Bongkar Bangunan yang Melanggar, Pemkot Palu Digugat

- Periklanan -

BELUM DIBONGKAR: Bangunan yang berada di Jalan Moh Yamin, usai ditertibkan Pemkot sepekan yang lalu, belum ditertibkan hingga saat ini, Kamis (2/3). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Rencana Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu untuk menyurati pemilik bangunan yang dinilai melanggar dan telah ditertibkan pada Kamis (23/2) lalu terpaksa ditunda.

Pasalnya pemilik bangunan yang terletak di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore itu terlebih dahulu menggugat Pemerintah Kota (Pemkot), dengan alasan melanggar hukum.

Dari pantauan Kamis (2/3), bangunan yang berada di sempadan sungai itu, belum dilanjutkan pembongkarannya oleh pemilik bangunan. Seng-seng yang dipasang di tembok yang dibobol oleh DPRP saat penertiban beberapa waktu lalu masih terpasang.

“Kami belum surati pemilik bangunannya. Pemilik gedung tersebut malah menggugat kami, dan surat gugatannya sudah ada di kantor,” kata Sekretaris DPRP Kota Palu, Aspah, kemarin (2/3).

- Periklanan -

Bahkan kata Aspah, pemilik bangunan meminta ganti rugi kepada Pemkot, karena sudah merusak bangunannya tersebut. Padahal kata Aspah, di hari penertiban lalu ada orang yang mengaku disuruh oleh pemilik bangunan untuk membuka pintu pagar bangunan tersebut.

Selama ini, imbuh Aspah, tidak ada yang mengaku secara pasti siapa pemilik bangunan tersebut. Bahkan dalam pertemuan yang pernah dilakukan, yang datang dari pihak pemilik bangunan terdiri dari beberapa orang. “Mereka yang datang saling tunjuk, tidak ada yang memastikan bahwa dialah pemilik sah bangunan tersebut,” sebutnya.

Karena gugatan tersebut, lanjut Aspah, pihaknya belum bisa melanjutkan penertiban dan akan menyelesaikan proses hukumnya dulu. “Di surat gugatan tersebut, Pemkot dipanggil ke pengadilan pada Senin ini (13/2, red),” terangnya.

Masih menurut Aspah, karena hal tersebut mengatasnamakan Pemkot, permasalahannya tersebut sudah diserahkan kepada Biro Hukum untuk melanjutkannya. “Kami sudah sampaikan ke Biro Hukum Pemkot Palu karena yang digugat ialah Pemkot,” tandasnya.

Pada Senin nanti, Aspah mengaku akan datang ke pengadilan. “Hasilnya nanti hari Senin, apakah gugatannya diterima pengadilan atau tidak. Kita tunggu saja nanti,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.