BP Jamsostek Poso Serahkan Kartu Kepesertaan untuk Honorer Puskesmas

- Periklanan -

POSO-Bupati Poso, dr. Verna GM Inkiriwang, menerima penyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk para pegawai honorer Puskesmas se Kabupaten Poso, Jumat (7/4).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BP Jamsostek Poso, Dody Risdianto, diruang kerja bupati. Selanjutnya, bupati Verna menyerahkan kartu kepesertaan tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Taufan Karwur.

Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) kepada 15 orang tenaga kerja non ASN dilingkungan Pemkab Poso.

Bupati Verna memberikan apresiasi kepada BP Jamsostek yang telah memberikan perlindungan kepada para pekerja non ASN atau honorer di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso. Penyerahan sebagai wujud komitmen dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja honorer di pemerintahannya.

“Kami support sepenuhnya karena ini semuanya untuk kepentingan para tenaga honorer itu sendiri,” bilangnya.

Verna menginginkan agar BP Jamsostek dapat memberikan perlindungan keselamatan ketenagakerjaan secara maksimal kepada para honorer pemkab Poso yang sudah terdaftar sebagai pesertanya. Termasuk memberikan kemudahan dalam pengurusan klaim manfaat kepesertaan Jamsostek.

- Periklanan -

“Kalau ada peserta yang berurusan terkait klaimnya jangan dipersulit. Itu termasuk harapan saya,” sebut anak mantan Bupati Poso dua periode, (alm) Piet Inkiriwang, ini.

Terkait biaya iuran Jamsostek para honorer, Verna mengatakan pemkab telah menyediakan anggaran di APBD dalam bentuk subsidi. Dengan dana subsidi yang ada, honorer tinggal membayar setengah dari total nilai iuran Jamsostek. Jaminan sosial merupakan hak warga negara yang dijamin oleh UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, termasuk jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja non ASN. Karena itulah optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan memerlukan peran serta semua pihak.

Bupati juga menyampaikan jika pemerintahannya bersama BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek akan selalu bekerja sama untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja sehingga manfaat BPJS ketenagakerjaan bisa dirasakan.

Sementara itu, Kepala BP Jamsostek Poso, Dody Risdiato menjelaskan kalau semua tenaga honorer di jajaran pemerintahan kabupaten Poso sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Bukan cuma honorer Puskesmas, tapi juga honorer-honorer di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Yang belum terdaftar menjadi peserta tinggal menyisakan perangkat desa.

“Itu yang sedang kita upayakan. Mudah-mudahan semua perangkat desa di Poso bisa menjadi peserta Jamsostek secepatnya,” jelas dia.

Menurut Dody, menjadi peserta Jamsostek sangat penting. Karena melalui BP Jamsostek tidak hanya memberikan perlindungan resiko kerja bagi pekerja namun program-program di dalamnya juga ikut membantu mensejahterakan pekerja itu sendiri.

Terkait jumlah uang santunan kematian dan kecelakaan kerja yang diserahkan kepada 15 tenaga honorer pemkab Poso, Dody menyebut ada sebesar Rp 478, 3 juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi santunan yang dikeluarkan Jamsostek untuk tenaga honorer terhitung hingga tahun 2020 lalu.(bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.