Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

BNPT Monitoring FKPT Sulteng

Sekaligus Pergantian Kepengurusan Baru

MONITORING : Pengurus FKPT Sulteng bersama tim monitoring BNPT yang dipimpin Kasubdit Pemberdayaan masyarakat Hj Andi Intang Dulung foto bersama usai kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Sulawesi Tengah, belum lama ini.
MONITORING : Suasana monitoring FKPT Sulteng melibatkan stakeholder Provinsi Sulteng, belum lama ini.

 

 

 

PALU – Badan Nasional Penanggulangan Terisme (BNPT) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat belum lama ini melakukan monitoring ke Sulawesi Tengah. Agendanya, melakukan evaluasi kepengurusan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulteng yang dipimpin Muzakir Tawil . Dari lima bidang kegiatan selama 2018-2019 yakni, Agama, penelitian, pemuda dan pendidikan, perempuan dan anak serta bidang media dan hukum di FKPT Sulteng sudah terlaksana.
‘’Alhamdulilah untuk FKPT Sulteng, semua bidang sudah menyelesaikan program kerjanya,’’ kata Ketua FKPT Sulteng, Muzakir Tawil seraya menjelaskan masing-masing bidang FKPT Sulteng periode 2018-2020.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung mengatakan, selain melakukan evaluasi terhadap FKPT Sulteng, juga dijelaskan periode kepengurusan FKPT Sulteng yang dipimpin Muzakir Tawil sudah berakhir dan harus digantikan dengan kepengurusan yang baru. ‘’Dalam AD/ART BNPT tentang kepengurusan FKPT harus digantikan dengan pengurus yang baru. Agenda evaluasi dan memilih kepengurusan FKPT Sulteng periode 2020-2022,’’ jelas Andi Intang dan mengatakan, kepengurusan FKPT Sulteng dibawah kepemimpinan Muzakir Tawil dinilai kompak.
Hadir pada monitoring FKPT Sulteng 2019 antara lain, Kepala Kesbangpol Provinsi Sulteng Fachrudin D Yambas , AKBP Eliazer Musa dari Polda Sulteng, Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin, Rahmat Bakri mewakili Rektor Untad, mewakil Rektor IAIN Moh Adam, Yardin Hasan sekretaris AJI Sulteng, dari Kemenag Sulteng dan tokoh masyarakat lainnya.
Berbagai padangan tentang radikalisme diungkapkan pada monitoring FKPT Sulteng yang dipusatkan di salah satu villa di Palu, belum lama ini. Intinya, mencegah paham radikalisme menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa termasuk para pengurus FKPT Sulteng guna memberikan literisi pencegahan sesuai bidang masing-masing. Bahkan dari hasil penelitian BNPT tahun 2019 yang melibatkan para akademisi nasional, bahwa wilayah Sulawesi Tengah tidak lagi masuk lima besar daerah rawan radikalisme.
‘’Bisa jadi tidak masuknya Sulteng dari lima besar daerah rawan radikalisme berkat kerja kita semua. Ini yang harus kita syukuri dan terus bangun sinergisitas program kerja ke depannya,’’ kata Wadir Bimmas Polda Sulteng, AKBP Eliazer Musa pada kesempatan tersebut.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof Zainal Abidin menjelaskan, ada lima kunci kerukunan umat yang menurutnya perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan umat yang lebih besar. Yang pertama adalah memahami perbedaan. Kedua, mengedepankan persamaan. Ketiga, saling memahami saling mengerti dan saling percaya. Keempat, moderasi beragama dan kelima, memiliki kesadaran global. ‘’Ini pemikiran saya dalam hal menjaga kerukunan antar umat beragama dalam mencegah berbagai paham termasuk radikalisme,’’ ungkap mantan Rektor pertama IAIN Palu itu. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.