alexametrics BPTP Sulteng dan Pemkab Sigi Panen Padi Inpari 30 – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BPTP Sulteng dan Pemkab Sigi Panen Padi Inpari 30

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SIGI-Badan Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melakukan panen padi varietas unggul Inpari 30 dan temu lapang kegiatan hilirisasi teknologi mendukung food estate, di Desa Sambo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Selasa (28/9).

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPTP Sulteng, Dr. Abdul Wahab, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sigi, Ir. Andi Aco, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura yang diwakili, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sigi, Camat Dolo Selatan yang diwakili, Kapolsek Dolo dan Danramil Dolo yang diwakili, para penyuluh, peneliti, dan para petani serta masyarakat Desa Sambo.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP Sulteng Abdul Wahab mengingatkan hari
ini, tepat tiga tahun pasca gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami yang melanda Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong (Parimo).

“ Kita telah menyaksikan hasil kerja keras kita bersama, hasil penerapan teknologi yang menunjukkan bahwa kita terus berupaya bangkit untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik, “ kata Dr. Abdul Wahab.

Dipaparkannya, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemik Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih dua tahun ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus menggalakkan hilirisasi teknologi inovasi pertanian guna menyebarluaskan hasil penelitian Balitbangtan dan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian serta kesejahteraan petani.

“Di Sulawesi Tengah kegiatan Hilirisasi teknologi ini dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah diwujudkan melaluikegiatan hilirisasi teknologi mendukung IP 400, hilirisasi teknologi mendukung Food Estate, hilirisasi teknologi mendukung pekarangan, dan bimbingan teknologi (Bimtek) yang ditujukan untuk penyuluh dan petani, “ paparnya.

Dijelaskannya, sebagaimana diketahui bersama bahwa Food Estate merupakan salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional yang menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan kedaulatan pangan. Adapun proses pengembangannya melibatkan peran serta kementerian dan lembaga terkait, salah satunya adalah Kementerian Pertanian.

“Di antara banyak manfaat dari pengembangan Food Estate, maka tugas kami selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanian dalam Food Estate adalah menyiapkan ketersediaan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas pertanian. Dan kami selalu mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal ini pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten berserta masyarakat, sehingga kami dapat menjalankan fungsi tugas tersebut, “ urainya.

Sejalan dengan situasi Covid-19 yang membatasi berbagai aktivitas kita, maka kegiatan ini kami upayakan agar tetap dapat berlangsung, kami menyampaikan terimakasih atas dukungan dari semuapihak, terutama kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan hilirisasi teknologi mendukung food estate di Sulawesi Tengah ini dilaksanakan dengan menerapkan komponen teknologi, antara lain menggunakan varietas unggul baru, yakni varietas Inpari 30. Adapun sistem tanam yang diaplikasikan adalah penggunaan system tanam jajar legowo menggunakan system tanam benih langsung, atau biasa kita sebut dengan sistem Tabela.

Wahab menjelaskan, keuntungan sistem tanam Tabela antara lain umur panen berlangsung lebih cepat, 10 hingga 15 hari dari sistem tanam pindah (Tapin), penanaman lebih mudah dan praktis, hemat biaya, hemat tenaga, jumlah anakan tidak produktif menurun dan hemat benih.

“ Sistem Tabela ini dapat mengatasi permasalahan kurangnya ketersediaan tenaga kerja. Namun seiring dengan keuntungannya, terdapat konsekuensi lain dari Tabela yakni lahan memerlukan pengolahan tanah dan pengaturan air yang lebih intensif disbanding system tanam pindah. Sehingga perlu dukungan kesiapan sarana prasarana, seperti alsintan dan irigasi, “ terang Abdul Wahab.

Teknologi lainnya yang kita terapkan adalah penggunaan varietas unggul baru Inpari 30, dengan potensi hasil sampai 9.6 ton per hektare, dan rata-rata hasil mencapai 7,2 ton per hektare. Memiliki beras yang pulen dan merupakan hasil persilangan Ciherang dan IR 64, dengan umur tanaman 111 hari setelah semai, tinggi tanaman 101 cm, dan memiliki daun bendera yang tegak yang meminimalisir serangan burung pada pertanaman padi.

Semua hasil yang kita peroleh hari ini mudah-mudahan dapat memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Kekurangan yang ada mari kita perbaiki bersama, dan kami membutuhkan masukan dari Bapak Ibu guna penyempurnaan teknologi yang telah kami hasilkan.

“ Kami mengharapkan untuk terus melanjutkan dan menerapkan inovasi teknologi pertanian dalam usaha taninya, dan kepada Bapak Ibu penyuluh pertanian di lapangan kami juga mengharapkan agar dapat mengawal penerapan teknologi di tingkat petani, dan jika Bapak Ibu membutuhkan informasi terkait teknologi pertanian, maka kami selalu terbuka untuk memberikan informasi yang Bapak Ibu butuhkan, “ pungkasnya.

Sementara Bupati Sigi, menyampaikan, terus mendukung upaya-upaya dari BPTP Sulteng yang terus mengembangkan inovasi teknologi pertaniannya yang kini sudah dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Setelah diterpa berbagai bencana, Pemkab Sigi terus berupaya untuk mengembalikan kehidupan masyarakat Sigi seperti sebelumnya, dan lebih sejahtera lagi. Termasuk dalam menjalani kehidupan pertaniannya. Sehingga berbagai infrastruktur penunjang, baik jalan, jembatan, irigasi dan bendungan utama Gumbasa akan kembali memulihkan roda ekonomi dan menstabilkan kembali kehidupan pertanian.

“ Kami dari Pemerintah Kabupaten Sigi tidak henti-hentinya terus mendukung inovasi dan teknologi pertanian yang dikembangkan oleh BPTP Sulawesi Tengah, yangs semuanya dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat, “ kata bupati, yuang disampaikan Asistten III Pemkab Sigi, Andi Aco.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.