BNN Sulteng Bongkar Peredaran Sabu di Desa

- Periklanan -

Kepala BNNP Sulteng, Tagam Sinaga menunjukkan dua tersangka dalam kasus berbeda yang diamankan aparat BNNP Sulteng, belum lama ini. (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Peredaran Narkoba terbukti tidak hanya diedarkan di wilayah kota saja, namun telah merambah ke desa-desa. Ini terbukti, dengan ditangkapnya pasangan suami istri dari Desa Ogoamas, Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala, yang menjadi pengedar Narkoba jenis sabu-sabu.

Kedua warga Ogoamas itu, diamankan aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, menyusul adanya laporan dari masyarakat di desa setempat, yang telah resah dengan maraknya peredaran gelap Narkoba di daerah tersebut. Berbekal informasi masyarakat yang masuk melalui call center BNNP Sulteng di nomor 08114511344, petugas langsung melakukan pengintaian. “Anggota saya ada empat orang saya suruh turun langsung cek kebenarannya di sana. Selama sebulan tinggal penyelidikan, akhirnya didapatlah jaringan pengedar yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sojol Utara, Donggala dan Kecamatan Dampal Selatan, Tolitoli ,” terang Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga, kepada wartawan Jumat (2/6) kemarin.

- Periklanan -

Setelah dipastikan pengedar, petugas langsung bergerak cepat menangkap Wawan dan istrinya Masliana pada 19 Mei lalu. Petugas juga menghadiahi timah panas di kaki Wawan, akibat mencoba melarikan diri, ketika berpura-pura meminta izin untuk buang air kecil. Turut diamankan bersama dua tersangka tersebut 5 warga lainnya, yang menjadi pelanggan pasangan suami istri tersebut. Namun petugas tidak melakukan proses lanjut dan mengarahkan ke rehabilitasi. “Barang sendiri informasinya didapatkan dari istri oknum polisi di Tolitoli. Makanya nanti hari Senin kami akan panggil istri dari oknum tersebut. Kalau dari pemeriksaan memang dia terlibat, pasti juga akan kami jadikan tersangka,” sebut Tagam.

Dari kedua tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 27,66 gram dan uang senilai Rp17.490.000, serta timbangan digital dan 4 pak plastik bening. Adapun pelanggan dari Pasutri ini, ternyata bukan hanya orang dewasa namun juga remaja atau pelajar di wilayah Kecamatan Sojol Utara. “Ini kan sudah sangat mengkhawatirkan, anak-anak sekolah sudah dicekoki Narkoba,” katanya.

Tidak hanya membongkar peredaran gelap Narkoba di wilayah pedesaan. BNNP Sulteng juga mengungkap pelaku peredaran Narkoba dari dalam Lapas Klas II A Palu. Yahya alias Ko Ade (51), diketahui merupakan otak peredaran gelap Narkoba dari dalam Lapas. “Sebelumnya ada pengedar yang kami tangkap di Palupi dan di Jalan Patimura, ternyata yang menggerakan mereka si Ko Ade ini dari dalam Lapas,” ujar Tagam.

Ko Ade sendiri merupakan residivis kasus serupa dan dalam masa hukuman 7 tahun penjara di Lapas Palu. Sama dengan para pelaku-pelaku penyalahgunaan Narkoba yang diamankan BNNP, Ko Ade juga tidak luput dari timah panas petugas. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.