DAERAHEKONOMINASIONALNUSANTARAPENDIDIKANSUMATERA

Bisnis Matching Perhutanan Sosial Diikuti Perusahaan Jepang

KERJASAMA : Bisnis matching dilakukan dengan PT Sariraya di Nishio Jepang. (IST)
Melihat

JAKARTA – Bisnis matching dilakukan dengan PT Sariraya di Nishio Jepang. Bisnis matching diikuti juga oleh dua perusahaan Jepang lainnya Tempe Queen (Ms Ando) dan Mr Fukui Sacho (exportir).

PT Sariraya berdiri sejak 2005, sebagai diaspora yang berhasil dalam mendorong pengembangan tempe di Jepang sehingga telah mendapatkan penghargaan cukup prestise dari dari Presiden RI primadona world pada tahun 2021. Bidang usaha PT Sariraya diawali dengan pengembangan tempe di Jepang lalu berkembangn membangun gerai halal mart (target 100 outlet di jepang), resto fastfood dengan brand halal, food truck serta saat ini menjadi perusahaan trading eksport.

PT Sariraya memiliki komitmen yang cukup baik untuk mendikung para diaspora yang ingin membangun usaha di Jepang karena potensi pasar yang cukup besar baik dari WNI atau pun secara  kesseluruhan di Jepang. Beberapa produk yang memiliki pasar cukup besar saat ini adalah Cabai, Durian namun tidak menutup kemungkinan produk-produk  lainnya.

Perhutanan Sosial memiliki produk masyarakat yang cukup beragam dengan sebanyak 168 produk atau 16 cluster produk seperti disampaikan oleh Dirjen PSKL , Bambang juga menyampaikan deskripsi produk  terdapat dalam buku Katalog Produk.

Disamping itu melalui Perhutanan Sosial peluang untuk meningkatkan produksi terbuka lebar. Perhutanan Sosial dapat menyediakan areal kelola untuk mendapatkan produski dari komoditi yang diinginkan oleh pasar.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuka pasar impor di Jepang adalah pengunaan organic (minimize residu), harga bersaing, kontinuitas produk disampaikan Teguh dari Satiraya.

Hal ini disetujui oleh Direktur PUPS Bu Catur Endah memang hal ini yang menjadi PR dari pengembangan usaha Perhutanan Sosial oleh karena oleh karena itu perlu ada pendampingan oleh offtaker-offtaker yang memiliki pengalaman ekspor (aggregator) agar produk dari masyarakat meliki kualiti yang diinginkan pasar.

Pada kesempatan ini dilakukan juga penandatangan LoI antara PT Sarisaya dengan Ditjen PSKL untuk membuka peluang pasar produk Perhutanan Sosial ke Jepang atau membuka peluang melakukan kerjasama pengelolaan PS di Indonesia dengan pola kerjasama. Salah satu hasil potensial untuk ditindaklanjuti adalah membuka peluang membangun model pengelolaan di areal Perhutanan Sosial. Disamping itu ada keinginan dari Ms. Ando untuk membuat kerjasama sistercity antara kota di Indonesia dengan kota di Jepang epang untuk membangun peluang usaha bersama. (jpg)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.