Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BNNP Buktikan Tembak Bandar Narkoba

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Simpan Sabu 1 Kilogram, Coba Melarikan Diri

Petugas memapah salah seorang tersangka pengedar narkoba yang ditembak di kantor BNN Sulteng, Selasa (4/4). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga membuktikan perkataannya. Satu pelaku peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu di Kota Palu, dihadiahi timah panas oleh Tim Berantas BNNP Sulteng.

Mantan Kapolrestabes Medan ini, pernah menyatakan tidak akan segan-segan menembak pelaku peredaran Narkoba, yang melakukan perlawanan dan telah bolak-balik masuk penjara. Ini dibuktikan Tagam, setelah anggotanya berhasil melumpuhkan AAC alias Ko Adi (39), dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kilogram.

Penangkapan terhadap pelaku berinisial AAC alias Ko Adi ini dilakukan Tim Berantas BNNP Sulteng, dipimpin AKBP Ridwan, pada Senin 3 April lalu. Penangkapan pertama dilakukan pada pukul 15.30 wita di Jalan Patimura. Petugas mengamankan dua orang, yakni perempuan berinisial MG (40) dan pria berinisial AAW alias Opo (48). Dari tangan keduanya petugas mengamankan 50 gram sabu-sabu. “Dari keterangan keduanya barang tersebut didapatkan dari lelaki AAC, yang merupakan bandar besar yang ada di Kota Palu,” jelas Kepala BNNP, yang didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP Ridwan.

Ko Adi yang bermukim di wilayah Kelurahan Palupi, tepatnya perumahan Palupi Permaik Blok 2, diciduk petugas dan sempat melakukan perlawanan hingga dihadiahi timah panas di kaki kiri. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan, namun barang bukti sengaja disembunyikan Ko Adi. “Setelah kami desak, dia akhirnya mengaku kalau sabu-sabu yang lain disimpan di kos milik Opo,” ungkapnya.

Tidak menunggu waktu lama, tim kemudian bergerak kembali ke Jalan Patimura, di sebuah kos-kosan tempat tinggal dari Opo. Di salah satu kamar kos, petugas mengamankan lagi sabu-sabu 13 bungkus dengan berat masing-masig 50 gram, serta 1 bungkus sabu-sabu dengan berat 500 gram. “Sehingga jumlah total sabu yang kami amankan senilai 1 kilogram,” tutur Kepala BNNP.

Dari hasil pengembangan, Ko Adi, ternyata merupakan jaringan narkotika asal Malaysia. Pelaku memiliki akses untuk berkomunikasi langsung dengan sejumlah bandar besar yang berada di negeri jiran tersebut. “Untuk di Kota Palu, dia (Ko Adi) ini tergolong salah satu bandar besar yang ada di Sulteng. Dia sudah tiga kali masuk penjara, pertama ditangkap Polda, kemudian 2015 kami tangkap, dan di 2017 ini kami tangkap kembali,” terangnya.

Secara terang-terangan, Tagam menyebutkan ada 5 bandar besar yang beraksi di Sulawesi Tengah. Dua di antaranya telah berhasil diamankan BNN pusat dan BNNP Sulteng. Yang baru-baru ini juga diamankan BNN Pusat, adalah bandar berinisial S alias Eman. “Untuk Eman sudah lebih dulu ditangkap BNN Pusat dan dibawa ke Jakarta, karena ada jaringan dengan bandar besar yang ada di LP Cipinang. Kemudian Ko Awi ini yang kami tangkap. Kami minta doa semoga tiga bandar besar lagi bisa kita segera tangkap,” kata Kepala BNNP.

Tidak menutup kemungkinan kata Tagam, perlakuan yang sama juga akan diberikan BNNP Sulteng, kepada para bandar Narkoba yang berskala besar di Sulteng, dengan menghadiahi timah panas. Dengan catatan melakukan perlawanan atau berusaha melarikan diri, dan sudah pernah masuk penjara dalam kasus serupa. “Seperti Ko Adi ini masih bagus dia melawan dan lari tidak sambil nunduk, jadi hanya kena kaki, coba kalau nunduk sedikit pasti kena badannya. Kami kan tidak melanggar HAM, ini sudah sesuai prosedur, jika melawan kita tembak semua (bandar-bandar Narkoba),” tegas Tagam.  Hingga kini petugas masih terus mendalami pelaku lain dalam kasus ini, sembari menjerat ketiga pelaku dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati. (agg)

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.