BKD Tak Menjamin, Nasib Honorer K1 Parimo Makin Tidak Jelas

- Periklanan -

Pihak BKD Parimo saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama anggota DPRD Parimo dan honorer K1 di gedung DPRD, (20/3). (Foto:Iwan Rusman)

PARIMO – Sejumlah honorer Kategori satu (K1) Parimo kembali mendatangi gedung DPRD, menuntut kejelasan nasib mereka untuk diangkat menjadi CPNS.

Mereka diterima di ruang sidang oleh ketua DPRD Santo SE, ketua komisi satu Husen Mardjengi serta sejumlah anggota DPRD. Turut hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Parimo, Mawardin Spd.

Dari pertemuan itu, belum ada kepastian dan jaminan menyangkut nasib sisa honorer K1 untuk diusulkan menjadi CPNS.

Kepala BKD Parimo, Mawardin Spd yang dikonfirmasi mengaku sudah berupaya memperjuangkan sisa honorer K1 agar secepatnya untuk diusulkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Persoalannya, sampai dengan saat ini, pihaknya belum menerima jawaban dari Menpan. “Upaya sudah maksimal, buat laporan, buat permohonan untuk pengusulan. Tapi belum ada jawaban,”tuturnya.

Sehingga, belum ada kepastian yang jelas terhadap pengangkatan K1 menjadi CPNS. “Masih ada peluang atau tidak ? ini yang menjadi tanda tanya,”ungkapnya.

- Periklanan -

Sebab, berbiacara secara normatif pihaknya sudah terima surat dari menpan bahwa masih ada moratorium pengangkatan pegawai sampai 2019. Sebab, berbicara k1, jelas punya regulasi.

“Kalau K1 itu tenaga honorer yang dibiayai oleh APBD dan APBN,”ungkapnya.

Tetapi, masih kuat keyakinan para honor K1 tersebut bahwa masih ada peluang untuk pengurusan lewat jalur-jalur yang tidak dia ketahui.

“Kalau pun ada yang menggunakan jalur lain tidak masalah. Asalkan jangan sampai melibatkan BKD,”tandasnya.

Dari pertemuan antara DPRD, BKD dan perwakilan honorer K1, dalam waktu dekat mereka akan berangkat ke jakarta mengecek langsung ke Menpan untuk lebih jelasnya tentang nasib K1 di Parimo.

“Sudah disepakati, bersama-sama dengan DPRD untuk membuktikan apakah memang masih ada peluang pengurusan menjadi CPNS,”ungkapnya.

Sekadar diketahui, sisa dari honorer K1 yang belum terangkat kurang lebih 270 orang. Rata-rata mereka sudah bekerja sejak tahun 2005 lalu. (Iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.