Bom Rakitan Ditemukan dalam Gua Batu

Juga Ditemukan Satu Karung Bahan Pembuat Bom

- Periklanan -

POSO – Seorang warga kelurahan Madale kecamatan Poso Kota Utara Kabupaten Poso menemukan sejumlah bom rakitan aktif dalam karung yang disimpan dalam sebuah gua batu di Kelurahan Tegalrejo Kecamatan Poso Kota Utara kabupaten Poso.

Warga yang identitasnya minta dirahasikan ini menemukan bom saat sedang berburu babi di lokasi tersebut. “Dia (warga Madale) lagi cari (berburu) babi hingga ke tebing batu yang ada goanya itu. Pas masuk di dalam gua untuk pasang jerat babi dia liat ada barang mencurigakan mirip bom,” kata Lurah Tegalrejo, Adrianto, di lokasi penemuan bom.

Melihat barang mirip bom, cerita Lurah, warga Madale tersebut membatalkan niatnya berburu dan memasang jerat babi dan langsung pulang ke rumah untuk selanjutnya melaporkan temuannya kepada Babinsa setempat (Madale). Menerima laporan warganya, Babinsa Madale Sertu Didit melakukan koordinasi dengan Babinsa Tegalrejo. Setelah saling berkordinasi, kedua Babinsa pada dua kelurahan bertetangga ini pun mengajak warga penemu barang diduga bom ke TKP. Tiba di TKP temuan benda diduga bom, kedua Babinsa langsung melaporkannya ke Danramil Poso Kota sekaligus Pjs Pasi Intel Kodim 1307 Poso, Lettu Mulawarman.

Beberapa saat kemudian, Danramil bersama Dandim 1307 Letkol Catur Sutoyo tiba di TKP untuk melakukan pengecekan.

- Periklanan -

Tak lama berselang, sekitar pukul 12.45 Wita, Kapolres Poso AKBP Darno, juga tiba di lokasi penemuan barang diduga bom. Selanjutnya pada pukul 13.15 wita, tim penjinak bom (Jibom) Gegana Polda Sulteng sampai di lokasi untuk mendeteksi sekaligus mengamankan barang temuan warga yang diduga bom.

Kapolres AKBP Darno membenarkan, bahwa benda atau barang yang ditemukan warga Madale tersebut merupakan bom rakitan. Total keseluruhan bom yang dievakuasi tim Jibom berjumlah 7 buah. Selain itu, juga diamankan satu karung bahan pembuat bom. “Bom yang sudah jadi itu ada tujuh. Kemudian juga ada satu karung bahan-bahan pembuat bom yang ikut diamankan,” jelasnya pada wartawan usai evakuasi dan olah TKP lokasi penemuan bom.

Soal apakah bom yang diamankan merupakan bom aktif atau bukan, Kapolres mengaku belum bisa memastikannya. Pun demikian saat ditanya soal daya ledaknya, serta apakah bom dirakit menggunakan pipa besi atau pipa paralon, dia belum mau menyebutnya. Demikian juga dengan jenis-jenis bahan bom yang diamankan dalam karung, Darno tidak mau menjawabnya. “Kita belum tau. Nanti setelah diurai baru ditau jenis dan bahannya apa,” katanya singkat.

Terkait kronologis penemuan bom, Kapolres Darno menjelaskan kalau temuan berasal dari laporan warga kepada Babinsa yang kemudian disampaikan pihak TNI ke Polres Poso. “Awal menemukan itu warga. Lalu dilaporkan ke Babinsa dan terus naik ke atasannya. Selanjutnya oleh Pak Dandim hal itu disampaikan ke kita (Polres),” jelas Kapolres.

Pantauan Radar Sulteng, proses identifikasi dan evakuasi bom dalam gua batu menarik perhatian banyak warga yang penasaran. Mengingat, meski dipenuhi semak belukar, tapi TKP penemuan bom berada tidak jauh dibelakang pemukiman penduduk. Usai diamankan, semua barang bukti bom dan bahan pembuat bom diangkut menggunakan mobil Jibom untuk dibawa ke Markas Kompi Brimob di Kelurahan Moengko kecamatan Poso Kota guna keperluan penyelidikan. (bud)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.