BPTP Sulteng Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Kemenpan

Analisa Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Bencana

- Periklanan -

SIGI-Badan Penelitian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar Focus Group Discussion (FGD), dihadiri langsung Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi M.Agr, di kantor Balai Besar Pertanian di Desa Basidondo Kabupaten Sigi, Rabu (6/3).

Dalam FGD itu, Dedi Nursyamsi sebagai pengarah meminta laporan, masukan dan data terkini kepada peserta FGD guna mendapatkan desain kajian untuk direkomendasikan kepada Menteri Pertanian, dalam rangka perubahan penggunaan lahan sawah akibat gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala) Sulteng.

FGD yang dibuka kepala BPTP Sulteng, yang diwakili Kepala Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Sulteng, Syamsiah Gafur SP MSi, akan menganalisis perubahan penggunaan lahan pertanian akibat gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Pasigala.
” Daerah kita pada 28 Seprtember 2018 yang lalu telah mengalami sebuah bencana yang sangat dahsyat, hingga merusak berbagai infrastruktur strategis, termasuk hilangnya persawahan pertanian warga di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, ” kata Syamsiah dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Staf Ahli Dedi Nursyamsi pun meminta dan mengharapkan kepada seluruh peserta FGD yang sebagian dari Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) se wilayah Pasigala, untuk banyak memberikan masukan, laporan dan data terkini. ” Sebab bapak dan ibu kan yang mengalami langsung musibah ini. Sehingga sangat memahami apa yang harus dilakukan kedepan, ” paparnya.

Sementara dua pembahas atau yang mempresentasi permasalahan dan masukan berbagai data adalah Ketua Program BPTP Sulteng, Dr Ir Syafruddin MP, dan Ir Anny Mulyani MS dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), yang masuk dalam tim perumus bersama Prof Dedi Nursyamsi berhasil merumuskan kajian FGD, yakni 1. Bencana alam gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami 28 September 2018 menimbulkan dampak di wilayah Pasigala, khususnya pada lahan pertanian (lahan hilang/berpindah tempat secara vertikal maupun horizontal, longsor dan degradasi lahan serta rusaknya jaringan irigasi) yang akan menyebabkan perubahan tata ruang dan CPCL pertanian karena telah terjadi perubahan bentuk lahan.

- Periklanan -

Kemudian, 2. Kajian analisis perubahan penggunaan lahan pertanian akibat gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di wilayah Pasigala bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan lahan pertanian serta menyusun peta lahan sebelum dan sesudah bencana.

Selanjutnya, 3. Diperlukan informasi detail dari pihak terkait (Distan, PUPR, Dinas Cipta Karya dan Sumberdaya Air, Balai Wilayah Sungai) tentang kondisi perubahan lahan yang dilengkapi dengan titik koordinat, juga kerjasama dalam verifikasi lapangan.

Hasil 4. Ketersediaan air dari bendung gumbasa cukup tersedia namun tidak dapat terdistribusi karena rusaknya jaringan irigasi baik primer maupun sekunder, sehingga perbaikan jaringan irigasi perlu segera dilakukan. Kementerian PUPR berkewenangan pada jaringan irigasi primer dan sekunder, Kementerian Pertanian pada jaringan irigasi tersier dan petak.

Hasil 5. Sinergisme antara Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR serta Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat diperlukan terkait rehabilitasi jaringan irigasi dan daerah persawahan dengan memperhatikan tupoksi tiap institusi.

Hasil 6. Diperlukan kajian sosial ekonomi oleh BPTP tentang perubahan kondisi sosial ekonomi petani pasca bencana guna merumuskan rekomendasi jangka pendek kepada pemerintah daerah.

Hasil 7. Aksi jangka pendek memerlukan keterpaduan antar sektor/dinas, BPTP siap mendukung melalui pendampingan secara teknis. Terakhir, dan 8. Hasil akhir kegiatan/kajian berupa rekomendasi kebijakan penggunaan lahan sebagai dasar perencanaan pembangunan khususnya pembangunan pertanian di wilayah terdampak gempa.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.