Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BPS Sulteng Peringati HSN ke 61

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Keluarga besar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) yang ke 61, pada tahun 2021 ini. Peringatan HSN dilaksanakan secara sederhana dengan menggelar upacara yang diikuti seluruh pegawai di halaman depan kantor BPS Sulteng, Jln. Prof. Moh Yamin, Senin 27/9).

Upacara berlangsung hidmat, dipimpin Plt. Kepala BPS Sulteng, Jefri Wahido, SE, dan sejumlah pejabat BPS Sulteng serta seluruh staf BPS Sulteng. Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala BPS, kemudian diserahkan kepada pegawai BPS tertua, termuda, dan ketua Dharma Wanita BPS Sulteng.

Sebelumnya, BPS Sulteng memeriahkan HSN dengan beberapa kegiatan, antara lain lomba-lomba internal BPS berupa pembuatan opini, infografis,, videografis, statistican battle, foto keluarga, dan menyanyi.

Kemudian, menggelar webinar dengan tema “Statistik Dulu, Kini dan Masa Depan “ yang digelar pada 23 September 2021. Selanjutnya webinar dengan tema Sosialisasi Tabel Input Output Sulawesi Tengah “ pada 24 September, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulteng H. Rusdi Mastura.

Berikutnya, bhakti sosial ke Panti Asuhan dan anjang sana ke pensiunan BPS. Penyerahan BPS Award yang merupakan penilaian Satker BPS kabupaten dan kota berkinerja terbaik, dan ASN BPS se Sulteng berkinerja terbaik. Dipungkasi dengan apel HSN pada 27 September 2021.

Pada kesempatan memperingati HSN Senin kemarin, Plt. BPS Sulteng, Jefri Wahido, membacakan sambutan peringatan HSN ke 61 oleh Kepala BPS pusat, Margo Yuwono.

Amanat kepala BPS pusat, sebagai berikut, tahun 2021 ini adalah tahun kedua kita merayakan HSN dalam suasana pandemi.

“ Saya senang sekali melihat banyak kreativitas dan ide baru untuk perayaan HSN tahun ini sehingga tetap meriah dengan memaksimalkan partisipasi masyarakat, meskipun terkendala pandemik, “ ujar Margo Yuwono.

Dijelaskannya, keterlibatan masyarakat dalam peringatan HSN menjadi hal yang sangat penting, mengingat HSN merupakan momentum bagi BPS untuk membangkitkan awareness tentang pentingnya data statistik sekaligus meningkatkan literasi statistik bagi masyarakat dan stakeholders.

Dengan awareness dan literasi ini diharapkan akan mendorong keterlibatan masyarakat maupun stakeholders secara aktif untuk turut berpartisipasi
menyukseskan kegiatan BPS, baik sensus atau survei.

Apalagi dengan perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini, pengumpulan data di masa mendatang akan lebih banyak dilakukan oleh responden secara mandiri dan online. Ini tentu membutuhkan tanggung jawab, kesadaran, dan pemahaman responden untuk mengisi kuesioner tanpa ada pendampingan dari
petugas/pencacah.

“ Selain itu, dengan literasi statistik yang terus berusaha kita bangun, maka seluruh pengguna data baik dari kalangan Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat secara umum akan mampu memanfaatkan data BPS secara maksimal sebagai landasan proses pengambilan keputusan di berbagai bidang. Semoga tujuan perayaan HSN tersebut dapat tercapai melalui pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan perayaan HSN
2021 baik di BPS Pusat maupun daerah, “ jelas Margo Yuwono.

Dikatakannya, tantangan yang dihadapi BPS semakin besar. Pertama, permintaan dan tuntutan dari para pengguna data agar BPS mampu menyediakan data yang semakin berkualitas dan beragam dengan waktu penyediaan yang semakin cepat. Apalagi dengan adanya disrupsi teknologi yang mendorong terjadinya transformasi digital semakin meningkatkan tuntutan Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan adanya data berkualitas sebagai landasan dalam proses pengambilan keputusan.

Kedua, pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan tersendiri bagi BPS karena harus menyediakan data sebagai respons cepat dalam situasi kedaruratan dan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Semua itu pada akhirnya mendorong BPS untuk terus beradaptasi dan bertransformasi secara cepat. Untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai proses transformasi yang dilaksanakan BPS pada Jumat lalu, BPS meluncurkan buku Arah Perubahan BPS, “ ujar Margo.

Buku tersebut, jelasnya, disusun dengan semangat perubahan menghadapi berbagai tantangan, agar BPS senantiasa dapat berperan dalam pembangunan nasional melalui penyediaan data berkualitas.

“Saya minta saudara-saudara segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menindaklanjuti peluncuran buku tersebut, dengan membaca, mempelajari, dan melaksanakan rencana aksi yang telah disusun sesuai peran, tugas, dan fungsi masing-masing, “ tandasnya.

