BNN Donggala Sita Sabu 116,3 Gram

- Periklanan -

Kepala BNN Donggala Sumantri menunjukkan sabu yang berhasil disitanya. (Foto: bmzIMAGES)

DONGGALA–Badan Narkotika Nasional (BNN) Donggala berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 116,3 gram, Rabu (19/1) dini hari kemarin. Barang haram tersebut berhasil diamankan dari tangan bernama Agus dan Ikhsan yang diduga merupakan kurir Sabu.

Menurut kepala BNN Donggala, AKBP Sumantri Sudirman SH, pada Sabtu (14/1) malam, kedua pelaku berangkat dari Kota Palu menggunakan mobil Datsun warna silver menuju Kabupaten Majene, Sulbar. Setelah sampai di Mamuju, kemudian A ditelpon oleh salah seorang lelaki yang diketahui bernama Bayu untuk menanyakan keberadaan Agus dan Ikhsan.

“Pada saat itu mereka berdua sedang makan di Mamuju sehingga Bayu menutup teleponnya, dan akan menelpon kembali ketika Agus dan Ikhsan sudah berada di Kabupaten Majene,” terang Sumantri.

Kemudian pada, Minggu (15/1) malam, Bayu kembali menelpon kepada Agus untuk menanyakan keberadaan Agus. Pada saat itu kata Sumantri, pelaku Agus sudah berada di Majene dan Bayu menanyakan kepada Agus tentang rencana balik kembali ke Palu.

- Periklanan -

Pada saat itu juga Bayu meminta kepada Agus untuk mengambil sebuah barang di Majene. “Kemudian Agus menanyakan soal barangnya yang akan dititip padanya untuk dibawa ke Kota Palu tersebut, namun Bayu tidak mau memberitahunya,” paparnya.

Ketika Agus bersama rekannya hendak balik ke Kota Palu pada Rabu (18/1) malam kemarin, Bayu kembali mengingatkan soal barang yang akan dititipnya pada Agus. Lagi-lagi Agus menanyakan tentang barang tersebut, namun Bayu tetap tidak memberitahukannya.

Bayu hanya menjanjikan Agus berupa uang senilai Rp 1,5 juta jika barang tersebut dibawa ke Kota Palu. “Bayu berpesan agar Agus mengambil barang di pinggir jalan yang terbungkus plastik. Setelah diperjalanan kemudian Agus mendapatkan barang yang dimaksud tersebut dan mengambilnya, namun pada saat itu sudah tidak ada orang sama sekali,” kata Sumantri.

Setelah mengambil barang tersebut, Agus kemudian singgah di rumah orang tuanya, karena menurut pengakuan Agus, dirinya ke Majene memang untuk menjemput orang tuanya. Kemudian Rabu Malam, Agus kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Palu bersama orang tuanya.

Namun keberadaan barang haram tersebut ternyata sudah diketahui oleh pihak BNN sehingga pada saat Agus tiba di Desa Tosale sekiar pukul 02.30 wita dini hari, Kamis (19/1), pihak BNN berhasil menangkapnya. “Setelah kita tangkap kemudian pelaku kita bawa ke BNN Donggala,” tutur Sumantri.(ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.