alexametrics BPP Simou Mampu Produksi Benih Jagung Unggul – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BPP Simou Mampu Produksi Benih Jagung Unggul

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA-Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou Mandiri Benih, bersama Kelompok Tani (Poktan) Kalompeata Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala mampu memproduksi benih jagung unggul, Rabu (10/3).

Poktan Kalompeata telah sukses melaksanakan gerakan panen jagung, pada kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman (P3BT) Varietas Hj 21 dan NASA 29 tahun anggaran 2020, berbasis koorporasi seluas 50 Ha.

Kerjasama PT. Mulia Agro Sarana (MAS) dan Koperasi HKTI. Benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh Poktan ini diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan benih jagung hibrida di wilayah Kabupaten Donggala yang sebelumnya didatangkan dari Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Direktur Perbenihan, Edi Purnawan, SP., M.Sc, mengawali uraian singkatnya, menyampaikan salam dari Menteri Pertanian (Mentan) untuk seluruh petani dan penyuluh pertanian, di Sulawesi Tengah (Sulteng) khususnya yang berada di Kabupaten Donggala.

Direktur menginformasikan, bahwa kebutuhan Indonesia akan benih jagung sebanyak 64 ribu ton pertahunnya, untuk menghasilkan jagung konsumsi sebanyak 23 juta ton pertahun. Sedangkan keadaan saat ini 90 persen benih jagung diproduksi dari wilayah Jatim, sehingga untuk memenuhi kebutuhan benih pada wilayah lain di Indonesia diperlukan biaya pengiriman yang banyak. Olehnya program P3BT ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan ini.

Melalui program P3BT ini, diharapkan akan tersebarnya petani-petani penangkar yang andal dan ahli yang dapat memproduksi benih di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sulteng.

Ditambahkanya, kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) diharapkan dapat menyukseskan kegiatan melalui dukungan dan ketersediaan alat-alat pertanian (Alsintan) dan perbaikan irigasi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Sulteng yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Retno. Menginformasikan bahwa kebutuhan benih jagung untuk wilayah Sulteng sebanyak 1.300 ton. Karena itu diharapkan Poktan yang mendapatkan program P3BT ini menularkan ilmunya kepada kelompok lain, agar nantinya kelompok petani penangkar di Sulteng terus bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan benih minimal di wilayah Sulteng.

Hal senada disampaikan Direktur PT. Mulia Agro Sarana (MAS), Ir. Bambang, yang mendukung sepenuhnya Kabupaten Donggala menjadi kabupaten produsen benih jagung untuk wilayah Sulteng bahkan Indonesia.

Sambil memegang satu buah jagung hasil panen, Bambang menginformasikan kepada peserta dan tamu undangan yang saat itu dihadiri tim dari BPP Nupabomba, dan tim BPP Lero sebagai BPP tetangga kecamatan, serta TNI dan Polri.

Dengan semangat dirinya memperkenalkan, bahwa benih yang dihasilkan oleh petani penangkar Poktan Kalompeata merupakan benih unggul varietas Hj 21 dan NASA 29 yang telah siap bersaing dengan produsen lainnya di tanah air. Namunpun demikian dukungan bantuan dan kerjasama dari semua pihak dan instansi terkait seperti Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSBP), Balai Proteksi POPT dan penyuluh pendamping sangat diharapkan untuk peningkatan mutu benih yang telah dihasilkan.

Sementara itu, Bupati Donggala Drs. H. Kasman Lassa, SH., MH, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sebuah manejemen. Manejeman yang baik ditingkat Poktan penangkar benih akan menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan kegiatan ini.

“ Dengan atau tanpa bantuan dari pemerintah dalam artian terciptanya petani penangkar swadaya yang mampu memproduksi benih unggul serta berkelanjutan, dan hal ini tidak dapat terlepas dari peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai garda terdepan tersampainya informasi dan teknologi di tingkat kelompok tani, “ tegasnya.

Ditambahkannya, sebagai informasi bahwa di wilayah kerja BPP yang dikoordinir oleh wanita tangguh Merliin, SP, ini, selain telah ada petani penangkar jagung, juga telah ada petani penangkar padi, kedelai, bawang merah dan bawang putih. “ Olehnya Pemerintah Kabupaten akan fokus menjadikan kecamatan ini sebagai Kecamatan Mandiri Benih, “ sebut Bupati.

Kepada media ini, Merlin, SP, selaku koordinator BPP, didampingi Sunardin, S.ST, selaku Supervisi Monitoring dan Evaluasi sekaligus Penyuluh wilayah binaan Poktan Kalompeata, dan Dr. Livawanti, selaku Programa, serta Iin Usriani, S.ST, M.Agr, bidang Sumber Daya.

“ Kedepannya kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan pemerintah kecamatan, dan 7 desa di Kecamatan Labuan dapat lebih ditingkatkan dengan adanya pengalokasian dana desa untuk pembinaan, pemberdayaan kelompok tani serta adanya kebun demplot desa sebagai sarana pembelajaran langsung dan transfer teknologi pertanian terbaru di masyarakat. Dan, yang terpenting adalah optimalisasi Bumdes untuk penyerapan semua hasil pertanian yang ada di Kecamatan Labuan ini, ” harap Sunardin.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.