Hal ini penting agar buku Arah Perubahan tidak hanya menjadi pajangan di rak buku, namun betul-betul dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam mengawal tujuh arah perubahan yang menjadi fokus transformasi
BPS.

“ Dalam setiap perubahan, resistensi pasti selalu ada. Namun, saya minta mari membuang resistensi yang mungkin disebabkan oleh rasa kekhawatiran atau ketakutan ketika terjadi perubahan, karena terlalu lama berada dalam zona nyaman. Untuk dapat mengawal arah perubahan BPS, salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah perubahan mindset. Business as usual tidak bisa lagi dilakukan. Setiap insan BPS harus mampu menjadi ASN berkarakter pembelajar yang terus melakukan pengembangan kapasitas secara berkesinambungan, “ urainya.

Dilanjutkannya, melalui inisiasi Hari Belajar Nasional yang dilaksanakan secara rutin setiap sekali dalam sepekan, diharapkan karakter pembelajar dari setiap pegawai BPS dapat dibangun. Pegawai didorong untuk belajar tentang apapun di luar tugas utama, tetapi masih berkaitan dengan kebutuhan organisasi.

“ Perubahan mindset juga sangat diperlukan dalam mendukung upaya Pemerintah menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional melalui implementasi kebijakan penyederhanaan birokrasi dan fungsionalisasi ASN, yang menekankan pada keahlian dan keterampilan
pegawai. Melalui penerapan kebijakan tersebut, pola karier pegawai akan menjadi semakin luas dan dinamis. Saudara dapat memilih untuk meniti karier di jalur struktural atau fungsional, bahkan perpindahan dari
struktural ke fungsional dan sebaliknya juga dimungkinkan, “ ungkapnya.

Menurutnya, dengan pola karir yang lebih luas diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para pegawai untuk meningkatkan partisipasi dan kontribusi dalam bekerja dan mengawal transformasi BPS. Motivasi sangat
penting untuk dimiliki oleh setiap pegawai. Dengan motivasi yang tepat, pegawai akan memiliki kemauan, semangat, dan keikhlasan dalam bekerja.

Upaya untuk memberikan motivasi kerja ini diwujudkan salah satunya dengan penerapan Flexible Working Space (FWS). Penerapan FWS merupakan terobosan luar biasa untuk memberikan fleksibilitas dalam pola kerja pegawai di tengah berbagai pembatasan, dengan mengoptimalkan teknologi
informasi dan komunikasi.

FWS mampu mendorong penyelesaian pekerjaan secara lebih efektif dan efisien, mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas pegawai, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pegawai untuk dapat bekerja secara lebih fleksibel.

Penerapan FWS yang telah kita lakukan selama ini, dimana salah satunya adalah penerapan WFH dan WFO, akan disempurnakan melalui penyusunan regulasi terkait mekanisme FWS dan penyediaan infrastruktur yang baik.

“ Dengan demikian, diharapkan kita akan dapat bekerja lebih nyaman sekaligus meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai, “ serunya.

Satu hal yang juga sangat penting untuk menjadi perhatian kita adalah terkait pelaksanaan peran kita sebagai Pembina Data Statistik sesuai Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Terkait hal
ini, ada enam agenda prioritas pembinaan data sektoral dalam jangka pendek, yang menurut saya harus menjadi perhatian kita bersama, meliputi platform Satu Data Kependudukan, Sensus Pertanian 2023, pendataan UMKM 2022, data potensi Desa/Kelurahan, statistis kebencanaan, pendataan e-Commerce.

Prioritas tersebut, tambahnya, memiliki dampak besar, oleh karena itu, harus diketahui dan didukung oleh seluruh jajaran BPS. Selanjutnya, saya harap Saudara-saudara dapat mengambil peran dalam pelaksanaannya sesuai
ruang lingkup masing-masing. Membangun statistik sektoral saat ini menjadi sangat penting, karena dalam jangka panjang, upaya yang kita lakukan saat ini akan memberikan manfaat kembali untuk BPS.

“ Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengingatkan bahwa keberhasilan BPS untuk bertransformasi ditentukan oleh komitmen kita bersama untuk mewujudkannya. Momen HSN ini merupakan momen yang tepat bagi kita untuk introspeksi diri dan bertanya seberapa besar kontribusi yang kita berikan selama ini untuk BPS. Saya berharap kita masing-masing memiliki kesadaran bahwa gaji dan tunjangan yang kita terima setiap bulan dari uang rakyat harus seimbang dengan pelayanan yang kita berikan untuk masyarakat. Dengan demikian, kita akan berupaya sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik dari kita untuk bangsa Indonesia, “ pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.