaji dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.