BNNK Poso Sebut Sabu Mapane Dari Palu

- Periklanan -

Kepala BNNK Poso Max I Tunga Saat Beri Keterangan Pers dan Hadirkan Dua Tersangka Pengedar Narkoba, Senin (27/3). (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso memastikan dua dari tiga orang yang ditangkap pada Kamis (23/3) malam di sebuah rumah Kost kelurahan Mapane kecamatan Poso Pesisir yakni MR dan F alias King merupakan pengedar Narkoba jenis Sabu.

Sementara satu orang lain yakni RL hanya berstatus sebagai pengguna alias pemakai dan telah dilepas untuk menjalani proses rehabilitasi. Sekarang, MR dan F alias King ditahan peniyidik BNNK untuk menjalani proses hukum.

Kepastian tersebut diunmgkap kepala BNNK Poso, Max I Tungka, saat memberi keterangan pers pada wartawan di kantor BNNK, Senin (27/’3).

“Dari pemeriksaan awal dipastikan bahwa MR dan F alias King adalah sebagai pemakai sekaligus pengedar narkoba kelas I sabu.  Sedangkan RL hanya sebagai pemakai,” jelasnya pada keterangan pers yang menghadirkan langsung tersangka MR dan F.

Diterangkan Max Tungka, MR, F alias King dan RL ditangkap anak buahnya di sebuah rumah kost MR dikelurahan Mapane. Tak ada perlawanan dari ketiganya saat ditangkap danbdigelandang ke kantor BNNK.

- Periklanan -

Penangkapan dilakukan atas informasi masyarakat yang mengaku sering melihat aktifitas sabu di kost MR. Saat penangkapan, petugas penindakan BNNK menemukan barang bukti sabu sebanyak 1,32  gram yang dibagi dalam 7 paket hemat bergarga Rp 300.000 per paket plus uang Rp 350.000 dari tangan tersangka F alias King.

Dan dari tersangka MR, diamankan barang bukti uang sebser Rp 1,250.000 yang diduga kuat hasil penjualan sabu.  “Tersangka sudah sekitar 5 kali melakukan transaksi penjualan narkoba,” sebut Max. selain sabu dan uang tnunai, aparat BNNK juga mengamankan barang bukti lain berupa macis gas, powerbank yang sudah dimodifikasi sebagai tempat penyimpan sabu, dan handphone.

Darimana MR dan F alias King memasok narkoba? Max menyebut, dari pengakuan tersangka MR bahwa narkoba kelas I jenis sabu dipasoknya dari seorang berinisial Om O di Kota Palu. “Jadi MR ini yang mengorder sabu ke om O. setelah uang ditransfer dan barang dikirim ke Poso, MR mengajak F alias King menjualnya ke pemakai.

Mereka mengaku sudah sekitar lima kali menjalankan bisnis haram sabu ini,”urainya. Oleh MR dan F alias King, sabu yang dibelinya dari om O di jualnya di Kota Poso dan Poso Pesisir. Objek penjualannya adalah mahasiswa dan sopir angkutan barang/penumpang. “Karena F alias King inmi seorang mahasiswa, maka dia yang memasarkan sabu ini ke teman-teman mahasiswa. Dan yang memasarkan ke sopir angkutan barang/penumpang adalah MR,” tandas Max.

Oleh BNNK, kedua tersangka ini masuk dalam kelompok baru narkoba di Poso jaringan Palu. Sabu milik MR dikirim dari Palu oleh om O melalui jasa mobil travel angkutan penumpang/barang yang sangat terkenal di Kota Poso. Terkait om O, sebagai pemasok Narkoba MR, BNNK telah menggandeng BNN provinsi untuk melakukan penelusuran.

Atas perbuatannya, MR dan F alias King diancam BNNK dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1), dan pasal 127 ayat (1) point a undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup.  (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.