BPOM Hentikan Sementara Produksi Miras

Polisi Segera Laksanakan Gelar Pekara

- Periklanan -

PALU- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menghentikan sementara Produksi minuman keras (miras) yang milik PT Sinar Abadi yang merupakan pabrik miras yang menyebabkan belasan korban tewas.
Plt Kepala Balai POM di Palu, Leonard Duma menyampaikan penghentian sementara waktu kegiatan usaha produksi karena kondisi alat penyulingnya yang tengah dibenahi.
“Sementara ini kita hentikan dulu usahanya, karena itu tadi alat penyuling atau mesin pembuatan miras itu sementara mereka benahi,” ungkap Leonard kepada Radar Sulteng, Selasa (22/1).
Kemudian kata Leonard , terkait dengan masa berlaku izin edar produksi minuman beralkohol milik PT Sinar Abadi yang dikeluarkan oleh BPOM di Palu, itu berlaku sampai dengan tahun 2023 mendatang.
“Kalau seingat saya masa berlakunya sampai tahun 2023 mendatang, sehingga izin usahanya masih berlaku sampai sekarang,” sebutnya.
Balai POM di Palu mengeluarkan izin edar produk Miras dari PT Sinar Abadi, yang berlokasi di sekitaran jalan Padajankaya kelurahan Pengawu kecamatan Tatanga, itu karena Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah mengeluarkan izin usaha industrinya.
“Salah satu syarat untuk mendaftar produk di BPOM di Palu untuk mendapatkan nomor MD-nya, yakni harus memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah kota,” bebernya.
Dia pun menyampaikan, daftar nomor MD nya bias saja dicabut dengan berbagai pertimbangan, seperti kondisi adanya korban yang meninggal akibat mengonsumsi miras yang diproduksi dari pabrik itu, jika pihak Pemkot Palu mencabut izin usaha produksinya.
“Kalau mau menarik harus diawali dengan pembatalan izin usaha produksinya terlebih dahulu,” tuturnya.
Terpisah terkait dengan izin usaha produksi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu Syamsul Syaifuddin, menjelaskan jika yang mengeluarkan izin usaha produksi pabrik miras PT Sinar Abadi itu dari pemerintah pusat.
“Dan ini sementara saya cari dulu dimana sudah izin usahanya. Sementara kita Pemkot Palu hanya bagian dari pengawasan edaran produknya yang dipasarkan,” ungkapnya.
Selaku kepala Disperindag Kota Palu, sejauh ini belum menemukan izin usaha, sehingga agak kesulitan untuk mengetahui berapa kepastian jumlah target produksi miras setiap harinya.
“Setelah saya cek juga izin usaha produksinya tidak ada sama kita. Saya hanya ingin memastikan berapa target yang harus mereka produksi setiap harinya,” ujarnya.
Terkait dengan pengawasan, Disperindag Kota Palu akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan dengan berkoordinasi dengan pihak instansi terkait.
“Dalam minggu ini kita akan surati PT Sinar Abadi sebagai bagian dari pengawasan tadi, dan turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Sementara Satreskrim Polres Palu merencanakan melakukan gelar perkara terkait kasus minuman keras (miras) yang menewaskan belasan warga tersebut. Gelar perkara dilakukan, karena penyidik sudah mengantongi keterangan dari saksi ahli.
Kapolres Palu, AKBP Mujianto SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragi, Selasa (22/1) menjelaskan, pihaknya sudah menerima informasi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar bahwa hasil lab ekshumasi (penggalian kembali jasad) dan otopsi terhadap salah satu jenazah korban miras yang dilaksanakan Rabu, 2 Januari 2018 lalu sudah ada hasilnya.
“Hasil Lab dari otopsi yang dilakukan lalu sudah keluar dan kami masih menunggu laporan tertulis resmi dari Labfor Makassar yang rencananya akan dikirimkan pada Kamis mendatang,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa keterlambatan hasil lab itu diakibatkan adanya kerusakan salah satu alat milik Labfor Makassar, maka dari itu hasil uji lab sampel korban miras yang diotopsi beberapa waktu lalu agak terlambat. “Nantinya laporan tertulis dari hasil Labfor itu akan kami kirimkan ke pihak dokter forensik yang melakukan otopsi,” katanya.
Terkait dengan keterangan saksi ahli, Holmes Saragi mengatakan bahwa, pihaknya sudah mengambil keterangan dari semua saksi ahli, namun dirinya belum bisa mengungkapkan hasil dari pemeriksaan itu, karena harus menunggu hasil gelar perkara terlebih dulu. “Semua saksi ahli sudah memberikan keterangan, dan dalam waktu dekat ini kami akan melakukan gelar perkara,” tegasnya. (zal/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.