BPP Simou Presentasi Program 2021

- Periklanan -

DONGGALA-Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou di Kabupaten Donggala, melaksanakanh ekspose dan pengesahan programa kecamatan tahun 2022, sekaligus persentase capaian programa 2021 untuk enam bulan terakhir (Januari- Juni 2021).

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Donggala, H. Ansar, SP, dalam sambutannya memuji peran penyuluh pertanian yang sangat energik dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

” Saya selaku Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kabupaten Donggala, merasa bangga melihat energi muda yang diperlihatkan Penyuluh Pertanian di BPP Simou, “ ucapnya.

Pada kesempatan itu Ansar memuji para penyuluh pertanian di BPP Simou yang kompak dan pertama menggunakan batik Perhiptani pada saat pelaksanaan programa BPP.

“ Bagi saya, dipilihnya batik Perhiptani ini sudah cukup menggambarkan bahwa BPP ini telah memahami betul dunia Penyuluhan, yakni keterkaitan antara profesi Penyuluh dan pelaksanaan ekspose programa kali ini, ”
Ujarnya lagi.

Sementara itu, Camat Labuan, Anwar, S.Kom, yang didaulat membuka acara mengimbau dan menekankan kepada semua Kepala Desa (Kades) se wilayah Kecamatan Labuan, agar mensinkronkan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) di bidang pertanian, baik dari sisi pembiayaan, teknis dan sosialnya agar sekiranya dikomunikasikan dengan BPP dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di masing-masing desa.

Camat mengharapkan, program ini dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan berkelanjutan. Ditambahkannya, kerja sama yang telah terbangun dengan baik sejak tahun programa 2021 yang lalu, telah menampakan hasilnya di tingkat kelompok tani. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa desa di Kecamatan Labuan, yang saat ini telah melaksanakan program PKTD bekerjasama dengan PPL sebagai pendamping teknis dan kelembagaan kelompok tani.

Seperti contoh di Desa Labuan Lelea dengan pengembangkan komoditi bawang merah lembah Palu seluas 0,5 hektare, dan akan dikembangkan menjadi 2 hektare pada tahun anggaran 2022.

Camat juga menyatakan sangat mendukung sepenuhnya program-program pertanian, dan turut mempersiapkan dan menyukseskan rencana lawatan Kostratani se Sulawesi Tengah (Sulteng).

“ Saya sepenuhnya mendukung program-program pertanian, dan turut serta mempersiapkan dan menyukseskan rencana lawatan BPP Kostratani se Sulawesi Tengah dipertengahan Juni ini. Lagi-lagi Kecamatan Labuan akan membawa nama baik Kabupaten Donggala di bidang Pertanian, dan ini tentunya menjadi tugas kita bersama untuk kesuksesannya, ” tegasnya.

- Periklanan -

Kepala BPP Simou, Merlin, SP, mengawali sambutan singkatnya, menginformasikan bahwa BPP Simou pada pertengahan Juni nanti rencananya akan kedatangan tamu dari lima kabupaten di Sulteng yaitu tamu dari Kabupaten Buol, Tolitoli, Banggai, Poso, dan Tojo Unauna (Touna) melalui program kementerian Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (Readsi),

Program Readsi ini bersinergi dengan program utama Kementerian Pertanian yakni Kostratani untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan optimalisasi BPP dalam rangka meningkatkan kesejahtraan petani.

Dikatakannya, dipilihnya BPP Simou sebagai tuan rumah bukan karena tanpa sebab, melainkan karena BPP ini bersama kelembagaan petaninya telah melalui tahapan penilaian sejak 2019 lalu, yang berturut-turut menjadi BPP teladan terbaik 1 di tingkat kabupaten dan provinsi, serta menjadi terbaik lima di tingkat nasional mewakili Sulteng.

Merlin juga tidak lupa mengucakan terima kasih kepada Ketua KTNA Abd. Karim Mudo dan seluruh ketua Gapoktan se wilayah Kecamatan Labuan dan teristimewa kepada ketua-ketua kelompok tani dan kelompok wanita tani di wilayah Kecamatan Labuan.

“ Atas kerjasamanya dalam membangun pertanian di Kecamatan Labuan. Dan suksesnya program penyuluhan pertanian ditingkat desa tidak terlepas dari keaktifan Kepala Desa dan perangkatnya, yang turut mendukung kerja PPL kami di lapangan, “ pujinya.

Menurutnya, ekspose program penyuluhan pertanian tahun 2022 kali ini, sedikit berbeda dengan ekspose programa ditahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya sesi persentase capaian pada programa tahun berjalan oleh Programer BPP Simou Dr. Livawanti, didampingi bidang Sumber Daya Manuasia (SDM) Iin Usriani, S.ST, dan Supervisi Monitoring dan Evaluasi (SME) Sunardin, S.ST.

“ Hasil persentase ini digunakan sebagai bahan diskusi pada sesi Fokus Group Diskusi (FGD), yang diikuti oleh semua stakeholder pertanian di Kecamatan Labuan, dan kemudian kesepakatannya dituangkan kedalam matriks program tahun 2022, “ ungkapnya.

Pada sesi FGD, perwakilan setiap desa juga telah menyepakati beberapa komoditas yang akan dijadikan penciri khas disetiap desanya, serta luasan komoditas yang rencananya akan dikembangkan melalui program PKTD anggaran dana Desa tahun 2022, seperti di Desa Labuan Toposo yang akan mengembangkan jagung ungu, dan padi masing–masing 2 hektare dan 5 hektare.

Labuan Lelea akan dikembangkan komiditi bawang merah LP, dan kedelai masing-masing 2 hektare dan 5 hektare. Di Labuan Panimba akan digenjot untuk komoditas bawang merah dan jagung hibrida masing–masing 2 hektare. Sedangkan di Desa Labuan Kungguma akan terfokus pada pisang barangan seluas 5 hekatare. Kemudian di Labuan Salumbone, dan Labuan akan memprioritaskan pengembangan kacang tanah. Selanjutnya kesepakatan ini nantinya akan diteruskan ke dokumen RPJM-Des di masing-masing desa.

Doktor Liva menambahkan, pada ekspose programa tahun ini, dari hasil evaluasi Tim SME BPP Simou bahwa tingkat adopsi teknologi dan informasi Pertanian, ditingkat petani rata-rata ada peningkatan 5 sampai 10 persen pada Pengetahuan Keterampilan dan Sikap (PKS) nya dibanding tahun-tahun sebelumnya, olehnya dengan adanya Program optimalisasi BPP lewat Program Readsi kali ini, diharapkan dapat lebih baik dan meningkat hingga 20 persen ditahun 2022 mendatang.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.